FEMINIST RECEPTION STUDIES

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

Janice Radway (1984) adalah salah satu peneliti cultural studies Amerika yang pertama-tama mengumandangkan pergeseran haluan riset dari yang semula eksklusif  terfokus pada analisis tekstual menuju perkembangan baru yang lebih melandaskan pada reception studies. Karyanya menyajikan model yang memiliki pengaruh kuat bagi para ahli di Amerika dan acapkali dikutip sebagai salah satu contoh terbaik dalam riset feminist  cultural studies. Radway pada mulanya melakukan analisis isi novel romantis populer. Ia berpendapat karakter dalam kisah dan alur cerita roman merupakan turunan mitos patriarki di mana tatanan sosial yang didominasi kaum pria diasumsikan menjadi hal yang alami dan lumrah. Laki-laki seringkali direpresentasikan sebagai sosok yang kuat, agresif dan heroik, sementara perempuan digambarkan sebagai pribadi yang lemah, pasif dan tidak mandiri. Perempuan harus menggali identitasnya dengan dikaitkan (diasosiasikan) pada karakter laki-laki.

Janice Radway

Janice Radway

Setelah menyelesaikan analisis isi  novel roman tersebut, Radway ( 1986) melakukan wawancara dengan para wanita yang membaca roman itu dan menemui mereka secara teratur di dalam sebuah kelompok diskusi dengan para wanita tersebut. Ia terkejut ketika mendapati banyak dari pembaca tersebut yang menggunakan buku-buku (novel ) itu sebagai bagian dari perlawanan/pemberontakan diam-diam menentang dominasi laki-laki. Mereka membaca novel itu sebagai bentuk pelarian dari pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan kewajiban mengurus anak. Banyak dari mereka ini yang menolak asumsi-asumsi pokok terkait dengan mitos patriarki. Mereka menunjukkan kecenderungan kuat mendukung karakter pria yang memadukan antara maskulinitas tradisional dengan perilaku feminis, misalnya, kekuatan fisik yang dipadu dengan kelemahlembutan. Demikian pula, pembaca lebih menyukai karakter perempuan yang kuat yang bisa mengendalikan kehidupannya sendiri namun tetap mempertahankan atribut-atribut kewanitaannya. Dengan demikian pembacaan terhadap roman ini bisa diinterpretasikan sebagai bentuk resistensi pasif melawan budaya yang didominasi kaum laki-laki.  Para pembaca roman menolak the preferred reading   dan sebaliknya melakukan perlawanan dengan melakukan negotiated atau oppositional reading. Penelitian di Inggris terhadap penonton opera sabun juga memberikan interpretasi yang mirip tentang decoding terhadap isi program tersebut ( Brunsdon dan Morley, 1981; Hobson, 1982; lovell, 1981).

Peneliti feminist cultural studies lainnya juga menemukan simpulan bahwa  perempuan secara terus-menerus memberikan perlawanan dengan melakukan oppositional decoding terhadap isi media populer. Linda Steiner (1988) selama sepuluh tahun menyelidiki  feature “No Comment”  dalam majalah Ms.di mana di dalamnya pembaca secara rutin melakukan perlawanan melalui  oppositional reading dan membentuk komunitas yang bertindak bersama-sama mengejawantahkan “reading” ini.  Contoh yang disodorkan majalah mengajarkan pada perempuan bagaimana mengidentifikasi teks-teks tersebut dan menolong mereka mengembangkan interpretasi yang sejalan dengan kepentingan mereka sendiri ketimbang kepentingan kaum elite patrarki.  Angela McRobbie (1984) juga sampai pada simpulan dalam studinya tentang negotiated reading di kalangan remaja putri belasan tahun terhadap film berjudul Flashdance dan Fame.  Dia menyimpulkan bahwa gairah para remaja putri terhadap film-film ini “ lebih terkait pada hasrat mereka terhadap otonomi fisik mereka sendiri ketimbang dengan gagasan simpel untuk mengakulturasi definisi mengenai feminisme seperti yang diinginkan kaum patriarki “ (Hal 47).

Referensi :

Baran,S.J. and Davis,D.K. 2012. Mass Communication Theory : Foundations, Ferment, and Future. USA : Wadworth.  Hal : 260-261.

Sumber Foto : http://www.communication.northwestern.edu/faculty/?PID=JaniceRadway

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 9 Februari 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: