TEORI YANG MENJELASKAN PENIRUAN DARI MEDIA MASSA

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

TEORI PENIRUAN ATAU IMITASI

POKOK TEORI :

Manusia cenderung untuk meniru perbuatan orang lain, semata-mata karena hal itu merupakan bagian dari sifat biologis mereka untuk melakukan hal tersebut

Semua orang memiliki kecenderungan yang kuat untuk menandingi (menyamai atau melebihi) tindakan di sekitarnya (Tarde, 1903)

Imitasi memainkan peranan yang sentral dalam transmisi kebudayaan dan pengetahuan dari satu generasi ke generasi yang berikutnya (Tarde, 1903)

Teori imitasi yang alamiah ini dalam perkembangannya secara bertahap ditinggallkan oleh para ahli psikologi dan digantikan dengan sejumlah kerangka teoritis yang mengemukakan bahwa kecenderungan untuk meniru orang lain adalah sesuatu yang dipelajari (learned) atau diperoleh melalui suatu proses pengkondisian agar orang melakukan peniruan terhadap perilaku tertentu

Salah satu problem mengenai teori imitasi ini adalah berkaitan dengan “bukti” penelitian yang ternyata diperoleh dalam situasi laboratory atau studi yang bersifat eksperimen. Jadi studi yang dimaksud tidak dilakukan dalam situasi kehidupan nyata.

TEORI IDENTIFIKASI

Konsep :

Pertama, perilaku ketika seseorang bertindak atau merasa seperti orang lain ( Bronfernhrenner, 1960)

Kedua, suatu motif dalam bentuk suatu kegiatan umum untuk berbuat atau menjadi seperti orang lain

Ketiga, proses atau mekanisme melalui mana anak-anak menyamai suatu model dan menjadikan dirinya seperti model itu

MENGAPA SEORANG MENGIDENTIFIKASIKAN DIRI PADA SEORANG TOKOH?

Bila anak-anak atau remaja, maka motivasi untuk mengidentifikasi diri adalah :

  1. Keinginan untuk memiliki kekuasaan dan penguasaan terhadap lingkungan
  2. Kebutuhan akan asuhan dan perhatian

TEORI SOCIAL LEARNING

MISCHEL ( 1971) menjelaskan bahwa teori perilaku memberi peran penting bagi penegakan dan imbalan.Pentingnya peran tersebut dapat dipahami karena dua alasan :

Pertama,penegakan dan perangsang telah ditunjukkan berulangkali sebagai pengaruh yang kuat dalam balajar dan dalam pilihan perilaku pada banyak situasi

Kedua, pada umumnya penelitian tentang belajar banyak mengkaji hewan daripada mengkaji orang. Dan hewan, dianggap memiliki dorongan yang bersifat langsung atas direct reinforcement dan dipandang sebagai mekanisme belajar yang sama.

TEORI REIFORCEMENT IMITASI

Miller dan Dolland (1941) memerinci kerangka teori tentang instrumental conditioning dan mengemukakan ada tiga kelas utama perilaku yang seringkali diberi label “imitasi “

  1. Same behavior, dua individu memberi respon masing-masing secara independen, tapi dalam cara yang sama terhadap stimuli lingkungan yang sama
  2. Copying, seseorang individu berusaha mencocokkan perilakunya sedekar mungkin dengan perilaku orang lain. Jadi ia haruslah mampu  untuk memberi respopn terhadap syarat atau tanda-tanda kesamaan atau perbedaan antara perilakunya sendiri dengan penampilan orang yang dijadikannya model
  3. Matched-dependent bahavior , seorang individu belajar untuk menyamai tindakan orang lain (model atau si pemimpin) karena amat sederhana, ia memperoleh ombalan dari perilaku tiruan (imitatifnya ) itu.

Bandura ( 1969) mengidentifikasi efek-efek yang ditimbulkan oleh eksposure terhadap perilaku dan hasil perbuatan orang lain adalah Inhibitory dan Disinhibitory Effect :

       Inhibitory merupakan efek yang menyebabkan orang lain yang menyaksikan perilaku tertentu menjadi malu  atau menahan diri untuk melakukan atau mengulangi perbuatan yang dilihatnya

Sedangkan efek disinhibitory merupakan efek yang menyebabkan orang tidak malu atau untuk melakukan perbuatan yang dilihatnya

  1. Response facilitating effects: bahwa kesempatan untuk melihat kepada tindakan orang lain dapat berfungsi memudahkan penampilan bermacam-macam perilaku yang menurut biasanya tidak dilarang
  2. Observational learning: Bila seseorang  yang  melihat dikenai perilaku dari suatu model sosial, maka dapat terjadi efek observational learning. Dalam arti yang lebih spesifik observer tadi dapat memperoleh bentuk perilaku baru semata-mata dengan melihat atau mengamati tindakan model tanpa secara terbuka menunjukkan response di hadapan model yang ditirunya.

Observational- leraning ditentukan oleh empat proses pengamatan yang khas tapi saling berkait:

  1. Attention
  2. Retention
  3. Motoric Reproduction
  4. Faktor insentif atau motivasional

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 16 Oktober 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: