REVIEWING THE LITERATURE AND WRITING REPORT

 

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

But that’s our business : to arrange ideas in so rational an order that another person can make sense of them. We have to deal with that problem on two levels. We have arrange the ideas in a theory or narrative, to describe causes and conditions that lead to the effects that we want to explain, and do it in an order that is logically and empirically correct… Finally, we want our prose to make the order we have constructed clear. We don’t want imperfection in our prose to interfere with our readers’ understanding. These two jobs converge and cannot be separated. (Becker,1986: 133)

 Pengantar

Sengaja kutipan tulisan Howard Becker dalam bukunya Writing for Social Scientists (1986) saya sajikan di awal tulisan ini karena dalam artikel ini hendak memberikan gambaran sedikit mengenai “kerja seorang peneliti” dalam kaitannya dengan membuat laporan penelitian. Penelitian sosial itu sesungguhnya adalah aktivitas yang bersifat ‘communal’. Artinya pekerjaan penelitian tidak bisa dipisahkan dari ber- ‘komunikasi’ dengan pihak atau orang lain, biasanya dalam bentuk tulisan. Kita telah pahami, bahwa etika dalam riset salah satunya adalah kewajiban bagi si peneliti untuk membuat orang lain (publik) mengetahui apa yang telah ia lakukan dan temuan atau hasil yang ia dapatkan. Itulah sebabnya, dirasa perlu dalam tulisan ini kita belajar tentang format laporan yang berkaitan dengan cara pencatatan, pelacakan dan pe-rujukan dalam sebuah laporan penelitian.

 Sebuah penelitian yang baik menyaratkan kita telah membaca sejumlah laporan penelitian ( sejenis) lainnya,  sebelum kita mengawali penelitian kita. Laporan penelitian atau yang lazim kita temukan dalam bentuk jurnal ilmiah itu berisi berbagai ide atau gagasan mengenai sebuah topik dan isu-isu dalam sebuah bidang kajian. Jurnal juga menyediakan sumber yang kaya tentang segala macam konsep dan teori, yang pada gilirannya akan mengarahkan kita dalam memfokuskan pokok/topik yang akan kita teliti. Bahkan jurnal juga menyediakan kita data temuan tertentu dan teknik analisis yang bisa jadi kita pinjam untuk diterapkan dalam riset kita. Seorang peneliti pemula ( baca: mahasiswa) wajib hukumnya untuk membaca sebanyak-banyaknya laporan penelitian atau jurnal yang dipublikasikan sebelum dan selama menjalani proses penelitiannya guna  mengetahui topik-topik penting yang ‘sedang nge-trend’, untuk mendapatkan teknik (pengumpulan dan atau analisis data) yang mungkin akan dia pakai, selain tentu saja mengenali berbagai model laporan ilmiah yang sesuai dengan topik dimaksud. Menjalankan penelitian yang baik berarti  sudah memikirkan bagaimana bentuk final laporannya nanti selama penelitian itu berlangsung.  Artikel ini nantinya akan menyoal bagaimana membuat laporan penelitian itu, bagaimana mengkaji research literature   dan bagaimana menggunakan sumber dari internet untuk tujuan penelitian dan bagaimana menuliskannya dengan benar.

 Menulis laporan penelitian: mengapa perlu?

Setelah peneliti menuntaskan penelitiannya, maka tahap selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mengkomunikasikan temuannya ke pada pihak lain melalui laporan penelitian.  Kita akan sangat bisa memeroleh manfaat dari membaca banyak laporan penelitian dan mungkin menyempurnakan lagi dengan mengikuti pelatihan penulisan laporan penelitian.

 Laporan penelitian adalah dokumen tertulis ( atau yang dipresentasikan dengan dasar naskah tertulisnya) yang mengkomunikasikan metode dan temuan sebuah penelitian kepada pihak lain. Laporan itu berarti lebih dari sekedar rangkuman dari temuan; laporan berisi rekaman dari sebuah proses penelitian. Serorang peneliti tidak bisa menunggu hingga penelitian selesai untuk ‘memikirkan’ bagaimana laporan itu dibuat; itu berarti si peneliti melihat ke depan yakni ke ‘bentuk akhir’ laporan nantinya, dengan demikian ia akan senantiasa  mencatat dengan seksama seraya menjalankan penelitian itu. Laporan juga idealnya berisikan tentang alasan kenapa kita memilih topik tersebut, deskripsi lengkap mengenai tahapan penelitian yang kita selenggarakan, sajian data yang kita peroleh, serta mendiskusikan kenapa data tersebut memiliki relevansi dengan pertanyaan yang kita ajukan.

Laporan penelitian akan menjadi media yang mengatakan kepada orang lain apa yang anda, selaku peneliti, lakukan dan apa yang telah anda dapatkan.  Dengan kata lain, laporan penelitian adalah cara menyebarluaskan pengetahuan. Laporan penelitian akan memainkan peran penting dalam menyatukan ‘karya ‘ kita dalam sebuah komunitas ilmiah.  Selain itu, dengan membuat laporan penelitian maka kita telah memenuhi sebagian kewajiban kita yang harus dipenuhi kepada pihak-pihak yang mendanai penelitian kita, atau tugas-tugas ( termasuk skripsi!) yang harus kita jalani untuk menuntaskan kewajiban akademik kita. Laporan penelitian juga akan menjadi sarana yang mendorong kelompok profesioanal untuk memikirkan sesuatu topik yang kita kaji, dan tentu saja memberi tahu khalayak mengenai temuan penting yang perlu bagi mereka.

Melihat kembali semua temuan terkait dengan pertanyaan penelitian adalah tahap esensial dalam sebuah proses penelitian, tidak peduli pendekatan apa yang diterapkan dalam ilmu sosial yang kita adopsi. Sebagaimana berlaku dalam kehidupan ini, adalah lebih baik mengetahui apa yang sudah diketahui orang lain mengenai apa yang kita tanyakan sebelum kita mencari tahu sendiri jawaban  atas pertanyaan tersebut. Ada sebuah klise tentang betapa penting menyediakan cukup banyak waktu membaca sebanyak-banyak apa yang telah dilakukan orang lain (peneliti) mengenai topik yang akan kita gali sebelum kita sendiri menggali penelitian itu. Inilah yang sesungguhnya dilakukan oleh peneliti profesional ketika mengawali studi (riset) mereka!

Bagian berikutnya tulisan  ini akan terkait dengan tujuan melakukan review literatur, di mana kita memeroleh bahan literatur tersebut, dan bagaimana kita memanfaatkan isinya. So, marilah kita belajar mengeksplorasi literatur dengan sistematis. Dan nanti kita lengkapi dengan bagaimana membuat tulisan review dan menempatkannya dalam laporan kita.

 The Literature Review

Literature review didasarkan pada asumsi bahwa pengetahuan itu bersifat akumulatif dan bahwa kita belajar dari dan dibangun oleh apa yang sudah orang lain lakukan. Riset ilmiah adalah upaya kolektif yang dilakukan olah banyak peneliti yang saling berbagi  temuan antara satu dengan yang lain dan yang membangun pengetahuan itu sebagai  sebuah komunitas. Meskipun sebagian penelitian mungkin bersifat sangat penting dan individu periset proyek itu kemudian menjadi tersohor karenanya, sebuah riset penting tertentu itu sebetulnya hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan proses menuju pada pengetahuan. Studi yang kita lakukan sekarang dibangun berdasarkan pada apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Seorang peneliti membaca studi-studi sebelumnya guna membandingkan, mungkin juga mengulanginya lagi, atau bahkan mengkritisinya berdasarkan kelemahan yang mungkin perlu disempurnakan.

 Tujuan membuat Literature Review

Neuman (2000:446) mengemukakan setidaknya ada empat tujuan kita melakukan sebuah literarue review  :

  1. Untuk mendemonstrasikan sejauhmana peneliti mengenali bangunan ilmu dan menunjukkan kredibilitasnya ( di bidang tersebut).  Sebuah review memberi informasi kepada pembaca sejauhmana peneliti mengenal para peneliti lain di bidang diteliti itu dan mengenali isu-isu pokok di dalam bidang tersebut. Sebuah review yang baik dengan demikian akan memberi kesan pada pembacanya tentang latar belakang si peneliti dan seberapa mendalam peneliti itu  kompeten di bidang yang akan dia teliti.  
  2. Untuk menunjukkan jejak penelitian terdahulu dan menunjukkan bahwa penelitian yang sedang dilakukan itu memiliki kaitan dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Sebuah review memberi outline mengenai arah pertanyaan penelitian dan menunjukkan perkembangan dari pengetahuan yang kita kaji. Sebuah review yang baik semestinya menempatkan penelitian tersebut dalam konteks dan mendemonstrasikan relevansinya dengan membuat hubungan dengan a body of knowledge-nya.
  3. Untuk mengintegrasikan dan merangkumkan apa yang telah diketahui dalam bidang yang akan diteliti. Sebuah review akan mengumpulkan dan sekaligus mensistematisasikan hasil-hasil/temuan yang beragam. Sebuah review yang baik akan menunjukkan dalam penelitian terdahulu itu di bagian mana sebuah topik  itu saling sepaham dan di bagian mana masih ditemukan ketidaksepahaman dan di manakah pertanyaan utama itu tetap belum terjawab.  Dengan kata lain, review akan menunjukkan apa yang sudah diketahui pada satu titik tertentu dan mengindikasikan arah penelitian selanjutnya.
  4. Untuk memelajari orang (peneliti) lain dan menstimulasi ide-ide yang baru.  Sebuah review akan memberitahu kita apa yang sudah ditemukan orang lain dan dengan demikian si peneliti bisa memeroleh manfaat dari apa yang sudah dikerjakan orang sebelumnya. Dengan mengetahui mengenai desain riset dan prosedur yang dilakukan sebelumnya, kita pun bisa mengajukan fokus atau menggalinya lagi dengan sudut pandang yang berbeda.

Ketika mengawali menulis sebuah review si peneliti berarti harus memutuskan sebuah topik atau area di mana dia akan teliti, seberapa jauh dia akan menggalinya, dan tentu saja jenis review yang bisa dipakai. Ada enam jenis review yang bisa dilakukan seperti yang diusulkan Neuman (2000:446), kita bisa memadukan beberapa jenis itu menjadi model yang kita pilih atau bisa juga hanya memilih salah satu di antaranya.

  1. Self-study reviews, model ini sesungguhnya merupakan hasil review yang menggabungkan tujuan pembuatan review yang pertama dan keempat sebagaimana diuraikan di depan. Yakni membuat review yang menunjukkan sejauhmana seseorang mengenali bidang kajian yang hendak dia teliti, kemudian memelajari apa yang sudah diketahui peneliti sebelumnya dan kemudian mengajukan sebuah gagasan atau ide baru darinya.
  2. Context reviews,model review ini merupakan hasil dari tujuan pembuatan review yang kedua yang sebenarnya merupakan tujuan umum dari penulisan review yakni menghubungkan penelitian yang dilakukan dengan body knowledge-nya. Review seperti ini biasanya muncul dalam bagian awal sebuah artikel ilmiah atau jurnal ilmiah. Di dalamnya diperkenalkan penelitian yang sudah di ada dan kemudian menyajikan signifiansi atau relevansinya dengan pertanyaan penelitian yang kita ajukan.
  3. Historical reviews, model review ini melacak perkembangan pemikiran mengenai sesuatu isu tertentu dan dari waktu ke waktu.
  4. Theoretical reviews, membandingkan bagaimana teori-teori yang berbeda terkait dengan isu tertentu.
  5. Integrative reviews,merangkumkan apa yang sudah diketahui pada suatu masa tertentu.
  6. Methodological reviews,menunjukkan bagaimana sebuah metodologi bervariasi dalam sebuah bidang kajian tertentu.

 Dalam memilih model review, kita bisa menggabungkan antara dua model sekaligus. Misalnya model kedua dengan ketiga.  Sementara model  Theoretical reviews  umumnya akan diikuti model ketiga (Historical reviews)

 Where to Find Research Literature

Para peneliti masa kini bisa mempublikasikan hasil penelitiannya dalam berbagai media. Jaman dulu kita hanya bisa memeroleh bahan review dengan mengaksesnya melalui buku yang merupakan hasil penelitian, artikel jurnal ilmiah, disertasi, thesis atau skripsi, dokumen pemerintah, dalam laporan-laporan kebijakan pemerintah. Hasil penelitian seringkali juga dipresenntasikan melalui berbagai forum seminar atau pertemuan profesional akademisi.

Ada beberapa ‘laporan penelitian’ yang bisa didapatkan dari buku teks, surat kabar, majalah populer , radio atau berita televisi, namun perlu diingat bahwa itu bukan benar-benar laporan ilmiah. Para jurnalis biasanya hanya mengutipkan bagian tertentu atau merangkumkan hasil tertentu untuk tujuan “pemikat“ atau penampilan populer dan tidak terlalu memberi kemanfaatan pembelajaran atau hanya ditujukan untuk khalayak umum  saja. Popularisasi yang demikian itu meniadakan detil proses penelitian sebagaimana dituntut oleh kalangan peneliti akademik sehingga tidak cukup data untuk melakukan kritisi dan mengevaluasinya. Pun tidak terlalu bermanfaat untuk dijadikan dasar bangunan ilmu pengetahuan.

Jurnal ilmiah adalah sumber pokok yang paling bisa dipercaya ketika kita mencari bahan review literatur. Dalam penilaian sebuah usul penelitian, pemanfaatan jurnal ilmiah oleh calon peneliti akan memeroleh penilaian yang tinggi. Masing-masing bidang ilmu memiliki tradisi yang berbeda dalam ragam bentuk penulisan, namun umumnya di dalamnya kita temukan artikel hasil penelitian ilmiah mutakahir. [……]

How to Read Journal Articles

Ada teknik dalam membaca jurnal sehingga memberi kemanfaatan yang optimal Neuman ( 2000:458 berdasarkan adaptasi dari Katzer,Cook and Crouch,1991:199-207) memberi kiat sebagai berikut :

  1. Bacalah artikel jurnal tersebut dengan tujuan yang sudah ada ‘di kepala’. Apakah anda membaca sekedar untuk mencari pengetahuan yang dasar-dasar saja atau memang akan mengaplikasikannya dalam ‘bentuk pertanyaan tertentu’?
  2. Baca artikel secara garis besar terlebih dahulu sebelum membaca secara detil. Apa yang bisa ditangkap dari judul artikelnya, abstraknya,summary –nya, simpulan  kata kalimat-kalimat dalam sub judul yang ditekankan.  Lalu catat apa topik, temuan pokok, metode dan kesimpulan utamanya?
  3. Pertimbangan perspektif atau orientasi pribadi anda. Apakah terjadi bias pribadi ketika membaca topik, metode dan sumber publikasinya dan sbagainya, yang semuanya itu bisa mewarnai pembacaan anda terhadap jurnal tersebut.
  4. Mempertimbangkan pengetahuan yang sudah kita punya terkait dengan jurnal tersebut. Artinya, apa yang sudah anda ketahui sehubungan dengan topik dan metode yang digunakan? Sejauhmana kredibilitas jurnal tersebut?
  5. Buatlah evaluasi anda terhadap jurnal tersebut. Adakah kesalahan-kesalahan yang mungkin terlewatkan? Apakah simpulan atau temuan itu sejalan dengan data yang ada? Apakah artikel tersebut konsisten dengan asumsi yang dipakai dalam pendekatan penelitiannya?
  6. Buatlah rangkuman seperti halnya kalau kita membuat ‘abstrak’ yang berisi topik, metode yang digunakan, dan temuan-temuannya. Periksa dengan cermat, keakuratan dari temuan dan pertanyaan yang diajukan dalam artikel tersebut?

(Bersambung)

Referensi :

Becker, Howard S. 1986. Writing for Social Scientists: How to start and finish your thesis, book or article. Chicago : University of Chicago Press.

Neuman, W. Lawrence. 2000. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. 4 ed. USA: Allyn & Bacon.

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 13 November 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: