WAWANCARA ETNOGRAFI

Wawancara dalam etnografi tak ubahnya dengan sebuah wawancara percakapan persahabatan. Seorang etnografer yang berpengalaman, memang bisa mengumpulkan banyak data melalui aktivitas percakapan persahabatan ketika dalam waktu yang bersamaan tengah menjalankan pengamatan terlibat. Tanpa disadari oleh orang-orang yang diajaknya bercakap-cakap, seorang etnografer bisa menyisipkan beberapa pertanyaan etnografi tersebut.

Idealnya memang, wawancara etnografi terselenggara tatkala telah tercipta suasana kondusif antara etnografer dengan informan dalam sebuah percakapan persahabatan dan sedikit demi sedikit etnografer memasukkan beberapa unsur  baru informasi yang dia perlukan dan diharapkan dijawab oleh informan. Memaksakan unsur baru pertanyaan etnografi dengan tidak hati-hati hanya akan membuat wawancara berubah menjadi ‘wawancara formal belaka’.

Lalu apa itu unsur etnografi yang paling penting dalam sebuah wawancara etnografi?

Pertama, tujuan yang eksplisit. Sejak mula pertama dilangsungkan wawancara etnografi maka antara etnografer dengan informan sudah disadari bahwa percakapan di antara mereka haruslah memiliki tujuan dan arah. Etnografer memiliki suatu gambaran tentang dunia informan yang masih kabur atau belum jelas, dan diharapkan melalui wawancara maka data yang diperoleh akan menjadikan gambaran tersebut jelas baginya.  Karena wawancara etnografi melibatkan tujuan dan arah, maka tidak terelakkan bentuk percakapan itu menjadi formal dibandingkan dengan percakapan persahabatan. Dalam hal ini maka, tanpa perlu menjadi otoriter maka etnografer secara perlahan seyogyanya mengontrol pembicaraan dengan cara mengarahkan pembicaraan itu ke arah jalur-jalur yang menuju penemuan pengetahuan budaya informan.

Kedua, penjelasan etnografi. Sejak pertemuan pertama sampai wawancara terakhir, etnografer secara berulang-ulang harus memberikan penjelasan kepada informan. Sambil memelajari budaya informan, informan bisa menjelaskan mengenai apa pertanyaan paling umum dari penelitian tersebut. Etnografer bisa menerjemahkan tujuan dalam melakukan etnografi ini dengan menggunakan istilah yang dimengerti oleh informan. Selanjutnya,  etnografer juga harus menjelaskan mengenai perekaman. Penjelasan ini mencakup semua pernyataan mengenai pencatatan berbagai hal serta alas an melakukanperekaman dalam wawancara. “ Saya akan mencatat beberapa dalam percakapan ini” atau “ Saya akan merekam percakapan ini sehingga saya dapat mengulanginya nanti, apakah  Anda bersedia?”. Kemudian, penjelasan bahasa asli.  Karena tujuan etnografi adalah kebudayaan dalam istilahnya sendiri, maka etnografer harus mendorong informan untuk berbicara dengan orang lain dalam suasana budaya mereka sendiri.  Penjelasan ini akan mengingatkan informan untuk tidak menggunakan keahlian penerjemahan mereka.

Penjelasan pertanyaan. Alat utama yang digunakan oleh etnografer untuk menemukan pengetahuan budaya orang lain adalah pertanyaan etnografi. Karena terdapat berbagai jenis yang berbeda, maka penting untuk menjelaskannya sebagaimana pertanyaan itu digunakan.

Pertanyaan etnografi. Pertanyaan ini meliputi berbagai hal seperti berikut :

  1. Pertanyaan deskriptif. Tipe pertanyaan ini memungkinkan seseorang untuk mengumpulkan satu sample yang terjadi dalam bahasa informan. Pertanyaan deskriptif merupakan tipe pertanyaan yang paling mudah untuk diajukan dan digunakan dalam semua wawancara. Contohnya adalah : “Dapatkah anda  mendeskripsikan tentang  pertemuan rembug desa yang anda hadiri?”
  2. Pertanyaan struktural. Pertanyaan jenis ini memungkinkan etnografer untuk menemukan informasi mengenai domain  unsur-unsur dasar dalam pengetahuan budaya seorang informan. Pertanyaan-pertanyaan itu memungkinkan kita untuk menemukan bagaimana informan mengorganisir pengtahuan mereka. Contoh-contoh pertanyaan struktural adalah : “ Jenis  tanaman  apa saja yang anda tanam selama musim tanam ? “
  3. Pertanyaan kontras. Etnografer bisa menemukan berbagai hal yang dimaksudkan oleh informan  dengan berbagai istilah yang digunakan dalam bahasa aslinya.  Pertanyaan kontras memungkinkan etnografer menemukan dimensi makna yang dipakai oleh informan untuk membedakan berbagai obyek dan peristiwa dalam dunia  mereka. Contoh  pertanyaan kontras misalnya: “ Apakah  perbedaan antara ubi jenis A dengan ubi jenis B ? “     

    Bacaan :

Basrowi dan Sukidin. 2002. METODE PENELITIAN KUALITATIF PERSPEKTIF MIKRO. Surabaya : Penerbit Insan Cendekia.

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 24 Mei 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: