FOTOGRAFI UNTUK HUMAS

Peran dan fungsi fotografi sangat penting guna mendukung kegiatan kehumasan. Selain bisa menampilkan ilustrasi yang hidup dari kegiatan di organisasi, lembaga, instansi ataupun perusahaan tempat Humas itu bekerja, fotografi atau foto-foto yang dihasilkan dapat pula berfungsi sebagai dokumen berharga yang berumur panjang. Ia juga memiliki daya tarik kuat dalam memikat perhatian pembaca pada isi berita dan informasi yang disajikan atau dikeluarkan oleh pihak Humas.

Fungsi Fotografi

Secara konkrit fungsi fotografi dalam menunjang kegiatan kehumasan adalah :

  1. Untuk melengkapi benda-benda pamer ataupun benda peragaan pada showroom.
  2. Untuk memperkaya visualisasi dari benda-benda pamer pada stand pameran.
  3.  Untuk mengisi ilustrasi pada penerbitan jurnal intern organisasi atau perusahaan (buletin, dsb)
  4. Untuk mengisi ilustrasi dan visualisasi media terbitan organisasi atau perusahaan ( brosur, selebaran, atau company profile .
  5.  Untuk melengkapi perpusatakaan intern perusahaan atau organisasi.
  6. Untuk membuat slide yang nantinya dipergunakan saat presentasi di seminar, rapat dinas dan sebagainya.

Hingga saat ini pemanfaatan fotografi guna menunjang kegiatan kehumasan masihlah belum maksimal. Misalnya, amat jarang kita mendapatkan bentuk siaran pers yang menyertakan foto sebagai penguat informasi. Juga belum dijadikannya media fotografi untuk melengkapi dokumen atau perpustakaan internal.

Meskipun demikian, di beberapa instansi memang sudah ada beberapa yang memanfaatkan fotografi sebagai sarana penunjang kehumasan, meski dilihat dari tampilan dan kualitas fotonya masih tampak belum dikelola dengan profesional. Untuk itu seorang petugas Humas seyogyanya juga memiliki ketrampilan teknis maupun konseptual fotografi sehingga kualitas foto dihasilkannya juga bisa maksimal.

 Beberapa Pedoman

Untuk membuat foto kehumasan ada beberapa pedoman yang harus diperhatikan. Pertama, pembuatan /pengambilan foto harus didasarkan pada tujuan ataupun maksud yang hendak dituju. Membuat foto untuk kelengkapan siaran pers ataupun melengkapi data dan bahan informasi konferensi pers haruslah memerhatikan prinsip-prinsip foto jurnalistik. Foto terseebut harus memiliki nilai berita, baru dan  aktual, mempunyai daya tarik yang spesifik sehingga memancing  keingintahuan masyarakat  luas, dan kalau bisa memiliki nilai human interest.

Foto untuk jurnal intern harus memiliki nilai employee interest ( daya tarik kepegawaian), sedang foto untuk pameran memiliki daya tarik industri (industry interest). Foto untuk pameran dan pengisi showroom sudah tentu  harus mengandung unsur-unsur promosi sebab tujuan diselenggarakannya pameran serta showroom  adalah untuk promosi dan publikasi.  Karena itu foto tersebut harus menampilkan produk unggulan dan terbaru dari organisasi atau perusahaan tersebut.

Mengenai komposisi foto, komposisi foto kehumasan tidak jauh beda dengan komposisi foto pada umumnya. Demikian pula mengenai pencahayaannya. Namun yang perlu mendapat perhatian adalah ciri khas atau tanda –tanda spesifik yang dimiliki organisasi atau perusahaan sedapat mungkin harus terekam dalam bingkai foto tersebut. Ciri-ciri tersebut bisa berupa logo atau lambang perusahaan /organisasi.

Tak kalah penting Humas harus memiliki stok foto yang cukup dan dijaga keaktualnnya. Terutama yang harus dimiliki adalah foto pimpinannya atau perusahaan tersebut Figur tersebut bisa top pimpinannya, bisa juga foto staf dan pembantunya yang memiliki otoritas atau memiliki ijin mengeluarkan statemen di media massa.

Kegunaan stok ini adalah untuk persiapan manakala diperlukan untuk melengkapi  berita di media massa.  Ini biasa terjadi pada saat ulang tahun organisasi atau perusahaan, atau pada saat mereka menjadi pusat berita.

Foto profil pimpinan atau staf tersebut harus natural dan tidak terlalu formil ( meskipun tentu harus punya stok foto formil) agar kelihatan familiar dan bersahabat dan menjadi hidup saat ditampilkan di halaman media massa.  Bisa dipilih foto tunggal, bersama staf, ataupun saat senggang bersama keluarga. Yang terakhir ini umumnya muncul pada saat ulang tahun perusahaan atau organisasi sehingga media massa menampilkan profil pimpinan mereka dalam salah satu terbitannya.

Keterangan Foto

Caption adalah judul berikut keterangan foto.  Tanpa keterangan pembaca tidak mengetahui foto apa, siapa, di mana dan kapan serta apa maksud dan tujuan foto itu.

Caption harus memuat judul dan isi yang jelas dan terang yang menjelaskan tentang objek dalam foto tersebut. Sedapat mungkin menggunakan kalimat aktif sehingga menunjukkan aktivitas yang hidup. Caption tersebut juga harus memuat keterangan waktu, tempat dan peristiwa serta tokoh yang terlihat di dalamnya serta tujuan yang terkandung dalam peristiwa ini. Tidak lupa juga disebutkan nama fotografer, tempat dan tanggal pengambilan gambar serta alamatnya dalam keterangan tambahan pada foto tersebut.

Yang disukai editor manakala melengkapi siaran pers dan konferensi pers adalah foto berukuran besar. Maksudnya adalah editor dapat meng-croping foto tersebut sesuai dengan kebutuhan tulisan serta mempertimbangkan komposisi. Ukuran yang ideal adalah foto ukuran jumbo (4R) atau 15 x 10 cm.

 

 

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 28 Oktober 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: