INTERTEKSTUALITAS

Julia Kristeva

Julia Kristeva

Adalah Julia Kristeva yang memperkenalkan konsep intertekstualitas. Lahir di Bulgaria pada tahun 1941 dan berhasil mencapai reputasi gemilang sebagai seorang linguis dan ahli semiotik khususnya ketika mulai bergabung dengan kelompok Tel Quel di Paris pada akhir tahun 1960-an dan 1970-an. Karya-karyanya mengenai bahasa, subjektivitas dan seksualitas yang secara khusus dilandasi psiko-analisis Lacanian telah menjadi pusat perdebatan di kalangan feminis kontemporer.

Menurut Kristeva, prinsip yang paling mendasar dari intertekstualitas adalah bahwa – seperti halnya tanda-tanda yang lain—setiap teks mengacu kepada teks-teks yang lain. Dengan perkataan lain, intertekstualitas dapat dirumuskan secara sederhana sebagai hubungan antara sebuah teks tertentu dengan teks-teks lain.

Kristeva menggunakan istilah intertekstualitas untuk menjelaskan fenomena dialog antarteks—kesalingtergantungan antara satu teks ( karya) dengan teks (karya) sebelumnya. Sejalan dengan kecenderungan postformalitas Bakhtin, Kristeva melihat kelemahan dalam konsep referensi-diri formalisme dan modernisme, yaitu pada kecenderungan melecehkan kutipan atau kuotasi. Bagi Kristeva, sebuah teks atau karya seni tak lebih dari semacam permainan dan  mosaik kutipan-kutipan dari berbagai teks atau karya masa lalu—semacam ruang pasca serjarah, yang di dalamnya beberapa kutipan dari berbagai ruang, waktu dan kebudayaan yang berbeda-beda saling berdialog. Sebagaimana dikatakan oleh Kristeva “ setiap teks memeroleh bentuknya sebagai mosaik kutipan-kutipan, setiap teks merupakan rembesan dan transformasi dari teks-teks lain…..” Sebuah teks (karya) hanya dapat eksis apabila di dalamnya, beberapa ungkapan yang berasal dari teks-teks lain, saling silang menyilang dan saling menetralisasi satu sama lain (Kristeva, 1979:36) Teks, sebagai sebuah tanda eksistensinya bersifat universal. Tanda digunakan oleh komunitas lain, dalam konteks dan referensi budaya yang berbeda (Purwasito, 2003 : 39).

Sebagai proses linguistik dan diskursif, Kristeva menjelaskan intertekstualitas sebagai pelintasan dari satu sistem tanda ke sistem tanda lainnya. Suatu pelintasan yang hanya dimungkinkan bila sebuah teks berada di dalam ruang pasca sejarah versi Baudrilliard; bila perjalanan sebuah teks (karya ) bukan lagi perjalanan kemajuan menuju kebaruan abadi versi Habermas, akan tetapi tamasya di antara kepingan-kepingan tanda yang sudah diwariskan. Kristeva menggunakan istilah transposisi untuk menjelaskan pelintasan di dalam ruang pascasejarah ini, yang di dalamnya satu (atau beberapa) sistem tanda digunakan untuk menginterogasi satu ( atau beberapa) sistem tanda yang ada sebelumnya. Interogasi tekstual ini dapat menghasilkan ungkapan-ungkapan baru yang sanagat kaya dalam bentuk maupun maknanya. Interogasi tekstual ini dapat berupa sekadar peminjaman dan penggunaan kembali (pastiche); distorsi, pelesetan, atau sekadar lelucon (parodi); pengelabuhan  identitas dan penopengan (camp) serta reproduksi ikonis (kitsch)(Piliang,2001:284)

Dalam pandangan Kristeva, sebuah karya hanya dapat dibaca dalam kaitannya dengan atau dalam pertentangannya terhadap teks-teks lain yang menjadi resapannya. Melalui hal terakhir inilah seseorang, beserta harapan-harapannya, dapat membaca dan menstrukturkan teks, menemukan ciri-ciri yang menonjol di dalam sebuah teks dan memberikannya sebuah struktur.

Bacaan :

Budiman, Kris. 1999. Kosa Semiotika. Jogjakarta: LKiS

Kristeva, Julia. 1979. Desire in Language : A Semiotic Approach to Literature and Art.  Oxford: Basil Blackwell.

Lechte, John. 2001. 50 Filsuf Kontemporer Dari Strukturalisme sampai Postmodernitas. Jogjakarta : Penerbit Kanisius.

Piliang, Yasraf Amir. 2001. Sebuah Dunia Yang Dilipat. Mizan.

Purwasito, Andrik, 2003. Komunikasi Multikultural. Surakarta: UMS Press.

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 2 Mei 2013.

Satu Tanggapan to “INTERTEKSTUALITAS”

  1. […] suatu produk kia mengkateorisasikan dunia melalui pengertian yang dibangun sebara diskursis ( Kristeva, 1986). Postrukturalis, dalam pandangan Michel Foucault melihat pengetahuan lahir dari suaru proses […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: