SERIAL TEORI KOMUNIKASI (2) : Membaca A First Look At Communication Theory karya EM Griffin

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

Selain buku karangan Stephen W. Littlejohn Theories of Human Communication yang legendaris  itu, ada beberapa literatur pokok yang menguraikan dengan komprehensif mengenai fenomena komunikasi manusia. Salah satu di antaranya adalah buku karangan EM Griffin berjudul A First Look At Communication Theory terbitan Mc Graw Hill. Pertama kali terbit tahun 1991, sampai dengan tahun 2011 buku ini sudah mengalami revisi hingga edisi yang ke delapan.

Berbeda dengan buku Littlejohn, buku Griffin ini lebih mengesankan berupaya menyajikan uraian mendalam berbagai macam teori yang mewakili bermacam konteks fenomena komunikasi. Sebagaimana telah saya singgung dalam serial teori komunikasi (1) beberapa waktu lalu, dalam bab awal buku Griffin ini, tepatnya dalam chapter 2,  juga menyinggung tentang pembagian teori komunikasi menurut tradisi keilmuwan seperti diusulkan Robert Craig. Hanya saja, tujuh tradisi keilmuwan itu tidak dijadikan landasan di dalam penjabaran dalam uraian materi keseluruhan buku ini seperti yang kita temukan dalam uraian buku Littlejohn.

first look at communication theories 8 edCitarasa buku ini juga terasa lain dibanding buku Littlejohn, setidaknya dari cara menguraikan sesuatu konsep yang acapkali disisipi dengan ilustrasi baik dalam ilustrasi visual maupun ilustrasi kejadian sehari-hari. Buku Griffin ini secara umum juga menyiratkan penonjolan dari tradisi retorikanya, atau kajian mengenai komunikasi dalam konteks interaksi interpersonal, kelompok dan dalam situasi kerja. Hal demikian tidak bisa dilepaskan dari latar belakang Griffin yang memang memfokuskan diri pada kajian mengenai “the development of close fiendships”.  Kita bisa sejajarkan buku ini dengan nuansa karya Griffin lain yang sangat aplikatif misalnya, The Mind Changes yang mengupas mengenai bagaimana teknik – teknik persuasi berlangsung. Kemudian ada lagi buku berjudul Getting Together yang merupakan tulisan hasil  riset mengenai kepemimpinan yang efektif dalam sebuah kelompok. Tidak ketinggalan buku berjudul Making Friends yang menggambarkan petunjuk meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal dan membangun kedekatan hubungan.

EM Griffin

EM Griffin

Lalu, apakah kemudian buku berjudul A First Look At Communication Theory  ini juga berisi uraian pragmatis semata? Tentu saja tidak, justru buku ini sangat kental berisi uraian mendalam sesuatu teori komunikasi yang terbagi dalam lebih dari 35 chapter! Setidaknya terdapat 32 teori komunikasi dari berbagai dimensi yang bisa kita pelajari dalam buku ini, dengan masing-masing teori memakan ruang  sekitar 10 sampai 12 halaman. Yang menarik di setiap akhir bab kita bisa memperdalam uraian setiap teori dengan melacak lebih jauh dari referensi lanjut yang disarankan termasuk juga bisa memeroleh paper review dari sumber belajar online http://www.afirstlook.com

Salah satu keunggulan buku Griffin sebagai satu pengantar menuju teori komunikasi manusia adalah uraiannya yang cukup unik tentang perbandingan teori-teori (komunikasi) obyektif dan teori-teori (komunikasi) subyektif.  Paparan ini bisa dibaca di chapter berjudul  Talk About Theory. Meski pada dasarnya Griffin menguraikan perbedaan antara  teori yang bersifat obyektif dan teori yang bersifat subyektif, namun jangan harap dia memaparkannya secara lugas sebagaimana gaya penulisan ilmuwan scientis. Lagi-lagi, Griffin memilih menjabarkanya melalui ilustrasi, misalnya dengan menceritakan pengalaman dia ketika pertama kali mengajar di Wheaton College dan berkenalan dengan dua orang mahasiswanya yang sama-sama mengambil mata kuliah persuasi. Dua orang mahasiswa ini bernama Glenn dan Marty. Dikisahkan oleh Griffin, kedua orang mahasiswa ini dimintai komentarnya mengenai sebuah iklan. Glenn dan Marty pun mengemukakan sebuah argumen yang berbeda mengenai iklan Aspirations of Kids in Monster.com Ad ini.  Pendek kata, melalui ceritanya tersebut Griffin hanya ingin menegaskan bahwa kedua mahasiswanya tersebut mewakili dua calon ilmuwan yang berkembang dari dua latar belakang yang berbeda. Glenn adalah seorang behavioral scientist, sementara Marty adalah seorang rhetorician. Glenn dilatih untuk  melakukan penelitian secara empiris, sedangkan Marty menjalani pembelajaran dengan kurikulum humanities. Glenn cenderung memilih eksperimen dalam menjalankan risetnya, dan Marty lebih menyukai model interpretasi text.

Membaca chapter berjudul Talk About Theory ini diharapkan pembaca buku ini fasih menguasai dua alam yang berbeda ketika membicarakan fenomena komunikasi yang sama.  Atau mulai mengerti bahwa ada dua pendekatan yang berbeda dalam mengkaji komunikasi yakni pendekatan obyektif dan pendekatan interpretatif. Pendekatan obyektif seperti yang dipakai Glenn dan pendekatan Interpretatif sebagaimana digunakan Marty pada dasarnya menjelaskan perbedaan dalam hal starting point atau titik awal memandang persoalan, metode dan simpulan yang diperoleh.  Glenn adalah seorang social scientist yang senantiasa berusaha untuk objective; sedangkan Marty adalah seorang rhetorical  critic yang menggeluti kajian komunikasi dengan studi interpretative.

Menutup uraian di chapter 1 Griffin membuat peta yang menggambarkan kaitan antara  ke tujuh tradisi keilmuwan dengan rentang pendekatan obyektif-interpretative. Selanjutnya keseluruhan bab dalam buku ini menguraikan 32 teori yang dibagi dalam beberapa konteks atau topik komunikasi yakni : interpersonal message, cognitive processing, relationship development, relationship maintenance, influence, group decision making, organizational communication, public rhetoric, media and culture, media effects, intercultural communication, gender and communication.  Dalam setiap konteks komunikasi ini nantinya akan diuraian dua atau lebih teori.

Berikut ini saya rangkumkan ke- 32  teori yang dijabarkan Griffin dalam dua belas  konteks atau topik komunikasi tadi:

KONTEKS : INTERPERSONAL MESSAGES

(1)    Symbolic Interactionism

(2)    Coordinated  Management of Meaning (CMM)

(3)    Expectancy Violations Theory

(4)    Interpersonal Deception Theory

KONTEKS : COGNITIVE PROCESSING

(5)    Constructivism

KONTEKS : RELATIONSHIP DEVELOPMENT

(6)    Social Penetration Theory

(7)    Uncertainty Reduction Theory

KONTEKS : RELATIONSHIP MAINTENANCE

(8)    Relational Dialectics

(9)    The Interacional View

KONTEKS : INFLUENCE

(10)Social Judgment Theory

(11)Elaboration Likehood Model

(12)Cognitive Dissonance Theory

KONTEKS : GROUP DECISION MAKING

(13)Functional Perspective on Group Decision Making

(14)Adaptive Structuration Theory

KONTEKS : ORGANIZATIONAL COMMUNICATION

(15)Information System Approach to Organizations

(16)Cultural Approach to Organizations

(17)Critical Theory of Communication Approach to Organizations

KONTEKS : PUBLIC RETHORIC

(18)The Rhetoric

(19)Dramatism

(20)Narrative Paradigm

KONTEKS: MEDIA AND CULTURE

(21)Technological Determinism

(22)Semiotic

(23)Cultural Studies

KONTEKS : MEDIA EFFECTS

(24)Cultivation Theory

(25)Agenda Setting Theory

(26)The Media Equation

KONTEKS : CULTURAL CONTEXT-INTERCULTURAL COMMUNICATION

(27)Anxiety /Uncertainty Management Theory

(28)Face Negotiation Theory

(29)Speech Codes Theory

KONTEKS : GENDER AND COMMUNICATION

(30)Genderlect Style

(31)Standpoint Theory

(32)Muted Group Theory

(Bersambung)

Referensi :

Griffin ,EM .2003. A First Look At Communication Theory. 5th ed. New York:  Mc Graw Hill.

Sumber ilustrasi : http://www.afirstlook.com/meet_em

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 21 Oktober 2013.

5 Tanggapan to “SERIAL TEORI KOMUNIKASI (2) : Membaca A First Look At Communication Theory karya EM Griffin”

  1. […] Litttlejohn menggunakan pembagian teori komunikasi menurut tujuh tradisi menurut Robert Craig yaitu : ( 1) the semiotic; (2) the phenomenological ;(3) the cybernetic; (4) the sociopsychological ;(5) the sociocultural; (6) the critical; dan (7) the retorical.  Beberapa dari tradisi teori ini memang terkesan saling bertolak belakang, sementara beberapa di antaranya justru agak saling tumpang tindih. Adalah tugas para pembelajar teori komunikasi di tahap awal untuk memahami masing-masing tradisi tersebut dalam membicarakan mengenai “komunikasi” . Dengan memahami pemetaan teori komunikasi maka kita akan bisa memahami komunikasi secara lengkap (BERSAMBUNG). […]

  2. […] Griffin, EM. 2004. A First Look at Communication Theory. 5th ed. New York: McGraw Hill […]

  3. […] (tulisan sebelumnya) […]

  4. Luar biasa pmahaman sdr. Ttg buku em griffin ini. Saya sangat tertarik dgn pembahasan selanjutnya. Mohon penjabaran teori2 tsb. Klo boleh di share buku em griffin ini versi bhs indonesianya. Terima kasih.

    • Terimakasih…. sedang diupayakan kodifikasi beberapa tulisan terkait penjabaran teori-teori dalam buku ini. Buku EM Griffin edisi Indonesia setahu saya memang belum ada. Mungkin suatu saat melalui blog ini saya sajikan semacam review lengkap begitu? he he he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: