PSIKOLOGI ANTARPERSONA

Dasar-dasar Psikologi Antar Persona

Johnson (dalam Supratiknya, 1995) : Komunikasi Antarpersona memainkan peran yang sangat penting dalam kesejahteraan hidup manusia, berupa :

  1. Membantu perkembangan intelektual dan sosial ;
  2. Membangun identitas dan jati diri ;
  3. Memahami realitas sosial melalui perbandingan sosial-personal ;
  4. Kesehatan mental ;

Dalam aktivitas komunikasi yang bersifat diadik ini, terdapat enam unsur dasar, yakni :

1. Aktivitas komunikasi dilandasi oleh adanya maksud, gagasan dan perasaan yang ada di dalam diri pelaku komunikasi serta memiliki bentuk perilaku yang akan dipilihnya ;

2. Terdapat kodifikasi pesan oleh pengirim di mana maksud, gagasan dan perasaan diubah menjadi suatu pesan yang dapat dikirimkan ;

3. Proses pengiriman ;

4. Proses dekodifikasi oleh penerima dimana pesan yang dikirimkan, kemudian diinterpretasikan ;

5. Adanya tanggapan batin oleh penerima terhadap hasil interpretasinya tentang makna pesan yang ditangkap ;

6. Kemungkinan adanya gangguan ;

Fungsi Psikis Komunikasi Antar Persona

n  Schultz (dalam Shaw & Costanzo, 1982) : komunikasi antarpersona, sesungguhnya bersumber pada kebutuhan setiap individu untuk memenuhi tiga aspek dasar dalam relasi interpersonal, yakni :

1. Inklusi ;

Manusia senantiasa membutuhkan pengakuan akan keberadaannya serta dilibatkan dalam aktivitas sosial

2. Kontrol ;

Manusia senantiasa berusaha untuk memiliki kewenangan dan pengendalian atas diri dan hubungan dengan dunia sosial

3. Afeksi ;

Manusia senantiasa mengharapkan untuk mendapatkan perhatian dan cinta dalam sepanjang kehidupannya ;

Saat seseorang terpenuhi kebutuhan inklusi, kontrol dan afeksinya dengan seimbang dan tepat, maka dia akan mengembangkan perilaku interpersonalnya menjadi :

Perilaku sosial ;

Individu akan merasa nyaman dalam kesendirian atau tengah bersama dengan orang lain, dapat berpartisipasi dalam aktivitas sosial namun secara mandiri dapat memutuskan untuk tidak terlibat. Individu akan merasa dirinya berharga, sehingga tidak perlu terlalu menonjolkan di hadapan banyak orang atau menarik diri dari situasi sosial

Perilaku demokrat ;

Individu yang senantiasa mampu memecahkan berbagai persoalan dalam relasi hubungan antar persona, siap menerima kedudukan sebagai pengambil inisatif atau yang mengikuti instruksi karena dia percaya bahwa dalam relasi itu akan selalu terkait dengan situasi dan kondisi

Perilaku personal ;

Individu dapat bertindak cepat dan selalu merasa senang dalam hubungan emosi yang dekat maupun renggang, karena dia meyakini bahwa dia adalah orang yang patut dicintai

Sebaliknya, ketika seseorang tidak mendapatkan pengakuan, kewenangan dan rasa cinta di masa kanak-kanak, maka individu akan berperilaku :

Perilaku Kurang Sosial ;

Individu akan menghindari hubungan dengan orang lain, tidak bersedia terlibat dalam aktivitas kelompok/sosial, menjaga jarak dengan orang lain, menarik diri dan cenderung introvert dan merasa dirinya tidak berharga dan orang lain tidak menghargainya

Perilaku Terlalu Sosial

Individu akan cenderung memamerkan diri secara berlebih-lebihan, memaksakan diri untuk diterima dalam kelompok, bicaranya keras, selalu berusaha menarik perhatian, sering mengajukan pertanyaan yang mengagetkan

Perilaku Abdikrat

Individu merasa dirinya tidak mampu membuat keputusan dan orang lain dianggapnya mengetahui hal tersebut, oleh karenanya cenderung menjadi orang yang penurut

Perilaku Otokrat

Individu cenderung mendominasi orang lain, selalu ingin membuat semua keputusan tidak hanya bagi diri sendiri dan orang lain

Perilaku Kurang Personal

Individu cenderung menghindari hubungan personal yang terlalu dekat dan sulit untuk ramah

Perilaku Terlalu Personal

Individu selalu menginginkan hubungan emosional yang sangat erat, terlalu intim dan sangat posesif

Perilaku Patologis

Individu tidak mau menerima perintah dari orang lain, atau sebaliknya teralu taat dengan segala instruksi tanpa mempedulikan benar/salahnya

Kepercayaan sebagai Dasar Komunikasi

Kepercayaan adalah pondasi dari komunikasi antarpersona, karena tanpa kepercayaan, tidak akan mungkin terbangun sebuah interaksi dan relasi yang berkelanjutan.

Kepercayaan juga mengandung resiko, karena mengungkapkan pikiran dan perasaan membutuhkan penerimaan, dukungan dan loyalitas dari orang yang kita berikan kepercayaan tersebut

Oleh karenanya, suka tidak suka dan mau tidak mau, individu dalam membangun komunikasi yang berkelanjutan harus berani mengambil resiko untuk mengekspresikan apa yang ada di dalam benak dan hatinya.

Sebaliknya, mitra komunikasinya juga harus berani dan dituntut untuk mau menanggapinya dengan penerimaan, dukungan, kerjasaman dan merespon keterbukaan dengan reaksi sebagaimana yang diungkapkan rekannya.

Faktor Kegagalan Komunikasi Antarpersona

Supratiknya (1995): seringkali kegagalan komunikasi disebabkan karena kesalahan-kesalahan berupa :

a.  Sebagai Komunikator

Terlalu cepat berbicara tanpa menyusun pikiran kita terlebih dahulu ;

Menjejalkan terlalu banyak gagasan dalam pesan kita  sehingga kerap gagasan itu seringkali tidak saling berkaitan ;

Terlalu singkat dalam merumuskan pernyataan sehingga tidak memuat cukup informasi ;

Mengabaikan kemungkinan komunikan sudah mengetahui apa yang diperbincangkan ;

Mengabaikan sudut pandang komunikan

b. Sebagai Komunikan

Tidak menaruh perhatian kepada pengirim pesan ;

Hanya mendengarkan isi pesan yang verbal ;

Memiliki prakonsepsi sebelum memahami sepenuhnya pesan yang hendak disampaikan

Oleh karenanya, diperlukan kesediaan untuk :

Bersedia memahami dari sudut pandang orang lain ;

Mengungkapkan perasaan secara verbal dan non-verbal ;

Memberikan tanggapan dan dukungan ;

 

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 20 Oktober 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: