The “Umbrella Perspective” on Communication Technology

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

Hidup kita senantiasa dikelilingi oleh teknologi komunikasi. Teknologi komunikasi menjadi hal yang sangat krusial bagi perekonomian, sangat penting dalam hubungannya dengan dunia hiburan dan memiliki peran yang dominan dalam hubungannya dengan relasi interpersonal dewasa ini. Pendeknya, teknologi komunikasi ibarat urat nadi dalam masyarakat kontemporer, yang mentransmisikan  dan mendistribusikan sensor stimuli ( apapun bentuk dan sifatnya)  serta mengendalikan informasi dan menghubungkan demikian banyak unit yang saling terkait. Karena teknologi ini demikian vital bagi jalannya perekonomian, mengendalikan dan menjaga hubungan interpersonal, maka perubahan yang terjadi dalam teknologi komunikasi dengan sendirinya akan membawa berbagai dampak yang maujud dalam keseharian masyarakat kontemporer dewasa ini.

Tulisan berikut ini adalah uraian “pembukaan” dalam diskusi mengenai teknologi komunikasi. Sifatnya bukan penjabaran teoritis, melainkan model perspektif di dalam memahami kehadiran teknologi komunikasi di tengah kehidupan masyarakat digital saat ini. Tulisan ini disadur dari Introduction to Communication Technologies  karya August E. Grant (2008) seorang Associate Professor pada College of Mass Communication and Information Studies, University of South Carolina .

*

Aspek yang paling menonjol dalam teknologi komunikasi sudah tentu adalah hardware-nya — peralatan fisik yang terkait dengan teknologi. Hardware menjadi bagian yang paling nyata di dalam sistem teknologi dan teknologi komunikasi kelihatannya memang berkembang seiring dengan perkembangan perangkat kerasnya. Meski demikian, memahami teknologi komunikasi memerlukan lebih dari sekedar belajar tentang hardware. Ada yang lebih penting yaitu memahami message komunikasi melalui sistem teknologi yang berkembang. Yang dimaksud “messages”  di sini lebih pada “software”. Perlu segera dicatat juga bahwa yang dimaksud dengan “software” dalam konteks ini secara definitif lebih luas ketimbang definisi software dalam lingkungan computer programming.

Baik software maupun hardware,dalam kajian teknologi komunikasi,  harus dipelajari dalam konteks yang lebih luas.  Kita lihat beberapa faktor yang melekat dalam konteks tersebut melalui definisi Rogers (1986) tentang teknologi komunikasi : “ perangkat keras, struktur organisasi, dan nilai-nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan, memproses dan saling menukarkan informasi dengan individu-individu lainnya “ (hal 2). Faktor-faktor yang lebih luas lagi tampak dalam definisi yang diajukan Ball-Rokeach (1985) yang tercermin dalam  teori ketergantungan sistem media ( media system dependency theory), yang berpendapat bahwa media komunikasi dapat dimengerti dengan menggunakan pisau analisis relasi ketergantungan di dalam dan melalui berbagai level analisis mulai dari level individu, organisasi dan sistem. Di dalam level sistem ini, Ball-Rokeach ( 1985) mengidentifikasi tiga analisis sistem: sistem media, sistem politik, dan sistem ekonomi.

Kedua pendekatan di atas bisa disintesakan ke dalam “Umbrella Perspective on Communication Technology “ seperti tampak dalam umbrella. Level yang paling bawahdari payung tersebut adalah hardware dan software dari teknologi ( seperti yg telah didefinisikan di depan). Level berikutnya adalah infrastruktur organisasi : kelompok lembaga yang terlibat di dalam produksi dan distribusi teknologi. Level paling atas adalah level sistem, termasuk sistem politik, ekonomi dan sistem media. Terakhir, pegangan payung mengibaratkan para pemakai individual, yang mengimplikasikan hubungan antara pengguna dengan teknologi yang harus diteliti sehingga kita bisa meng-handle teknologi.

Perlu juga menambahkan keterangan beberapa faktor di dalam kompleksitas dari masing-masing area dalam payung di atas guna mengidentifikasi dampak bagi karakteristik individu akibat kehadiran teknologi. Faktor-faktor yang melekat pada masing-masing tingkatan dari payung tersebut katakanlah sebagai “enabling”, “limiting”,”motivating”, dan “inhibiting” bergantung pada peranan yang dimainkan dalam persebaran teknologi.

Enabling factors  adalah faktor yang memungkinkan penerapan (teknologi) itu terjadi. Misalnya, fakta adanya kabel jaringan yang digunakan untuk menghantarkan televisi kabel memungkinkan menyalurkan lusinan saluran; dengan demikian menjadi enabling factor pada level hardware. Demikian pula, keputusan para penentu kebijakan untuk mengalokasikan sebagaian spektrum kanal untuk telepon selular akan menjadikan enabling factor dalam level sistem politik.  Salah satu titik awal yang bisa digunakan untuk menganalisis teknologi komunikasi adalah dengan membuat daftar yang berisi faktor-faktor dari masing-masing area dalam payung itu yang memungkinkan teknologi komunikasi mengambil tempat pertama kali.

Limiting factors  adalah faktor-faktor yang berlawanan dengan di atas; yakni faktor yang justru menciptakan penghalang bagi user atau lembaga di dalam mengadopsi atau menimbulkan dampak teknologi. Contoh yang berskala besar terkait dengan televisi kabel di atas. Meskipun teknologi kabel jaringan meningkatkan sejumlah program televisi yang bisa disalurkan ke rumah-rumah, pada umumnya  kabel jaringan analog tidak mampu menyalurkan lebih dari 100 channels acara. Bagi penonton, 100 channels mungkin lebih dari yang diperlukan, tapi bagi si pembuat program dari televisi jaringan yang baru keterbatasan ini akan menghalangi mereka masuk dalam sistem televisi jaringan kabel tersebut. Sama halnya, kenyataan bahwa para penentu kebijakan seperti yang kita singgung di depan, ketika hanya memberi ijin kepada beberapa perusahaan telepon selular untuk melayani kebutuhan pasar maka akan menjadi limitation factor dalam level sistem politik. Demikianlah contoh kegunaan penerapan umbrella perspective dengan membuat daftar faktor-faktor yang membatasi keterbatasan adopsi, penggunaan atau dampak dari teknologi komunikasi tertentu.

Motivating factors lebih kompleks dibanding faktor-faktor sebelumnya. Yang dimaksud dengan motivating factors faktor-faktor yang menjadi alasan terjadinya adopsi teknologi. Teknologi tidak diadopsi semata-mata karena ia hadir. Lebih dari itu, individu, organisasi dan sistem sosial harus memiliki alasan dalam mengambil kemanfaatan dari adanya teknologi. Keinginan perusahaan telepon lokal untuk meningkatkan pendapatan, dipadukan dengan fakta adanya kesempatan pertumbuhan dalam penyediaan layanan telepon lokal, adalah motivating factor dalam level organisasi yang menentukan apakah para pengusaha jasa layanan telepon itu mau memasuki pasar teknologi komunikasi.  Hasrat para pengguna individu akan kebutuhan informasi yang serba cepat menjadi motivasi di dalam mereka mengadopsi teknologi informasi. Manakala kehadiran teknologi tidak mendorong adanya motivasi yang cocok dengan kebutuhan akan penggunaannya, maka teknologi tersebut tidak akan diakses.

Inhibiting factors  adalah faktor yang bertolakbelakang dengan faktor motivasi di atas, yakni faktor yang mengakibatkan tidak diperolehnya kemanfaatan dalam mengadopsi teknologi komunikasi. Contoh inhibiting factor pada level software adalah adanya teknologi informasi yang  baru yang bisa meng-update informasi lebih cepat dibanding teknologi yang sudah ada, namun ternyata hanya menyediakan isi yang “lama” yang konsumen sudah peroleh dari sumber lainnya. Salah satu inhibiting factor untuk hampir semua teknologi komunikasi adalah biaya yang harus ditanggung individu selaku pengguna. Setiap pengguna potensial harus memutuskan apakah biaya yang dikeluarkan sebanding dengan kemanfaatan layanan teknologi itu, dengan mempertimbangkan budget anggaran dan sejumlah teknologi lain yang menjadi kompetitiornya. Adanya kompetitor dari teknologi lainnya adalah salah satu penghalang terbesar yang dihadapi oleh teknologi yang telah ada. Faktor-faktor lain yang bekerja melawan keberhasilan teknologi itu bisa dilihat sebagai inhibiting factors.  Bisa diperkirakan, biasanya akan lebih banyak inhibiting factor ketimbang motivating factors  untuk semua jenis teknologi komunikasi apa pun.

Dimensi terakhir dari umbrella prespective yang kita diskusikan ini adalah terkait dengan lingkungan di mana teknologi itu diperkenalkan atau beroperasi. Faktor-faktor ini bisa disebut sebagai “external factors” ,bila seseorang mengaitkannya dengan teknologi itu sendiri sebagai “internal factors”. Untuk bisa memahami teknologi komunikasi atau bisa memprediksi bagaimana teknologi itu disebarluaskan, baik faktor internal maupun faktor eksternal harus dikaji dan diperhitungkan.

So, mengapa perlu memelajari teknologi komunikasi?

Di dalam studi media perkembangan teknologi komunikasi agaknya akan semakin mendapat perhatian dibanding teknologi tradisional yang sudah ada. Teknologi baru lebih dinamis dan berkembang demikian pesat, yang akan meningkatkan dampak perubahan yang potensial pada bagian lain dalam sistem media. Mungkin alasan mengapa kita memerhatikan teknologi komunikasi baru adalah ketertarikan alamiah manusia yang mendorong kita untuk bisa menggapai teknologi yang bisa merampatkan ruang yang memisahkan satu individu dengan individu yang lain.

Ada lagi alasan yang mendorong kita perlu memelajari teknologi baru. Misalnya potensi untuk  memeroleh keuntungan finansial dengan berkiprah atau berkarir di dalam teknologi ini. Jika anda tertarik untuk berkarir di bidang ini, maka anda perlu memahami bagaimana media ini berubah dan membawa perubahan  dan apa yang berubah itu lalu memengaruhi karir anda di kemudian hari.

Atau bisa juga anda ingin mendapat pelajaran dari kegagalan yang dialami teknologi komunikasi baru ini, dengan demikian anda bisa menghindari kegagalan serupa yang mungkin akan anda alami dalam karir di bidang ini. Dsb.

Dan alasan terakhir mengapa kita perlu memelajari teknologi komunikasi adalah untuk mengidentifikasi pola-pola adopsi, efek, kesempatan ekonomi dan kompetisi sehingga kita bisa memahami, menggunakan  dan atau bersaing dengan adanya generasi teknologi baru di masa datang. Untuk itu kita perlu mengkajinya dengan pendekatan teoritis yang lebih komprehensif yang akan dilanjutkan dalam artikel mendatang.

Referensi :

Grant, August. E and Jennifer H. Meadows. 2008. Communication Technology Update and Fundamentals. 11th edition.   USA: Focal Press.

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 11 Februari 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: