Sejarah Perkembangan Pendekatan Uses and Gratifications (U&G) (bag 2)

(tulisan sebelumnya)

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

RESEARCH  tahun 1970-an

Hingga tahun 1970-an, penelitian U&G memusatkan pada ‘gratifications sought’, belum menghiraukan hasil-hasilnya, atau ‘gratifications obtained’ (Rayburn,1996). Selama tahun 1970-an, peneliti U&G bermaksud meneliti motivasi audiens dan mengembangkan typology tambahan tentang kegunaan yang dirumuskan oleh pengguna media dalam fungsinya sebagai pemenuhan kebutuhan sosial dan psikologi. Hal demikian bisa diartikan semacam respon atas sebagian kritikan tajam yang dilontarkan oleh para peneliti komunikasi massa lainnya. Kritikus seperti Elliott (1974), Swanson (1977), dan  Lometti, Reeves, dan Bybee (1977) menekankan bahwa U&G  masih harus menjawab tantangan perihal empat problem konseptual  serius : (a) kerangka konseptual yang ambigu,(b) ketidaktepatan konsep utama,(c) penjelasan yang membingungkan,dan (d) kegagalan mempertimbangkan persepsi audiens terhadap isi media.

Penelitian U&G mendapat tanggapan yang beragam. Katz, Gurevitch, and Haas (1973) menghimpun daftar komprehensif berisi kebutuhan sosial dan psikologis yang bisa dipenuhi melalui terpaan media massa. Rosengren (1974), secara teoritik mencoba menyempurnakan U&G, dengan mengusulkan adanya kebutuhan dasar tertentu yang merupakan hubungan saling memengaruhi antara karakteristik personal dan lingkungan sosial individu sehingga menghasilkan “problem yang dirasakan dan solusi yang diperlukan”. Problem dan solusi tersebut membentuk motif-motif yang berbeda yang pada gilirannya menghasilkan perilaku memenuhi kebutuhan (gratifications) yang bisa didapatkan dengan menggunakan media atau aktivitas lainnya. Secara bersama-sama penggunaan media atau tindakan lainnya itu akan menghasilkan gratification (atau nongratification) yang merupakan dampak terhadap individu atau masyarakat. Untuk menelaah lebih seksama definisi hubungan antara motif psikologi dan gratifikasi komunikasi, Palmgreen and Rayburn (1979) meneliti terpaan pemirsa terhadap televisi publik dan menyimpulkan bahwa pendekatan U&G bisa memberikan kelengkapan di dalam penjelasan faktor determinan lainnya seperti ketersediaan media, jadwal kerja dan batasan sosial.

Palmgreen  dan  Rayburn berpendapat tugas pokok yang dihadapi peneliti media adalah “ memadukan peran yang dimainkan gratifications dan faktor-faktor lainnya sehingga menjadi teori umum tentang konsumsi media” (hal 177). Intinya, Palmgreen dan  Rayburn menanggapi peneliti-peneliti sebelumnya (Greenberg, 1974; Lometti et al., 1977) dan terpanggil untuk meneliti lebih lanjut mengenai gratification sought and gratifications received. Blumler (1979) mengidentifikasi tiga penyebab sosial utama dari gratifikasi media : pengaruh normatif, pemerataan sosial dalam hal perubahan kehidupan, dan reaksi subjektif individu terhadap situasi sosial. McLeod, Bybee, dan Durall (1982) tidak ketinggalan memberikan tanggapan: secara teoritik mengklarifikasi tentang kepuasan individu dengan membuat simpulan bahwa gratifications sought and gratifications received  adalah dua entitas yang berbeda yang pantas mendapat perlakuan  tersendiri  dalam riset U&G di kemudian hari.

Perkembangan terkait teoritik lainnya adalah pengenalan kondisi kognitif dan afektif yang berbeda yang memungkinkan terjadinya penggunaan media dalam berbagai alasan/sebab, seperti yang diprediksikan dalam pendekatan U&G. Blumler (1979) menyatakan motif kognitif mendorong orang melakukan penggalian informasi dan motif pelarian atau ‘diversion’  memungkinkan tumbuhnya persepsi audiens tentang keakuratan gambaran sosial di dalam program intertaintment. Dalam penelitian terkait, McLeod dan Becker (1981) menemukan bahwa  catatan lebih lanjut yang diberikan oleh individu menyatakan bahwa mereka akan menguji kemanfaatan lebih dari majalah-majalah umum ketimbang yang dilakukan individu dalam kelompok kontrol. Bryant dan Zillmann (1984) menemukan bahwa individu-individu yang mengalami stress lebih banyak menyaksikan tayangan yang sifatnya ‘meneguhkan’ dan partisipan yang merasakan kebosanan memilih tayangan yang mengasyikkan.

RESEARCH  tahun 1980-an dan 1990-an

Rubin (1983) mencatat penelitian gratification mulai menampakkan tanggapan yang berarti dalam menjawab kritikan sebelumnya. Ia menyimpulkan para koleganya sedang menciptakan sistematika untuk (a) mengadakan modifikasi riset lebih lanjut atau pengulangan riset  sebelumnya, (b) menyempurnakan metodologinya, (c) melakukan analisis komparatif dari temuan-temuan dalam penelitian terpisah, dan (d) memperlakukan penggunaan media massa sebagai fenomena sosial dan komunikasi yang terpadu.

Contoh penelitian dalam periode ini di antaranya  dilakukan Eastman (1979), dia melakukan  analisis multivariat hubungan memengaruhi antara fungsi menonton televisi dengan atribut-atribut sosial,  Ostman and Jeffers’s (1980) meneliti hubungan antara motif menonton televisi dan  ciri-ciri gaya hidup dan sikap untuk memprediksi motivasi menonton,  Bantz (1982) melakukan eksplorasi tentang perbedaan antara motivasi mengkomsumsi media umum dengan menonton program khusus televisi dengan membandingkan temuan-temuan penelitian, Rubin (1981) menimbang skala validitas motivasi menonton dan membandingkan dengan temuan-temuan penelitian U&G yang ada, dan Palmgreen dan Rayburn (1985) membuat perbandingan empiris mengenai model-model alternatif gratifikasi.

Demikian juga, karya Windahl (1981) yang mencoba mengembangkan lebih lanjut teori U&G. Dalam   “Uses and Gratifications at the Crossroads”- nya, dia berpendapat bahwa perbedaan pokok antara pendekatan efek tradisional dan pendekatan U&G adalah : peneliti efek media biasanya menguji komunikasi dari perspektif komunikator, sementara peneliti U&G menggunakan sudut pandang audiens sebagai titik awal penelitian. Meyakini bahwa lebih bermanfaat menekankan kesamaannya ketimbang perbedaannya, Windahl mengemukakan istilah ‘conseffects’  sebagai sintesis dari kedua pendekatan tersebut.  Dengan demikian, dia menyarankan, observasi yang sebagian menghasilkan penggunaan isi itu sendiri dan sebagian menghasilkan isi yang dimediasi oleh penggunanya menjadi perspektif yang lebih bermanfaat. Pendekatan Windahl memberikan kontribusi dalam mengaitkan antara pendekatan U&G sebelumnya dengan riset yang lebih mutakhir. Terinspirasi untuk meningkatkan validitas teoritik dalam struktur determinannya, Webster and Wakshlag (1983) memadukan perspektif U&G yang berbeda-beda dan “models of choice” guna menempatkan persilangan antara struktur program, preferensi isi dan kondisi penonton di dalam proses pemilihan program.  Juga, Dobos (1992), menggunakan model U&G guna menganalisis kepuasan media dan pilihan di dalam organisasi, untuk memprediksi pilihan chanel televisi dan kepuasan di dalam teknologi komunikasi tertentu (Bersambung).

Referensi:

Ruggiero ,Thomas E. “Uses and Gratifications Theory in the 21st Century”. Dalam MASS COMMUNICATION & SOCIETY, 2000, 3(1)

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 26 Februari 2014.

2 Tanggapan to “Sejarah Perkembangan Pendekatan Uses and Gratifications (U&G) (bag 2)”

  1. […] Penelitian–penelitian yang disebut di atas dan penelitian lainnya yang dilakukan dalam periode ini mencerminkan pergeseran dari model riset efek media massa tradisional menuju perspektif fungsional. Klapper (1963) menyebut studi U&G yang analisisnya lebih bersifat fungsional yang akan lebih mengembalikan anggota audiens ke “ tempatnya yang lebih memberikan hak secara dinamis, ketimbang menempatkannya sebagai sosok yang pasif, lamban, peran-peran yang terkait dalam penelitian sebelumnya (hal 527)”. Markedly, Geiger and Newhagen (1993)  mengutip  Klapper ketika menggunakan “cognitive revolution” di dalam kajian komunikasi. Dari tahun 1950-an dan selanjutnya, terjalin kerjasama lintas disiplin di antara para peneliti U&G dengan psikologi yang menghasilkan riset terpadu tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan media  (Bersambung). […]

  2. […] (tulisan sebelumnya) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: