MENIMBANG TEORI-TEORI KOMUNIKASI TENTANG “MAKNA”

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

Terdapat tiga kelompok teori masing-masing Teori Interaksi Simbolik, Strukturasi dan Konvergensi; Teori Realitas Sosial dan Budaya;serta Teori Pengalaman dan Interpretasi,yang sama-sama mempunyai penekanan tentang bagaimana seseorang memaknai suatu obyek. Berikut akan dijelaskan  masing-masing perspektif teori dengan penekanan khususnya sehingga terlihat perbedaan sudut pandangnya.

Secara umum perbedaan penekanan di antara ketiga kelompok teori di atas dapat dilihat dalam tabel perbandingan thesis ketiga teori itu di bawah ini :

 

KELOMPOK TEORI

THESIS

  1. THEORIES OF SYMBOLIC INTERACTION,STRUCTURATION, AND CONVERGENCE

 

MAKNA DALAM KOMUNIKASI DIBENTUK,DIPELIHARA DAN BERUBAH DALAM SEBUAH INTERAKSI  BAIK INTERAKSI ANTARA INDIVIDU,KELOMPOK SOSIAL MASYARAKAT,MAUPUN INTERAKSI ANTARA INDIVIDU ( MIKRO ) DENGAN  INSTITUSI MAKRO
  1. THEORIES OF SOCIAL AND CULTURAL REALITY

 

MAKNA ATAU REALITAS (ATURAN DAN BUDAYA) ADALAH BENTUKAN SOSIAL /KONSTRUKSI SOSIAL
  1. THEORIES OF EXPERIENCE AND INTERPRETATION
ORANG SECARA AKTIF MELAKUKAN INTERPRETASI DENGAN CARA MEMBERI MAKNA TERHADAP APA YANG IA LIHAT DAN ALAMI

Melihat tabel perbandingan ketiga thesis kelompok teori di atas maka dapat kita beri analisis sebagai berikut:

Dalam dua kelompok teori yang pertama dan kedua yakni THEORIES OF SYMBOLIC INTERACTION, STRUCTURATION, AND CONVERGENCE dan THEORIES OF SOCIAL AND CULTURAL REALITY, makna sebuah komunikasi lebih ditempatkan pada lokus sosial. Lebih spesifik, teori-teori dalam kelompok I  tersebut memahami makna sebagai hasil dan dipelihara dalam sebuah interaksi antar kelompok-kelompok sosial masyarakat.Interaksi itu dibentuk, dipelihara dan juga berubah melalui sebuah konvensi yang berlaku dalam sebuah kelompok sosial atau budaya tertentu. Konvensi ini – meliputi aturan, norma,peran dan makna pada gilirannya akan menentukan realitas dalam sebuah kebudayaan itu sendiri. Sementara teori-teori dalam kelompok II mencoba memahami interpretasi sosial dan cultural bahkan secara ekstrem bisa dikatakan bahwa realitas itu tidak semata objektif melainkan merupakan hasil dari konstruksi sosial. Teori ini memang tidak mengingkari adanya objek fisik namun teori ini tidak hanya melihat sesuatu objek terpisah dari maknanya bagi individu atau sosial. Teori  ini juga menekankan makna komunikasi itu kontekstual, di mana ada semacam rules yang mengikat bagaimana sesuatu itu dimaknai bahkan bagaimana sesuatu itu direspons.

Sekarang kita menelaah kelompok teori ketiga atau THEORIES OF EXPERIENCE AND INTERPRETATION .Thesis pokok teori ini adalah bahwa orang secara aktif melakukan interpretasi dengan cara memberi makna terhadap apa yang ia lihat.Kata kunci untuk mempelajari teori ini adalah “verstehen”  ( understanding ), yakni  proses aktif memahami atas apa yang kita amati,  termasuk teks, tindakan atau situasi — intinya segala hal pengalaman yang kita alami. Individu yang meng-“alami dunianya” memegang peranan utama sebagai sumber makna, meskipun individu itu tidak serta merta memiliki kuasa untuk menghasilkan makna karena ia senantiasa ada  dalam konteks kultural historis.

Kelompok teori ini saya anggap memiliki ciri yang memiliki kemiripan dengan kelompok teori yang pertama, artinya makna beranjak dari titik individu kemudian berproses keluar menuju dunianya ( bukan dari luar ke dalam individu sebagaimmana kelompok teori kedua ). Bedanya kalau kelompok yang pertama asumsi teoritis yang dipakai lebih mendasarkan diri pada psikologi. Sementara kelompok yang terakhir merupakan buah pemikiran yang bersifat filsafati (dan kemudian diaplikasikan pada sebuah teks dengan mengembangkan teori interpretasi tekstual literal ). Kelompok yang pertama merupakan paduan antara gaya pemikiran psikologi kognitivisme, behavioristik, dan sedikit nuansa humanistik. Sementara kelompok yang ketiga merupakan hasil perenungan filsafat fenomenologi dengan konsep pokok teori interpretasi.

Berdasarkan analisis masing-masing  kelompok teori di atas bisa disimpulkan penekanannya sebagai berikut :

 

KELOMPOK TEORI

KEY WORDS

KESIMPULAN

THEORIES OF SYMBOLIC INTERACTION,

STRUCTURATION, AND CONVERGENCE

 

Makna; interaksi Makna — muncul sebagai akibat atau lebih tepatnya ada dalam interaksi
THEORIES OF SOCIAL AND CULTURAL REALITY

 

Makna; konstruksi; rules Makna sudah ada di luar individu (karena merupakan hasil konstruksi  sosial) walaupun tidak “berada” dalam objek semata melainkan ada di dalam relasi dengan manusia sebagai si subjek; karena lokus makna ada di sisi sosial maka dalam melakukan pemahaman atas makna menggunakan rules yang berlaku dalam sosial
THEORIES OF EXPERIENCE AND INTERPRETATION Makna; interpretasi;

pengalaman;

verstehen

Makna diperoleh melalui  interpretasi /pemahaman/ “verstehen” ;Individu sebagai sumber makna namun individu itu senantiasa beradadalam konteks historis kultural.

 

Referensi :

Littlejohn, Stephen W. 2002. Theories of Human Communication. USA: Wadsworth.

 

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 29 November 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: