Naturalistic Inquiry

Aksioma 1
(Lincoln&Guba,1985)

Dalam kaitannya dengan hakekat realitas,paradigma naturalistik menyatakan bahwa “realitas itu bersifat multiple construct, dan holistik” daripada bersifat “single,tangible,dan fragmentable

Aksioma 2

Berkaitan dengan hubungan antara peneliti dengan yang diteliti, paradigma naturalistik menyatakan bahwa “ peneliti dengan yang diteliti bersifat interaktif, dan tidak dapat dipisahkan”, bukannya “bersifat independent, suatu dualisme”

Aksioma 3

Dalam hal kemungkinan untuk membuat generalisasi dari suatu hasil studi, paradigma naturalistik berpendapat bahwa “hanya hipotesis kerja yang terkait pada waktu dan konteks saja yang mungkin”

Aksioma 4

Tentang menetapkan hubungan kausal melalui penelitian, paradigma naturalistik berpendapat bahwa “seluruh entitas adalah dalam keadaan hubungan bersifat timbal-balik, maka sulit untuk membedakan mana yang menjadi sebab dan mana yang menjadi akibat” daripada menyatakan bahwa “ ada penyebab yang sesungguhnya, yang menurut waktu terjadinya mendahului akibatnya”

Aksioma 5

Dalam hal nilai (values) di dalam penyelidikan, paradigma naturalistik menyatakan bahwa “penyelidikan itu terkaiat nilai”, bukannya “bebas nilai”

Karakteristik Naturalistic Inquiry
(Bogdan&Bilklen, dalam Williams,1988)

  • Bingkai alami (natural setting) digunakan sebagai sumber utama dari data. Peneliti berminat mempelajari gejala sebagaimana yang terjadi secara alami, bukan atas dasar kondisi-kondisi laboratorium
  • Peneliti adalah instrumen kunci dalam mengumpulkan dan menafsirkan data. Alat-alat lain seperti film,kuesioner, tst, dan sebagainya dapat dipergunakan untuk memperluas peneliti, bila dibutuhkan. Tetapi semuanya itu tidak menggantikan peneliti sebagai orang yang membentuk realitas. Peneliti harus mendasarkan pada pengalaman di dalam bingkai yang alami.
  • Hampir seluruh studi-studi NI kaya akan deskripsi
  • Sekalipun studi-studi NI sering menitikberatkan pada hasil atau akibat-akibat dari variabel-variabel ganda “yang secara timbal balik dan simultan membentuk” satu sama lain, semuanya itu digunakan untuk mempelajari proses yang mana bentuk yang demikian itu terjadi
  • Seluruh analisis NI bersifat induktif,khususnya selama tahap awal dari studi. Pendekatan yang demikian itu memungkinkan berkembangnya isu-isu untuk diidentifikasi dan difokuskan, bukannya mendefinisikan isu-isu secara awal
  • “Makna” yang dimiliki dari orang-orang yang dipelajari yang mendasari mereka berbuat sesuatu adalah hal utama dalam NI. Peneliti tidak hanya berminat mengetahui bagaimana orang-orang berbicara atau bertindak satu dengan yang lain, tetapi juga tentang apa makna perbuatan itu bagi orang yang bertindak dan orang yang ditindaki itu.
  • NI biasanya melibatkan triangulasi secara luas tentang metode pengumpulan data dan sumber-sumber informasi yang digunakan.
  • Orang-orang yang dipelajari sebagai bahan dalam NI dipandang sebagai partisipan, konsultan, atau kolega yang bekerja sama dengan peneliti yang melakukan penelitian. Mereka diperlakukan sebagai “subjek”
  • Emic (rekonstruksi sosial dari orang yang diteliti) atau folkperspective dari partisipan diutamakan di dalam NI
  • Di dalam studi-studi NI,penemuan jarang diterima oleh peneliti atau pembaca laporan yang lengkap tanpa bukti atau penemuan yang berlawanan. Bila penemuan itu sudah tidak lagi bertentangan, maka hipotesis kerja ditarik dan diperkuat, tetapi tidak pernah dibuktikan secara final.
  • Pengambilan sampel secara purposive biasanya digunakan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber. Peneliti menjelaskan mengapa orang-orang diwawancarai, mengapa bingkai (setting) tertentu diobservasi.
  •  Baik data kuallitatif maupun kuantitatif dapat dimasukkan di dalam NI

 

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 3 November 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: