SERIAL TEORI KOMUNIKASI (3) : Membaca HUMAN COMMUNICATION by Judy Pearson et.al.

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

(tulisan sebelumnya)

Dua mingggu terakhir ini telah dimulai masa perkuliahan semester genap 2013/2014. Ada yang spesial bagi saya di semester ini karena saya kembali dipercaya untuk mengampu mata kuliah teori komunikasi. Mata kuliah ini pertama kali saya pegang tahun 2002 kemudian sampai beberapa  tahun kemudian saya berusaha meramu mata kuliah itu supaya bisa jadi makanan yang renyah dan gampang dicerna (walau saya tak selamanya berhasil: siapa bilang teori komunikasi bisa jadi makanan yang renyah  dan  gampang dicerna he he he ). Saya ingat waktu itu selain menggunakan buku klasik TEORI-TEORI KOMUNIKASI tulisan Aubrey Fisher saya juga menggunakan buku Littlejohn, Theories of Human Communication  edisi jadul yakni edisi ketiga dan kelima. Sampai dengan tahun 2006 saya masih pegang mata kuliah ini sebelum saya lepas karena studi S2. Tahun 2006 terakhir saya ajar di semester itu, buku  TEORI-TEORI KOMUNIKASI tulisan Aubrey Fisher sudah tidak saya pakai lagi, saya lebih  fokus pada buku Littlejohn edisi kedelapan  dengan mulai menerapkan buku A First Look At Communication Theory  karya EM Griffin edis kelima. Melalui dua buku itu saya ajak mahasiswa membedah dunia komunikasi dengan ditemani semacam course kit , yakni sebuah lembar kerja yang di dalamnya saya isi panduan mereview literatur dari bab per bab. Tercatat dalam sejarah mengajar saya tahun itu para mahasiswa harus katam membaca satu buku sampai selesai. Melelahkan tapi memuaskan ! Mengapa saya beralih kepada dua buku terakhir, karena rupanya buku TEORI-TEORI KOMUNIKASI tulisan Aubrey Fisher  rupanya kurang begitu mudah “digoreng hingga renyah”. Selain memang dalam buku itu Fisher tidak hendak mengurai teori satu demi satu tapi lebih berbicara teori komunikasi dalam sebuah perbincangan perspektual. Dengan tegas dia malah mengatakan bahwa yang dimaksud teori komunikasi itu ‘tidak ada’ yang ada adalah perspektif teori (komunikasi). Alasannya, karena sebenarnya teori yang diaku teori komunikasi hanyalah adopsi dari teori-teori lain ( misal psikologi, sosiologi dst, ) yang kemudian diakui sebagai sebuah teori komunikasi. ( Dalam kesempatan ini saya tidak akan mengurai soal perbedaan pandangan ini, lain kali mungkin…)

???????????????????????????????Catatan saya kali ini adalah mengenai satu buku yang cukup “baru” terbitan tahun 2008  yakni buku berjudul Human Communication. Minggu kemarin, dalam kelas perdana teori komunikasi ada mahasiswa yang bertanya kepada saya kira-kira begini  kalimatnya: “Pak , buku atau literatur apa yang kira-kira menjadi buku pegangan yang harus dikuasai selama kuliah ini?”. Saya jawab sementara dua buku yakni buku karya Littlejohn dan EM Griffin.  Karena buku ini sudah lumayan membuat panas dingin kalau diseriusi selama sesemester.  Sore ini, ketika mempersiapkan untuk kuliah esok, tiba-tiba saya tertarik untuk membaca buku lain yang mengantarkan mahasiswa dalam dunia komunikasi.

Mengapa saya mencari alternatif buku sebanyak-banyaknya? Alasannya karena saya mencoba menawarkan mata kuliah ini tidak semata untuk membekali mahasiswa dari sisi keilmuwan ( karena saya yakin tidak semua mahasiswa mau jadi komunikolog! ), tapi juga memberi bekal kecakapan hidup khususnya kecakapan dalam herhubungan dengan manusia lain di bumi ini melalui relasi berkomunikasi. Dengan kata lain, outcome mata kuliah ini adalah memberi kecakapan berkomunikasi. Mengapa hal ini penting ? Pertama, tidak bisa dielakkan bahwa untuk bisa sukses di kemudian hari ( sukses studi, sukses bekerja, sukses berinteraksi dalam masyarakat dst) orang setidaknya harus memiliki kecakapan berkomunikasi. Kedua, ini celakanya, saya banyak menemukan anak-anak or mahasiswa komunikasi or orang yang sudah tua bahkan dosen komunikasi sekalipun, yang justru tidak cakap berkomunikasi. Nah loch? Yup, jadi ada semacam kutukan bagi para pembelajar komunikasi kalau kepleset malah dicap sungguh tidak nyaman :“orang komunikasi kok tidak bisa berkomunikasi!” Celaka tiga belaslah kalau sampai distigma seperti itu.

So,pendek kata, itulah kenapa saya ingin memperkenalkan buku Human Communication ini. Buku ini relatif baru, terbit untuk konsumsi International Student Edition di luar US pada tahun 2008. Buku ini tidak sekedar memberi kecakapan teoritis melainkan kecakapan praktis berkomunikasi. Dia memadukan antara tradisi retorika komunikasi yang sudah berabat dipelajari lewat para filsuf itu, dan tradisi scientis sosial komunikasi yang penuh dengan riset ilmiah eksperimental. Dalam buku ini, kedua tradisi itu diramu dan dibumikan sehingga menjadi bahan belajar yang mudah dicerna dan renyah tentu. Selain itu, seperti yang saya singgung di muka, buku ini rupanya memang didesain untuk memberi landasan penguasaan berkomunikasi mahasiswa dalam konteks yang alamiah dan pragmatis, meski tetap harus cerdas dan kritis. Misalnya, diuraikan mengenai bagaimana berkomunikasi dalam hubungan personal, dalam wawancara (di tempat kerja kelak) dan dalam sebuah team work dan juga forum publik. Saya kutipkan dalam kata pengantarnya demikian :
“ Student are expected to learn about how communication operates in their minds ( intrapersonal communication), how communication works on the job ( interviews, organizational communication, and work team), how communication works in dating, courtship, and marriage (interpersonal communication), and how communication works in the one-to-many context (public speaking). While no student will emerge from the course with expertise in these areas, they will learn the fundamentals of human communication, giving them a basis form which to grow and develop into more fully functioning communication”

Dengan maksud dan tujuan penulisan buku yang seperti itulah maka dalam pembagian bab buku ini memang tidak ditemukan persoalan komunikasi dibahas dengan “berat” dan membuat dahi mengkerut. Setidaknya, tidak kita temukan apa itu teori komunikasi dalam perspetif kritis, atau teori komunikasi dalam konteks kultur yang makro, sementara untuk content komunikasi menggunakan media disajikan dalam edisi online dengan judul Mediated Communication and Media Literacy ) bagian ini bisa ditemukan dalam book’s Online Learning Center website di www.mhhe.com/pearson3

Ada beberapa elemen kunci (key elements) yang mewarnai buku ini,yakni bahwa :

Pertama, buku ini, bersifat a student-centered approach. Konsep pokok dengan tidak mengurangi substansi diturunkan ke bumi sehingga maujud dalam contoh sehingga mahasiswa bisa dengan mudah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, buku ini juga bersifat cooperatif and collaborative learning.  Mahasiswa didorong untuk memikirkan sesuatu konsep, membagi ide atau gagasannya di dalam kelas, dan memunculkan suatu pemikiran baru dan di-share di kelas bila diminta.

Ketiga, buku ini mengajak mahasiswa untuk critical thingking. Mengajak mahasisa untuk berpikir cerdas dan kritis mengenai sesuatu konsep, isu atau praktek yang sudah terjadi di dunia sana.

Keempat, sifat buku ini juga  practical aplication. Melalui penjelajahan teks buku ini mahasiswa senantiasa didorong untuk menerapkannya dalam keseharian.

Kelima, buku ini mengajak mahasiswa untuk finding and evaluating information. Teks buku memandu mahasiswa untuk melakukan uji-coba, menemukan dan mengevaluasi informasi so dengan demikian mahasiswa menjadi individu terpelajar yang bisa secara kritis menguji setiap isu, menimbangnya dengan argumen dan bukti, serta menilai kegunaan atau kemanfaatan sesuatu ide atau informasi ( baru)

Keenam, sifatnya yang communicating ethically. Yakni buku ini mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa mempraktekkan komunikasi dengan bertanggung jawab, bermoral dan etis.

Ketujuh, buku ini mengajak mahasiswa untuk understanding diversity. Ini sungguh penting karena dalam kehidupan mahasiswa nanti, dalam hubungan personal dan profesional, mahasiswa akan bertemu dengan orang –orang yang beragam kulturnya. Buku ini mendorong mahasiswa memiliki kecakapan kultural dengan mengangkat isu keberagaman di sepanjang ulasan buku ini, khususnya di chapter 7 yakni Intercultural communication.

Kedelapan, buku ini mengajar mahasiswa untuk secara kritis mengakses sumber-sumber berbasis web.

Lengkapnya saya kutipkan seluruh isi buku ini, coba anda simak dan bandingkan dengan content dari buku-buku lain yang sama-sama berisi pengantar ke human communication:

Bagian pertama FUNDAMENTALS OF COMMUNICATION STUDIES

Chapter 1 Introduction to Human Communication

Chapter 2 Perception, self and communication

Chapter 3 language and Meaning

Chapter 4 Nonverbal Communication

Chapter 5 Listening and Critical Thinking

Bagian kedua COMMUNICATION CONTEXTS

Chapter 6 Interpesonal Communication

Chapter 7 Intercultural Communication

Chapter 8 Workplace Communication

Chapter 9 The Dynamics of Small –Group Communication

Bagian ketiga FUNDAMENTALS OF PUBLIC SPEAKING PREPARATION AND DELIVERY

Chapter 10 Topic Selection and Audience Analysis

Chapter 11 Being Credible and Using Evidence

Chapter 12 Organizing Your Presentation

Chapter 13 Delivery and Visual Resources

Chapter 14 Information Presentation

Chapter 15 Persuasive Presentation

Online Unit : Mediated Communication and Media Literacy

 Model pembelajaran yang diusung dalam buku ini mudah-mudahan bisa diterapkan dalam perkuliahan teori  komunikasi semester ini. Dengan memanfaatkan buku ini, kemudian buku EM Griffin dan tak ketinggalan maestro klasik Littlejohn, (dan buku-buku lainnya nanti) semogalah kelas teori komunikasi menjadi kelas yang mencerdaskan dan mencerahkan sekaligus mungkin melelahkan …. so, wahai umatku para pengambil ilmu komunikasi cq teori komunikasi…waspadalah! Sukses lulus dalam matakuliah ini sederhana saja : belajar dengan disiplin, tekun, tabah dan ikhlas!….

 Data BUKU :

Judul HUMAN COMMUNICATION third edition.

Tahun : 2008

Pengarang : Judy Pearson, Paul Nelson, Scot Titsworth, and Lynn Harter

Penerbit : McGraw-Hill Education, NY

Halaman : xiv+398

ISBN : 978-007-127886-7

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 12 Maret 2014.

6 Tanggapan to “SERIAL TEORI KOMUNIKASI (3) : Membaca HUMAN COMMUNICATION by Judy Pearson et.al.”

  1. […] (Bersambung) […]

  2. Terimakasih ya Pak Adi atas tulisannya. Sukses selalu…

  3. Salut untuk tujuan realistis yg ingin dicapai. Sederhana dan penting. Sebab masih saya temukan alumnus komunikasi yg sangat minim (kalo tidak bisa dikatakan tidak mampu) berkomunikasi dengan baik pada saat wawancara. Hanya sebuah pengalaman pribadi saat 4 tahun berada di SDM/HRD suatu instansi. Salam hormat. (budi.purwoko@corp.bri.co.id)

    • Eh ada bapak Budi yang sukses sekali…. ah biasa aja Pak…ini sekedar membumikan ilmu komunikasi sehingga bisa memberikan kemaslahatan sebanyak-banyaknya bagi umat di kelak kemudian hari….he hehe

      • Aya…aya…wae Pak Adi, sukses saya adl ketika nanti apa yg saya miliki/saya lakukan telah bermanfaat untuk orang lain. Numpang saran pak, mengapa tidak dicantumkan daftar nama alumni komunikasi diwebsite ? (Kedokteran saja ada). Mgkn tidak perlu foto spt di kedokteran, hanya daftar nama tiap angkatannya saja spy bebannya ringan. Dan sekitar 1 th yg lalu di facebook, Sdr. Hendy sdh mengusulkan adanya ikatan alumni komunikasi yg mungkin Sdr. Gandjar bisa didaulat sebagai ketua awalnya. Dari situ dapat dibuatkan Web ikatan alumni yg dilink-an dengan web jurusan ilmu komunikasi. Data web ikatan alumni yg terpenting mungkin hanya alamat e-mail dan no HP saja untuk sementara. Sehingga mungkin nanti ada calon alumni yg potensial (sesuai rekomendasi dosen2 disana) bisa direkrut di instansi2 yg telah dihuni alumni komunikasi Unsoed sebelumnya (nantinya tetap melalui standar rekrut msg2 instansi) atau mungkin info lowongan pekerjaan dpt diinfokan via web alumni tsb. Apabila nantinya jurusan mempunyai agenda tertentu, para alumni dapat ikut serta menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, atau dana dalam kegiatan tersebut Diharapkan ikatan alumni tsb dapat memberikan manfaat : sesama alumni; alumni dan jurusan/kebalikannya; atau alumni kepada calon alumni. Sekian urun rembugnya dan matur nuwun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: