Aspek Psikologi Manusia dalam Kajian Komunikasi Massa

A.  Karakteristik psikologis yang khas dalam sistem komunikasi massa adalah pada :

1. pengendalian arus informasi.

2. umpan balik.

3 stimulasi alat indra.

4  proporsi unsur isi dengan hubungan

B. Sejarah Studi Efek Media

Kisah The Invasion of Mars 30 Oktober 1938

Perang Dunia II, radio dimanfaatkan untuk sarana propaganda perang. Ketakutan terhadap propaganda telah mendramatisasi efek media.

Teori yang berlaku waktu itu teori S-R

Teori S-R juga disebut Teori Peluru atau Model Jarum Hipodermik.

1940, Carl I. Hovland melakukan eksperimen tentang film.

Kesimpulan : film hanya efektif dalam menyampaikan informasi tetapi tidak dalam mengubah sikap.Penelitian Paul Lazarsfeld dkk. Tahun 1940, pada saat pemilu.Kesimpulan : Media massa hampir tidak berpengaruh sama sekali.

Media massa lebih berfungsi memperteguh keyakinan yang ada. Pengaruh media massa juga disaring oleh pemuka pendapat. Pengaruh interpersonal justru lebih dominan daripada media massa

Pada tahun yang sama muncul Leon Festinger (psikologi koginitif.Teorinya : Theory of cognitive dissonance. Individu berusaha menghindari perasaan tidak senang dan ketidakpastian dengan memilih informasi yang cenderung memperkokoh keyakinannya, sekaligus menolak informasi yang bertentangan dengan kepercayaan yang diyakininya.

Penelitian tahun 1940 sampai dengan 1950 membuktikan keterbatasan pengaruh media massa.

Tahun 1960 Joseph Klapper menerbitkan buku The Effect of Mass Communication. Efek komunikasi massa terjadi lewat serangkaian faktor perantara yakni proses selektif ( persepsi  selektif, terpaan selektif,dan ingatan selektif) dan proses kelompok, norma kelompok dan kepemimpinan opini.

Perubahan fokus . Setelah para ahli ‘frustasi’ karena sulit melihat efek media massa pada orang maka kemudian perhatian beralih pada apa yang dilakukan orang pada media.

Mulailah masuk masa Uses and Gratification. Pelopornya : Elihu Katz (1959)Variasi Model efek moderat media: Selain model U&G ada lagi model Agenda Setting. Pelopornya : Maxwell E.McComb & Donald L.Shaw.

Tahun 1970  Kampanye melalui media terbukti mempunyai efek yang penting terhadap sikap dan perilaku. Misal : kampanye CBS tentang keselamatan pengemudi.

Jerman .Elisabeth Noelle-Neumann dapat dianggap sebagai sarjana yang menekankan kembali pentingnya konsep efek perkasa media massa. Menurutnya ada 3 faktor penting media massa yang membatasi persepsi kolektif:

1.  ubiquity ( serba ada)

2.  akumulasi pesan

3.  keseragaman wartawan

Konsep Neumann ini kemudian melahirkan teori spiral kebekuan.

Pendekatan Motivasional . Pertanyaan dasar : Betulkah konsumsi komunikasi massa merupakan perilaku yang didorong oleh motif ?

  1. Motif kognitif

Menekankan kebutuhan manusia akan informasi dan kebutuhan untuk mencapai tingkat ideasional tertentu

  1. Motif Afektif

Menekankan aspek perasaan dan kebutuhan mencapai tingkat emosional tertentu

Beberapa teori dalam penjelasan Motif Kognitif (pemeliharaan stabilitas psikologis)

Teori Konsistensi  ( menekankan kebutuhan individu untuk memelihara orientasi eksternal pada lingkungan )

Teori Kategorisasi (memandang manusia sebagai makhluk yang selalu mengelompokkan pengalamannya dalam kategori sosial yang sudah dipersiapkannya)

Teori Objektivikasi ( memandang manusia sebagai makhluk yang pasif tang tidak berpikir, yang mengandalkan petunjuk eksternal untuk merumuskan konsep tertentu )

Teori Atribusi ( memandang manusia sebagai individu yang mencari tahu apa menyebabkan apa; apa yang mendorong siapa melakukan apa )

Beberapa teori dalam penjelasan Motif Kognitif (pengembangan)

Teori Otonomi ( manusia sebagai individu yang berusaha mengaktualisasikan diri)

Teori stimuli ( manusia sebagai makhluk yang senantiasa mencari pengalaman baru)

Teori Teleologis ( manusia sebagai makhluk yang berusaha mencocokkan persepsinya tentang situasi sekarang dengan representasi internal dari kondisi yang dikehendaki)

Teori Utilitarian ( memandang individu sebagai orang yang memperlakukan setiap situasi sebagai peluang untuk memperoleh informasi yang berguna atau ketrampilan baru untuk menghadapi tantangan hidup )

Beberapa teori dalam penjelasan Motif Afektif

Teori Reduksi Tegangan (manusia sebagai makhluk yang berusaha mencapai suasana ‘nirwana’/mengurangi tegangan dengan pengungkapan)

Teori Ekspresif ( komas mempermudah orang untuk berfantasi, melalui tokoh yang disajikan sehingga orang secara tidak langsung mengungkapkan perasaannya)

Teori Ego-defensif

Teori peneguhan  (manusia selalu membutuhkan dari penghargaan orang lain )

Teori penonjolan

Teori Afiliasi (manusia sebagai makhluk yang mencari kasih sayang dan penerimaan orang lain)

Teori identifikasi ( manusia sebagai pemain peranan yang berusaha memuaskan egonya dengan menambahkan peranan memuaskan konsep dirinya)

Teori peniruan ( modelling theory/ manusia sebagai makhluk yang cenderung berempati terhadap orang-orang yang diamati dan ditirunya)

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 31 Oktober 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: