THEORIES OF MESSAGE RECEPTION AND PROCESSING

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

Message Interpretation

  • § Interpretasi adalah proses dalam mana  seseorang memahami pengalamannya.
  • § Osggod ( 1960an ) adalah ahli yang memusatkan perhatiannya pada salah satu kajian interpretasi yakni makna.Teori Osgood berkaitan dengan bagaimana makna itu dipelajari dan kaitannya dengan pemikiran dan tindakan.Teori belajar menurut Osgood, orang merespon stimuli dan memaknai stimuli itu dalam konteks lingkungannya.Dalam proses interpretasi itu dalam benak manusia adalah internal response dan internal stimulus. Menurut Osgood, makna adalah produk internal dan unik seseorang yang dipengaruhi pengalaman pribadi orang itu, makna yang demikian disebut connotative.
  • § Sumbangan teoritis dari Osgood yang menarik adalah tentang bagaimana kita mengukur makna yang dibuat seseorang. Ukuran ini kemudian dikenal sebagai skala semantic differential, yang diasumsikan bahwa makna sesuatu bisa dilihat dari penggunaan sesuatu itu bagi si pemberi makna.
  • § Menurut Osgood, ada tiga faktor yang mempengaruhi seseorang dalam memberi makna : Evaluasi, aktivitas dan potensi.

Attribution Theory

  • § Dikembangkan oleh Fritz Heider, teori atribusi berkenaan dengan perilaku apa yang bisa diterima lumrah oleh orang-orang kebanyakan dalam kehidupan sehari-hari.Teori ini dengan demikian menyoal bagaimana kita memahami perilaku kita sendiri dan juga orang-rang lain.
  • § Terdapat beberapa tipe atribusi yang seringkali terjadi:

1.situational causes ( dipengaruhi oleh lingkungan )

2. personal effects

3. ability ( sanggup melakukan sesuatu )

4. effort ( mencoba untuk melakukan sesuatu )

5. desire ( keinginan untuk melakukan sesuatu )

6. sentiment ( perasaan terhadap sesuatu )

7. belonging ( menjadi bagian dari sesuatu )

8. permission ( diijinkan untuk sesuatu hal )

INFORMATION ORGANIZATION

Information-Integration Theory

  • § Teori ini memusatkan perhatian pada bagaimana orang-orang mengakumulasikan dan mengorganisasikan informasi tentang seseorang, objek, situasi atau ide dan dari berbagai sikap-sikap.
  • § Attitude atau sikap adalah prakondisi menuju tindakan tertentu dalam bentuk positif atau negatif terhadap sesuatu objek.
  • § Menurut teori ini semua bentuk informasi memiliki potensi untuk memengaruhi sikap-sikap kita, tetapi  terdapat dua variabel  penting dalam pembentukan sikap: Pertama, valence atau direction. Yakni apakah informasi itu mendukung apa yang kita yakini atau tidak.Kalau mendukung berarti positive valence, begitu sebaliknya.

Kedua, weight.yakni kadar kredibilitas informasi yang kita berikan. Kalau informasinya  benar maka weight-nya akan tinggi, begitu sebaliknya.

  • § Jadi  valence menentukan bagaimana informasi itu mempengaruhi seseorang, sedang weight menentukan seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan.

Expectancy-Value Theory

  • § Dikembangkan oleh Martin Fishben.Menurutnya ada dua jenis  belief /keyakinan. Pertama keyakinan akan sesuatu. Kedua,keyakinan terhadap sesuatu.Yakni perasaan akan adanya kemungkinan hubungan khusus antara dua hal.Misalnya kita meyakini akan adanya penyakit tertentu yang demikian menyiksa sepanjang hidup( belief in ). Kita juga meyakini bahwa ada suatu penyakit yang demikian menyakitkan sehingga orang memilih mati saja daripada menderita penyakit tersebut ( belief about ).
  • § Sikap berbeda dengan keyakinan karena dalam sikap ada penilaian. Sikap berhubungan dengan keyakinan dan menggiring seseorang untuk berperilaku tertentu menurut sikapnya terhadap objek tertentu.
  • § Menurut Fishben sikap itu terorganisir secara tertentu. Hubungan antara sikap dan keyakinan adalah sedemikian rupa sehingga sikap terhadap objek merupakan hasil dari keyakinan terhadap objek tersebut dikalikan evaluasi terhadap objek itu tadi. Jadi sikap adalah fungsi serangkaian keyakinan dan evaluasi yang kompleks.

 JUDGMENT PROCESS

 Social Judgment Theory

  • § Dikembangkan oleh psikolog Muzafer Sherif dkk, teori ini memusatkan  perhatian pada bagaimana  orang melakukan penilaian terhadap pesan
  • § Salah satu penelitian dengan teori ini menemukan bahwa orang di dalam menilai pesan didasarkan pada sebuah “anchors” /patokan atau sebuah referensi.
  • § Dalam seting sosial, patokan sebuah persepsi itu bersifat internal dan didasarkan pada pengalaman masa lalu. Semakin penting sebuah isu bagi ego seseorang di masa lalu, makin kuat pula ia menjadi patokan yang mempengaruhi apa yang ia pahami.
  • § Dalam melakukan penilaian pesan di masyarakat, seseorang akan melakukan pengelompokan persoalan itu berdasarkan persamaannya dengan isu yang pernah ia alami di masa lalu. Pengelompokan terhadap isu-isu tersebut lalu masuk dalam bentangan skala toleransi individu.
  • § Latitude of acceptance adalah, pernyataan atas persoalan yang kita setujui.
  • § Latitude of rejection adalah hal-hal yang tidak kita setujui
  • § Latitude of non comitment adalah pernyataan yang tidak kita tanggapi baik secara setuju maupun tidak
  • § Proses di atas adalah gambaran sistematis tentang bagaimana kita memproses pesan dalam kehidupan sehari-hari.
  • § Latitude of acceptance dan latitude of rejection dipengaruhi oleh variabel pokok yaitu ego involvement. Ego envolvement adalah derajad kepentingan sebuah persoalan bagi seseorang. Ego involvment ini mempengaruhi respon seseorang terhadap sebuah isu.
  • § Bagaimana teori penilaian sosial kaitannya dengan komunikasi ?Pertama, menurut Sherif, penilaian seseorang terhadap sebuah isu bergantung pada patokan internal dan igo involvement. Meski demikian, proses penilaian ini bisa terjadi distorsi baik yang bersifat kontras maupun asimilasi. Yang dimaksud contrast effect adalah jika  penilaian individu terhadap sebuah isu ternyata melampaui/berada di luar dari perspektif yang sesungguhnya ia miliki.Sedangkan assimilation effect muncul ketika orang melakukan penilaian terhadap pesan mendekati sudut pandang yang sesungguhnya ia miliki.Atau dengan kata lain makin dekat isu itu dengan posisi seseorang maka makin terasimilasi, sedangkan makin jauh isu bagi seseorang maka yang terjadi juga makin kontras.Kontras dan asimilasi ini makin diperkuat dengan faktor ego involvement tadi.
  • § Kedua, teori ini bermanfaat di dalam kita melakukan prediksi terhadap sikap.Sebagai berikut: Pertama,  pesan yang masuk dalam kategori lalitude of acceptance akan memungkinkan terjadinya perubahan sikap.Kedua, pesan yang masuk dalam rentang latiotude of rejection tidak akan menimbulkan perubahan sikap.Dalam latitude of acceptance dan laitude of non comitment makin tidak sesuai sebuah pesan dari posisi seseorang maka harapan akan timbulnya perubahan sikap itu makin besar, namun sekali pesan itu masuk dalam wilayah penolakan maka kemungkinan perubahan sikap terhadap pesan itu juga makin kecil.Terakhir, makin besar derajad kepentingan sebuah isu dengan seseorang, semakin besar latitude of rejection,semakin kecil latitude of non comitment dan dengan demikian makin kecil kemungkinan terjadinya perubahan sikap.Makin penting sebuah isu itu bagi seseorang maka makin sulit diharapkan terjadinya perubahan sikap.

 Elaboration Likehood Theory

  • § Dikembangkan oleh psikolog sosial Richard Petty dan John Cacioppo teori ini lalu menjadi salah satu teori persuasi yang amat populer dewasa ini.
  • § Menurut teori ini, seseorang melakukan penilaian terhadap informasi menurut berbagai cara. Suatu ketika evaluasi itu dilakukan dengan cara yang rumit menggunakan pemikiran kritis namun di waktu lain  evaluasi dilakukan secara sederhana tanpa melalui pemikiran kritis.Kadang seseorang begitu memikirkan landasan argumentasi atas sebuah informasi namun di waktu lain tidak demikian halnya.  Elaboration Likehood Theory  lalu menjadi semacam teori kemungkinan  terhadap evaluasi kritis atas sebuah informasi.
  • § Terdapat dua jalan dalam melakukan evaluasi: Pertama, central route. Terjadi manakala kita melakukan penilaian terhadap informasi dengan pemikiran kritis dengan mempertimbangkan apa yang telah kita ketahui sehubungan dengan informasi yang kita evaluasi.Bila jalan ini yang ditempuh maka  seseorang akan melihat berbagai argumentasi yang ada. Dan bila menyangkut pengambilan keputusan untuk mengubah sikap maka keputusan itu sudah tentu berdasar pada apa yang sesunguhnya sudah melekat dalam diri orang tersebut. Kedua, pheripheral route. Yakni ketika kita mempertimbangkan sebuah informasi namun tidak dilakukan dengan cara yang kritis.
  • § Penilaian kritis seseorang sebenarnya bergantung pada dua faktor umum : Pertama, Motivasi.Kedua, kemampuan. Bila motivasi seseorang terhadap sesuatu tinggi maka ia akan menempuh jalan central, demikian sebaliknya.Ada tiga hal yang mempengaruhi motivasi seseorang. Pertama, keterlibatan. Kedua, keberagaman argumentasi. Ketiga, kecenderungan personal untuk memilih jalan kritis.Dari faktor motivasi dan varian faktornya di atas mustahil sampai pada pemilihan jalan  kritis bilamana tidak disertai kemampuan.

 Expectancy Violence Theory

  • § Teori ini merupakan aplikasi dari teori yang dikembangkan oleh Judee Burgoon dkk yang mengasumsikan bahwa si komunikator mengadaptasi dan menyesuaikan perilakunya berdasar respon yang dilakukan oleh lawan bicaranya.
  • § Menurut Expectancy Violence Theory, seseorang telah memiliki pengharapan terhadap perilaku lawan bicara kita berdasarkan norma sosial dan juga pengalaman kita terdahulu dengan orang lain  dan dalam situasi di dalam mana perilaku tadi muncul. Ekspektasi yang kita harapkan muncul dalam perilaku lawan bicara kita itu bisa berupa perilaku nonverbal misalnya tatapan mata, jarak fisik dalam pembicaraan, dan body angle.
  • § Hubungan yang muncul sebagai berikut: bila ekspektasi yang kita harapkan dalam perilaku lawan bicara kita muncul maka persepsi kita terhadap seseorang tersebut cenderung positif.Demikian sebaliknya.

Interpersonal Deception Theory

  • § Teori ini masih berkaitan dengan Expectancy Violence Theory  namun lebih terpusat pada bagaimana seseorang melakukan upaya tertentu yakni semacam penipuan dengan cara memanipulasi informasi, perilaku dan citra agar lawan bicara kita sampai pada sebuah kesimpulan yang keliru atau keyakinan yang meleset.Cara yang dilakukan oleh si komunikator yang hendak menipu adalah dengan suatu strategi perilaku tertentu.
  • § Menurut teori ini, si penanggap kadang bisa mendeteksi kebohongan tersebut dan kemudian dia menaruh curiga bahwa mereka tengah dibohongi.

CATATAN KRITIS

  1. Bab yang kita pelajari ini masuk dalam kelompok teori-teori yang berpusat pada penerimaan pesan yang sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari proses penyusunan pesan. Jadi penyusunan pesan dan penerimaan pesan bagaikan sekeping mata uang dengan dua permukaan tak terpisahkan.
  2. Teori-teori yang dibahas dalam kelompok ini masih dapat digolongkan dalam model rasional yang bersifat personal ( sama dengan bab sebelumnya ) Asumsi dasarnya adalah bahwa seseorang berpikir secara rasional terhadap persoalan dan situasi secara objektif. Meskipun kenyataan menunjukkan bahwa penilaian sosial bisa terjadi juga distorsi.dan bahwa orang menimbang bukti-bukti dan melakukan evaluasi terhadap argumen tertentu hanya bersifat sebagian saja. Ada kesan bahwa teori ini mengandaikan seseorang bisa  melakukan pengambilan keputusan semata rasional dan menyangkal bahwa orang baru berusaha  untuk bersifat rasional dan objektif.
  3. Teori-teori yang dalam dua bab terakhir kita pelajari memang tidak mutlak benar, bagaimanapun ia dihasilkan dari sebuah perkiraan,pengambilan keputusan yang tidak secara langsung dari data yang bisa di amati dan hasil kreativitas pemikiran para ahli psikologi. Kita bisa percaya atau tidak sangat bergantung pada kemanfaatan teori ini dalam menjelaskan situasi riill, dan ini juga hanya sebagian upaya guna memahami komunikasi yang nampaknya kian kompleks.

Referensi :

Stephen W. Littlejohn. 2002.Theories of Human Communication. Ch 7

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 29 November 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: