Pentingnya Telaah Pustaka dalam Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, telaah pustaka ( literature  review) merupakan bagian yang sangat penting. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, tujuan pokok melakukan telaah pustaka dalam penelitian kualitatif bukan untuk mengemukakan teori yang relevan yang kemudian dideduksikan pada gejala yang hendak diteliti untuk kemudian peneliti membangun hipotesis dan mengupayakan operasionalisasi konsep serta kemudian pengukuran-pengukuran, melainkan untuk melakukan jelajahan literatur guna menemukan beberapa hal, misalnya gambaran bagaimana  penelitian dengan topik yang sama atau mirip telah dilakukan oleh peneliti lain, penggunaan konsep-konsep tertentu oleh peneliti lain yang mungkin juga akan digunakan atau setidaknya dianggap relevan dan temuan-temuan empirik oleh peneliti lain yang mungkin dapat dirujuk.

Sesuatu yang sangat menarik dalam penelitian kualitatif terkait dengan telaah pustaka ini adalah, bahwa upaya telaah pustaka tetap dilakukan pada saat peneliti mencoba mengupayakan analisis data dan hendak menarik  simpulan.  Di sini, ada kemungkinan peneliti harus membuang sebagian data yang diyakini tidak relevan (reduksi data) , mengganti konsep yang telah dijelaskan sebelumnya dengan konsep baru atau konsep lain yang lebih tepat, atau peneliti harus membuang pandangan-pandangan  teoritik dan atau temuan peneliti lain yang belakangan diyakini tidak atau kurang relevan lagi untuk diganti dengan pandangan teoritik lain yang sekiranya lebih dapat membantu upaya memahami kecenderungan dari data yang ada.

Secara lebih terinci telaah pustaka dalam penelitian kualitatif memiliki beberapa tujuan penting yang beberapa di antaranya adalah sebagai berikut (bandingkan misalnya Reinard,1994:71) :

  1. Menemukan acuan definisi bagi konsep-konsep penting yang digunakan, serta penjelasan aspek-aspek yang tercakup di dalamnya. Meskipun penelitian kualiatif tidak pernah dimaksudkan untuk menguji hipotesis sehingga peneliti memang tidak harus berpegang pada definisi-definisi tertentu untuk konsep-konsep yang digunakan, tetapi peneliti tetap membutuhkan penjelasan mengenai konsep yang dihadirkan.
  2. Memeroleh pijakan untuk dapat mengemukakan penjelasan-penjelasan teoritik tentang pendekatan-pendekatan yang digunakan peneliti dalam uyapa menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.
  3. Memeroleh acuan dalam upaya mengidentifikasikan dan mengemukakan justifikasi mengenai ruanng-ruang lingkup dari gejala komunikasi yang diteliti.
  4. Memeroleh ilustrasi penelitian sejenis baik dilihat daris egi metode dan atau prosedur penelitian yanag digunakan maupaun temuan-temuan yang dihasilkan peneliti lain.
  5. Membantu menemukan keyakinan mengenai posisi-posisi penelitian yang sedang dilakukan di antara penelitian-penelitian lain yang  sudah ada sebelumnya, sambil mengemukakan catatan-catatan kritis terhadap penelitian-penelitian lain yang sudah ada, baik berkenanan dengan prosedur penelitian maupun pendekatan-pendekatan yang digunakan.
  6. Dapat mengemukakan penegasan mengenai posisi hasil ( temuan) penelitian yang dilakukan di antara hasil-hasil (temuan ) penelitian lain.

Sumber : Pawito,2007.  Penelitian Komunikasi Kualitatif, LkiS. Yogyakarta. Hal 81-83

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 9 Desember 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: