Mengenal HERMENEUTIK

  • Definisi : Hermeneutik < Yunani :

Hermeneuein = ‘menafsirkan’

kb = hermeneia =  ’penafsiran’/’interpretasi’

R.E. Palmer, 1969.

Hermeneutik =  proses mengubah suatu atau situasi ketidaktahuan menjadi  mengerti

Dalam Ilmu Komunikasi =

Hermeneutik dipahami sgb suatu studi ttg memahami (= understanding) khususnya berkaitan dengan aktivitas interpretasi terhadap TEXT dan ACTION (Little John : 1989:139)

  • Mengapa PERLU ?

Tidak ada satupun manusia, baik bahasa tulisan maupun bahasa lisan, yg sama dgn yang lain (Aristoteles). ( WHY ? )

Dari buah pikiran ke ekspresi oral, dan dari ekspresi oral ke ekspresi tulisan terdapat perbedaan ekspresional yg mencolok.

Bila kita berbicara à maka kata-kata yg kita ucapkan lebih sempit dari buah pikiran/pengalaman. Bila kita menulis à kata-kata tertulis juga lebih sempit dari artinya.

  • Klasifikasi

Ada tiga klasifikasi aktivitas HERMENEUTIK

(1)               Sbg sarana interpretasi berbagai tindakan (sosial) didalam konteksnya

à “Sosial or cultural Hermeneutik”

(2)               Sbg sarana pemahaman thd TEXT (terlepas dari konteks peristiwa penciptaannya)

à “Textual Hermeneutik”

(3)               sbg upaya mengekplorasi berbagai PERSOALAN dan PEMAHAMAN itu sendiri

à “Philosophical Hermeneutik”

Catatan :

v  Nomor (1) dan (2) akan banyak digunakan dlm KOMUNIKASI. Itulah wilayah DUNIA KERJA KOMUNIKASI yg tidak/ jarang disadari.

v  No (3). Ada asumsi dalam hermeneutik kontemporer, segala bentuk TEXT didalamnya memiliki makna intrisik, maka tugas seorang INTERPRETER adalah membuka tabir misteri makna tersebut.

(dalam bahasa saya, ketika TEXT itu sudah dilahirkan maka TEXT itu sendiri punya kekuatan untuk menawarkan MEANING – sesuatu yg tidak disadari oleh penciptanya)

  • PROSES HERMENEUTIK

Secara umum kerangka kerja hermeneutik adl yang disebut Hermeneutik Circle

( Pengertiannya hampir sama dengan spiral hermeneutik – J. Habermas, meski dipakai dlm teori-teori dlm konteks yang berbeda )

  1. Memahami TEXT berdasarkan apa yg telah diketahui INTERPRETER (set of concepts) tentang MEANING (makna) yang mungkin dimaksudkan oleh TEXT tsb
  2. Menggali makna lebih dalam TEXT itu berdasarkan struktur linguistik spesifik yang ada pada TEXT
  3. Memadukan makna yang didapat dari II denga apa yang diketahui dari I : à Modifikasi ini menjadikan NEW MEANING
  4. ( Terus kembali lagi ke proses 1)

Catatan :

Proses diatas juga berlaku ketika hendak memahami “Human artifacts & actions” pada umumnya

  • PARA TOKOH HERMENEUTIK

Alfred Schutz à social / cultural Hermeneutics dg teorinya “The Social Interpretations”

Paul Ricoeur à “The Textual Interpretations”

Hans – Georg Gadamer à memusatkan diri pada filsafat hermeneutik

Alfred Schutz 

Pokok-pokok pikiran Schutz

  •  Dalam situasi fenomenologis – konteks ruang, waktu, historis, secara unik menempatkan individu dengan persediaan pengetahuan (stock of knowledge)
  • Kategori pengetahuan I : bersifat pribadi & unik dg tahap individu dlm interaksi tatap muka dengan orang lain
  • Kategori pengetahuan II : berbagai pengkhasan (typication) yg terbentuk & dianut anggota suatu budaya : mitos, penget budaya, akal sehat
  • à Para aktor sosial menafsirkan sifat realitas yg relevan dg kepentingan   mereka, so realitas menjadi fungsi struktur relevansi mereka dlm kehidupan sehari-hari.

Dari sinilah penelitian sosial harusnya dimulai.

Catatan : Schutz mendasarkan teorinya pd Weber. Teori yg senada dengan ini dikemukakan oleh Peter Berger & Thomas Luckmannn. Dlm ilmu kom, pandangan Schutz dikenal sbg akar studi interaksi simbolik & dramaturgi.

Paul Ricoeur

Pokok pikiran :

  • Interpretasi TEXT menjadi fokus dlm Hermeneutik Ricoeur
  • Sebagai : “any discourse fixed by writing
  • Merujuk bahasa sbg EVENT = bahasa yg membicarakan tentang sesuatu.

Atau : Bahasa ketika ia digunakan untuk  berkomunikasi     

TEXT (Bahasa Tulis) menurut Ricoeur merupakan sebuah korpus yg otonom.  Teks punya kemandirian, totalitas dgn ciri sbb :

1)                  Dlm teks makna yg terdapat pada ‘apa’ yang dikatakan (what is said) terlepas dari proses pengungkapannya (the act of saying)

2)                  Jadi, makna sebuah teks juga tidak terikat kpd pembicara (sebagaimana bahasa lisan)    Artinya : (!!) Maksud si penulis terhalang olehteks yang sudah membeku

3)                 Karena tidak lagi bersifat dialogis, sebuah teks tidak lagi terikat kpd konteks semula tidak terikat pd konteks asli pembicaraan

Jadi, apa yang ditunjuk Text adalah DUNIA IMAJINER yang dibangun oleh teks itu sendiri.

Yang hendak ditekankan Ricoeur adl :

Bahwa text itu sudah memiliki makna internal yang obyektif dan tidak lagi ditopang oleh intensional psikologis penulisnya. Dalam sebuah pembacaan teks, seorang pembaca tidak lagi masuk ke dalam teks untuk melakukan rekonstruksi psikologis kepada pengarang, dan tidak pula menarik teks kedalam pre-understandingnya sendiri.

Yang terjadi adalah seorang pembaca membuka dirinya dihadapan teks yang juga membuka diri.

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 8 November 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: