METHODOLOGICAL DEVELOPMENTS IN POLITICAL COMMUNICATION RESEARCH (Doris A. Graber University of Illinois at Chicago)

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

How Research Methods Evolved: An Overview

Keberagaman dalam pendekatan penelitian yang digunakan oleh para ahli komunikasi politik telah berkembang selama kurun waktu beberapa abad, meski esensi politik sesungguhnya tidak banyak berubah. Metode itu selalu berkaitan dengan konstruksi, pengiriman , penerimaan dan pemrosesan pesan yang berhubungan dengan politik. Metode kajian yang dilakukan para ahli dan pelaku politik dahulu kala secara sederhana digambarkan mulai dari melakukan pengamatan terhadap orang-orang yang berkomunikasi tentang politik, menganalisis apa yang muncul sebagai konsekuensinya dan kemudian berspekulasi bagaimana konsekuensi yang tampak  dan bagaimana itu bisa dilakukan atau dihindari.

Pada masa kini, metode kajian sudah makin terencana dan sistematis, diawali dengan menyusun hipotesis, yang kemudian diuji, dengan menggunakan berbagai metode. Konsep komunikasi juga telah berkembang dengan lebih seksama didefinisikan,dengan indikator yang lebih baik dan metode yang digunakan untuk mengujinya juga sudah berkembang makin canggih. Sebagai contoh, dari waktu ke waktu konsep “ media use” yang begitu penting dalam banyak studi efek komunikasi massa, telah diperbaharui dengan seksama. Tidak cuma memahaminya sebagai “ general exposure to the medium in question” ,para ahli sekarang telah membedakan antara “exposure to content” dengan “attention to content”  dan juga “exposure or attention to particular aspects of content” . Isi atau “content” dengan demikian, tidak digunakan tanpa ada spesifikasinya. Pengukuran terhadap penggunaan media juga makin sensitif, dengan mengujinya melalui metode yang lebih tepat dengan demikian bisa mendeteksi efek politik dengan lebih akurat.

Doris A. Graber

Doris A. Graber

Model-model penelitian juga telah banyak ditambahkan dengan mengembangkan teknologi komunikasi yang canggih. Komputer, misalnya, telah menjadi semacam “tongkat ajaib pembuka”,  tidak cuma mengambil data namun juga sekaligus mampu mengolah data komunikasi politik yang demikian melimpah ruah.  Kelihatannya ,  bagaimana otak manusia memproses komunikasi politik dapat dipelajari dengan makin akurat karena teknik imaji baru yang memanfaatkan resonansi magnetik yang memungkinkan kita bisa meneliti aktivitas kerja otak manusia. Manakala studi efek komunikasi massa  bisa beranjak lebih jauh dengan menanyakan kepada responden tentang pergolakan emosi dengan cara mengukur pergolakan itu dengan melihat perubahan aktivitas otak, rata-rata detak jantung, perubahan permukaan kulit, maka banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa dijelaskan sekaligus melebarkan rentang penelitian yang bisa dilakukan lebih lanjut.

Meski demikian, sejumlah besar penelitian masih dikonseptualisasikan dan dilakukan dengan menggunakan metode (yang benar dan pernah diujicoba) berupa observasi seksama pada perilaku komunikasi dan segala konsekuensinya dan dengan seksama menganalisis komunikasi yang terekam dan hasil-hasilnya.  Penelitian yang seperti itu memang memiliki banyak kelemahannya, dan tentu saja, tidak bisa dibandingkan dengan tingkat presisi yang dihasilkan dengan metode modern. Namun, sebagaimana diharapkan, tetap saja bisa mencapai hasil yang luar biasa.  Hal tersebut dikarenakan, menurut saya, pemahaman orang yang melakukan observasi untuk menganalisis komunikasi dalam konteksnya, menimbangnya dengan aspek historis, sosial,  ekonomi, dan situasi politik yang melingkupi pesan-pesan spesifik tersebut. Sayangnya, banyak penelitian modern terlampau sempit fokusnya dan tidak mampu melakukan sebagaimana penelitian klasik itu ( Berger,2000, Gunter,2000).

Meski metode penelitian telah berubah, fokus-fokus penelitian tetap saja sama. Metode itu tidak lain adalah pengejawantahan dari pertanyaann terkenal yang dikemukakan oleh ilmuwan Harold Laswell dalam esai yang dipublikasikan tahun 1969. Laswell berpendapat, ilmuwan komunikasi itu sesungguhnya tidak jauh dari upaya mencari sifat dan konsekuensi komunikasi dengan menanyakan : “ Who says what to whom in what channel, with what effect?”  Perhatian bisa difokuskan pada pengirim dan penerima pesan, pada pesan itu sendiri dan pada saluran melalui mana dilakukan pengiriman (pesan) dari pengirim hingga kepada yang dituju dan terakhir fokus pada efek  dan, jika memang ada, pada hasil-hasil nyatanya. Itulah sebabnya,  ilmuwan komunikasi politik mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik yang menonjol dari sumber pesan politik, latar belakang dan sikap-sikap yang penerima berikan dalam menginterpretasikan pesan tersebut, bentuk dan isi dari pesan, efek dari berbagai bentuk saluran komunikasi yang digunakan dan puncaknya dampak pesan-pesan politik yang bekerja pada level individu dan sosial.

Tulisan ini kembali akan ditampilkan secara serial, memfokuskan pada perkembangan mutakhir dari empat jenis metode yang digunakan oleh ilmuwan komunikasi politik dalam mengeksplorasi area utama komunikasi politik sebagaimana diidentifikasikan oleh Laswell.  Tulisan ini berusaha memberi garis besar perkembangan terakhir metode tersebut lengkap dengan catatan kelebihan dan kekurangannya. Perhatian pertama jatuh pada penelitian survai yang digunakan untuk menggali apa dan bagaimana berbagai lapisan masyarakat memikirkan tentang isu politik sebagai wujud dari informasi politik yang telah masyarakat dapatkan. Bahasan kemudian berlanjut pada analisis isi, framing dan berbagai presentasi pesan-pesan verbal politik. Content  analysis menjadi metode yang paling ‘terkenal’ dan paling banyak digunakan dalam penelitian komunikasi politik.  Sejalan dengan makin merata dan pentingnya transmisi pesan secara audiovisual, tulisan ini mencoba meneropong persoalan yang bisa dan belum terpecahkan terkait dengan munculnya bidang  analisis isi audiovisual.  Selanjutnya,  pembahasan beralih pada pentingnya, meski kurang dimanfaatkan, teknik analisis jaringan melalui mana informasi bergerak dengan menggunakan berbagai macam saluran di mana sistem komunikasi dapat dilacak. Akhirnya, tulisan ini melaporkan pemikiran terbaru yang mungkin akan menjadi studi efek komunikasi dengan metode eksperimen.

(Bersambung ke judul artikel CONTENT ANALYSIS TECHNIQUES )

Referensi:

Doris A Graber.  2004. “METHODOLOGICAL DEVELOPMENTS IN POLITICAL COMMUNICATION RESEARCH” Dalam Kaid,Lynda Lee (ed).  Handbook of Political Communication Research. USA: Lawrence Erlbaum Associates.

Sumber foto: http://atlas.las.uic.edu/atlas/2011/12/founding-a-legacy-for-women-in-academe

 

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 3 Juli 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: