SERI “PERCIKAN FILSAFAT” KARANGAN PROF. DR. N. DRIJARKARA SJ

Prof. Dr. N. Drijarkara.SJ

Prof. Dr. N. Drijarkara.SJ

EKSISTENSIALISME

Eksistensialisme sebagai reaksi terhadap materialisme

Mungkin di antara kita sudah sering mendengar istilah eksistensialisme! Apakah eksistensialisme itu? Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang memandang segala-galanya dengan berpangkal kepada eksistensi. Akan tetapi apakah eksistensi itu? Itukah yang  harus kita terangkan.  Menurut asal kata, eks berarti (ke) luar; dan sistensi berarti menempatkan, berdiri. Lihatlah, dengan hanya mengingat asal kata, kita masih dalam kegelapan! Namun kelak akan nampak, bahwa asal kata, ialah eks dan sistensi itu memuat banyak keterangan! Akan tetapi tunggulah dahulu.

Dengan meninggalkan etymologi atau asal kata dulu, dengan langsung saja dikatakan, bahwa yang dimaksud dengan eksistensi ialah cara manusia berada di dunia ini. Cara itu hanya khusus bagi manusia. Jadi yang bereksistensi itu hanyalah manusia. Jadi perlu diingat, eksistensi tidak sama dengan berada. Tiap barang yang ada itu berada, atau lebh baik jika dikatakan: mengada! Akan tetapi tidak tiap-tiap barang itu bereksistensi. Batu, pohon, kerbau, tidak bereksistensi. Yang bereksistensi itu hanya manusia. Ada dari manusia atau caranya manusia berada itulah yang disebut eksistensi.

Mengapakah cara manusia berada itu disebut eksistensi? Dengan kata lain, apakah yang secara khusus merupakan sifat dari manusia itu? Manakah atau apakah tiap yang khusus, yang menyebabkan eksistensi berlainan dari lain-lain cara berbeda?

Untuk menerangkan itu kaum eksistensialisme menunjuk, bahwa manusia itu berada di dunia. Tentu saja tidak ada seorangpun yang akan menyangkal pertanyaan itu ! Soalnya : apakah artinya jika dalam  filsafat eksistensialisme dikatakan bahwa manusia itu berada di dunia?  Untuk menjawab pertanyaan itu aliran eksistensialisme bermula dengan…. Menghantam aliran materialisme. Dan memang eksistensialisme adalah suatu reaksi  terhadap materialisme. Jadi eksistensialisme memerangi pendapat materialisme  tentang manusia. Bagaimanakah pandangan materialisme tentang manusia? Menurut materialisme apakah artinya jika kita berkata, bahwa manusia itu berada di dunia? Dalam pandangan materialisme, baik yang kolot maupun yang termodern, manusia itu pada akhirnya tak lain dan tak bukan kecuali benda dunia seperti benda lainnya. Kita berkata ‘ pada akhirnya ‘ atau  pada dasarnya, pada prinsipnya, pada instansi yang terakhir. Sebab dalam materialisme juga tidak dikatakan, bahwa manusia itu sama saja dengan kerbau atau lembu! Materialisme tidak berkata, bahwa manusia itu sama saja dengan batu atau pohon! Akan tetapi materialisme mengatakan, bahwa pada akhirnya, pada dasarnya, atau pada prinsipnya,pada instansi yang terakhir, manusia yang terakhir, manusia itu hanya barang material, betul-betul hanya materi lain tidak. Menurut bentuknya dia memang lebih unggul. Akan tetapi resultante atau  akibat dari proses-proses unsur-unsur kimiawi.

Cukuplah kiranya yang sesingkat ini untuk menerangkan eksistensialisme. Manakah kesalahan yang dihantam oleh eksistensialisme dari ajaran tersebut? Lihatlah dalam ajaran materialisme sifat yang khusus yang memberi cap kepada caranya manusia berada, dilalaikan, disangkal, dihilangkan. Manakah cap atau sifat itu? Pandanglah betul-betul, demikianlah seru kaum eksistensialisme, pandanglah betul-betul, barang yang kecil yang kita sebut manusia itu, tidak hanya berada di dunia. Barang itu juga mengalami berada di dunia. Dia tidak hanya di dalam dunia. Amat-amatilah betul-betul dunia juga di depannya, di mukanya. Manusia itu tidak hanya berada di dalam dunia, dia juga menghadapi dunia. Dan dia menghadapi dengan mengerti arti dan apa arti dan gunanya pasir dan batu bagi manusia, apa arti dan gunanya api dsb. Dan dalam mengerti arti-arti itu dia juga mengerti bahwa hidup berarti mempunyai arti. Hidup selalu berarti membuat dan menjalankan arti. Menulis berarti memberi  arti  tertentu kepada gerak tangan. Bercocok tanam berarti memberi  arti yang tertentu kepada ladang dan tumbuh-tumbuhan. Main mata berarti memberi arti tertentu kepada gerak mata.

Apakah arti semua itu? Semua itu berarti, bahwa manusia adalah subjek. Subjek artinya : sadar. Sadar akan dirinya sendiri, sadar akan objek-objek yang dihadapainya. Itulah sebabnya barang-barang kita sebut objek, artinya terletak di depan kita. Mengingat semua ini maka hubungan antara dunia dan manusia itu tidak antara “englobe dan engobant”. Demikianlah kata seorang eksistensialisme. Apakah maksudnya? Manusia itu tidaklah hanya dimuat atau englobe oleh dunia, dia juga merupakan englobant atau memuat dunia ( Murice Merleau-Ponnty).

Manurut semua ini, di manakah letak kesalahan materialisme? Rene Le Senne, seorang eksistensialisme yang terkemuka merumuskan kesalahan itu dalam suatu rumusan  yang sangat singkat. Kesalahan itu ialah ‘detotalisation’. De artinya memungkiri. Total artinya seluruh. Jadi detotalisation atau detotalisasi berarti memungkiri keseluruhan. Yang dimaksud demikian: dengan mengatakan bahwa manusia itu hanya materi ( berdialektik atau tidak !) materialisme memungkiri manusia sebagai keseluruhan. Memang pada manusia terdapat unsur, yang kita sebut materi atau unsur jasmani. Karena itu manusia dapat dihitung seperti besi atau batu. Manusia bertumbuh seperti tumbuh-tumbuhan. Manusia mempunyai darah dan daging seperti hewan. Sebab itu kita dapat berbicara tentang manusia selaku ahli kimia atau ahli ilmu hayat. Kita dapat berkata, bahwa manusia itu ada dibawah hukum-hukum alam, kimia dan biologi. Semua itu benar. Akan tetapi tidaklah benar, jika orang berkata, bahwa manusia sudah semuanya! Bahwa itulah seluruh manusia, bahwa itulah hakikat manusia. Kesalahan ini lebih nampak, jika yang kita pandang itu bukan teori melainkan perbuatan atau lebih tepat: perlakuan. Coba pikirkanlah, jika seorang diperlakukan sebagai hewan, jika seorang dianggap dan diperlakukan sebagai kerbau… Terang bukan  kesalahannya?

Jadi sekali lagi, memang benar, bahwa manusia itu mempunyai aspek jasmani. Akan tetapi sifat kejasmanian atau kematerialannya itu hanya aspek; hanya aspek, jadi tidak sama dengan seluruh manusia. Teranglah sekarang kiranya apa yang oleh Le Senne sebut detotalisasi. Artinya kesalahan, yang memandang bagian atau unsur  sebagai keseluruhan, sedang keseluruhan diabaikan, dimungkiri. Pandangan yang demikian itu tidak mungkin benar. Demikianlah hantaman eksistensialisme terhadap materialisme.

Sebetulnya eksistensialisme bukanlah hanya reaksi terhadap materialisme. Eksistensialisme juga berupa reaksi terhadap idealisme. Materialisme dan idealisme adalah dua pandangan yang ekstrim tentang manusia. Materialisme memandang  sudut bawah dari manusia dan menganggap sudut itu sebagai keseluruhan. Idealisme memandang sudut atas dari manusia, ialah kesadaran, pikiran…. Dan menganggap aspek ini sebagai seluruh manusia. Hal itu masih akan dipaparkan. Cukuplah sekarang kita katakan, bahwa baik materialisme maupun idealisme adalah bertentangan dengan eksistensi manusia. Sebab itu eksistensialisme dalam mencari kebenaran tentang manusia niscaya berperang dengan kedua ekstrim itu.

Akan tetapi janganlah dikira, bahwa intisari dari eksistensialisme terletak dalam pertempuran dengan lawannya. Eksistensialisme mencoba memperlihatkan bagaimanakah sebetulnya manusia itu. Eksistensialisme berkeyakinan bahwa paparan tentang manusia itu harus berpangkalkan eksistensi. Itulah yang menyebabkan aliran eksistensialisme penuh dengan dinamik, penuh dengan lukisan-lukisan konkrit. Dalam aliran eksistensialisme terdapat macam-macam  cabang. Hal ini masih akan dibentangkan. (Bersambung )

(Dikutip dari :  Prof. Dr. N. Drijarkara,SJ. 1964. Pertjikan Filsafat. PT Pembangunan. Djakarta. Hal: 57-60)

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 4 Februari 2013.

11 Tanggapan to “SERI “PERCIKAN FILSAFAT” KARANGAN PROF. DR. N. DRIJARKARA SJ”

  1. Wangun, Mas Adi! Oh iyo, cen yesuit2 kae pemikirane jos tenan je…hehehe…

  2. Reblogged this on rizky ari wibowo and commented:
    mohon kunjungannya pak mengenai blog yang telah saya buat, matur nuwun
    rizkyariwibowo.wordpress.com

  3. silahkan ditengok blog saya, rintikrainkita.blogspot.com, Amelia Putri Rizqiani. Terima kasih

  4. silahkan ditengok abimanyu26.blogspot.com a.n. Abimanyu Nour Pratiwi. terimakasih

  5. Pak ini blog saya..
    http://www.miyeeunworld.wordpress.com
    mahon kunjungan dan sarannya pak, terima kasih.

    • Yup… sudah saya tengok. Lanjut….tulis semua aja yang dipikir dirasa…pikirkan kembali yang telah ditulis…lalu tuliskan kembali pemikiran itu he he he

  6. slamat siang pak
    pak ini link blog sya riyanikhramullah.blogspot.com
    mohon kunjungannya. trima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: