Masyarakat Sebagai Interaksi Simbolik

mead

George Herbert Mead

Telah banyak tokoh yang mencoba memformulasikan pandangan masyarakat sebagai sebuah interaksi simbolis sebut saja Cooley, W. Thomas, Mead, Kuhn maupun Blumer. Namun dari beberapa tokoh tersebut, hanya Mead yang telah menyajikan kerangka sistematis tentang alam kehidupan manusia, meski Mead sendiri hanya memberikan sedikit soal  pengembangan metodologis untuk bidang sosiologi.

Interaksi Simbolis, sebagaimana kita pahami merujuk pada karakter interaksi khusus yang terjadi antarmanusia. Sifat khusus ini terdapat pada kenyataan bahwa manusia menginterpretasikan dan mendefinisikan antara tindakan yang satu dengan yang lainnya. Dan inilah yang telah meresap dalam pemikiran dan tulisan para tokoh tentang tingkah laku  manusia dalam kelompok mereka.

Tampaknya, sekali lagi, hanya sedikit dari para tokoh yang menganalisis interpretasi seperti apa yang terjadi dalam hubungan antarindividu ini. Sementara Mead telah mencoba menemukan tindakan atas interpretasi itu.

Inti dari pemikiran Mead adalah bahwa manusia memiliki dirinya sendiri, dia juga dapat menjadi obyek bagi dirinya sendiri, sehingga dia bisa melakukan tindakan sesuai dengan kenginannya sendiri. Kemampuan manusia ini dianggap Mead sebagai mekanisme inti yang digunakannya untuk mengadapi dan berurusan dengan dunianya. Mekanisme yang demikian ini membuat mereka mampu  membuat indikasi terhadap dirinya sendiri tentang segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Ini juga bisa menjadi petunjuk baginya  untuk melakukan suatu tindakan.

Hal terpenting bagi Mead adalah melakukan modifikasi terhadap diri manusia sendiri. Modifikasi ini terletak pada dua hal utama:

  1. Untuk mengindikasikan sesuatu, berarti ia harus melepaskan diri dari setting-nya, memisahkannya dan menjadikannya sebagai obyek. Obyek ini merupakan hasil dari aturan individu untuk bertindak, dan dia akan membentuk obyek tersebut dari aktivitas yang bersifat berkesinambungan. Proses yang demikian inilah yang dinamakan sebagai interpretasi atau tindakan berdasarkan symbol.
  2. Realitas bahwa manusia membuat indikasi terhadap dirinya adalah bahwa tindakan tersebut merupakan sesuatu yang dibentuk, bukan sekedar sebagai pelepasan. Tindakan itu sendiri dilakukan melalui beberapa tahapan dan proses.

Proses pembentukan tindakan melalui indikasi terhadap dirinya sendiri ini dikategorikan ke dalam psikologi  konvensional. Ia merupakan proses komunikatif yang bergerak, dan ia juga tidak bisa ditekan oleh faktor-faktor yang berasal dari luar. Dia berada dalam haknya sendiri, sebagai sesuatu yang harus diterima dan dipelajari.

Mead berpandangan bahwa dalam pembentukan tindakan tersebut selalu terjadi kontak sosial, di mana hal ini sangat vital dalam pemahaman interaksionisme simbolis. Pada dasarnya tindakan kelompok sedikitnya serupa dengan tindakan individu. Masing-masing individu memadukan tindakan mereka dengan tindakan yang lain untuk memastikan tindakan apa yang dia akan ambil. Mead menyebut ini sebagai “mendapat peran”. Dalam proses mendapatkan peran ini, masing-masing individu harus bisa memastikan tujuan tindakan individu yang lain. Dia bertindak atas dasar interpretasi dan tindakan orang lain. Bagitulah cara yang mendasar bagaimana sautu tindakan kelompok terjadi dalam masyarakat.

Dengan bahasa yang sederhana, dasar-dasar pemikiran ala Mead ini dapat diuraikan demikian. Masyarakat dibentuk dari individu-individu yang memiliki diri sendiri. Bahwa tindakan manusia merupakan konstruksi yang dibentuk oleh individu melalui dokumentasi dan interpretasi hal-hal penting di mana ia akan bertindak. Bahwa tindakan kelompok terdiri atas perpaduan dari tindakan-tindakan individu-individu.

Inilah yang menjadi pembeda dengan pemahaman sosiologi umumnya tentang masyarakat dengan pandangan interaksionisme simbolis. Pandangan sosiologi tidak memperlakukan masyarakat manusia sebagai masyarakat yang memiliki dirinya sendiri. Sebaliknya, mereka berasumsi bahwa manusia hanyalah organisme sosial yang merespon tekanan-tekanan yang datang dari luar. Pandangan sosiologi umumnya juga beranggapan bahwa tingkah laku manusia sebagai anggota masyarakat  hanya merupakan ekspresi dari tekanan tersebut. Individu-individu yang membentuk masyarakat hanya dianggap sebagai media yang mengoperasikan faktor-faktor sosial semacam itu. Pandangan sosiologi umumnya juga tidak melihat tindakan-tindakan sosial dalam masyarakat manusia yang dibentuk atas dasar interepretasi, namun tindakan tersebut dipandang sebagai produk-produk faktor-faktor sosial melalui individu-individu tersebut. Dari pandangan terakhir ini, bisa disimpulkan satu perbedaan lagi, yaitu masalah tindakan sosial yang diletakkan dalam tindakan individual melalui proses interpretasi. Sedangkan tindakan kelompok adalah tindakan kolektif individu-individu tersebut. Dalam hal ini, nampaknya konsepsi sosiologis pada umumnya telah menempatkan tindakan sosial sebagai tindakan masyarakat.

Sumber : Soeprapto,Riyadi.2002.Interaksi Simbolik Perspektif Sosiologi Modern. Averrroes Press. Malang. Hal 166-170

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 3 Januari 2013.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: