Metode Penelitian Evaluasi : Pengantar

Asal kata dan Sekilas sejarah

< to evaluate : menilai ,dalam penelitian sosial maka kata ini terkait dengan frasa atau kependekan dari Metode Penelitian Evaluasi

Seperti halnya metode penelitian yang lain maka metode penelitian evaluasi juga harus patuh pada kaidah-kaidah metode penelitian.

Metode penelitian evaluasi sebenarnya juga merupakan cabang dari ilmu pengetahuan yang dikembangkan secara terus menerus mengikuti perubahan ilmu pengetahuan dan perubahan masyarakat.

Penelitian Evaluasi dimulai sekitar tahun 1950-an di Amerika Serikat. Pada waktu pemerintah AS menyadari bahwa proyek-proyek dan program sosial perlu dilakukan evaluasi. Tujuannya ialah untuk melihat apakah program atau proyek yang telah dirumuskan atau dibangun dilaksanakan sebagaimana mestinya. Selain melihat apakah sebuah program sudah berjalan sebagaimana direncanakan, maka penelitian evaluasi juga dipakai untuk mengetahui dampak dari suatu program tersebut.

Di Indonesia, kegiatan evaluasi belum begitu berkembang. Ada beberapa alasan, di antaranya konsep-konsep yang mendasari metode tersebut memang belum berkembang, dengan kata lain para peneliti di Indonesia masih menggunakan konsep atau teori yang dipakai di luar negeri yang belum tentu cocok dengan sistem budaya dan sistem sosial  di Indonesia.

Sebab lain, karena budaya evaluasi memang belum berkembang di Indonesia, karena evaluasi merupakan upaya penyingkapan kinerja dari para perumus dan pelaksana program.Artinya ada semacam alergi untuk dinilai karena ada kemungkinan akan muncul kelemahan-kelemahan yang mereka lakukan.

Sebab lainnya lagi, karena cara kerja pegawai di Indonesia menggunakan sistem target sehingga mereka tidak mengejar kualitas kerja melainkan kuantitas kerja.

Arti Evaluasi : konseptual

Definisi mengenai evaluasi :

Evaluasi adalah penilaian yang sistematik terhadap nilai atau keuntungan dari sejumlah proyek

Evaluasi adalah pemerolehan dan penilaian yang sistematis terhadap informasi untuk memberikan umpan balik mengenai sejumlah objek

Dari kedua definisi tadi maka nampak bahwa evaluasi adalah usaha yang sistematis dan secara sengaja menunjukkan istilah objek sebagai sasarannya, di mana objek dapat diartikan program, kebijakan, teknologi, orang ,kebutuhan, aktifitas dan lain sebagainya.

Menurut Rossi dan Freeman( 1980 ), penelitian evaluasi adalah penerapan sistematis dari prosedur penelitian sosial dalam menilai konseptualisasi dan rancangan, pelaksanaan, dan kegunaan program.

Dari definisi ini maka ada tiga fokus evaluasi:

Pertama, evaluasi terhadap rancangan program. Misalnya, bagaimana rancangan program desa binaan hendak direncanakan. Alasan yang mendasarinya, kemungkinan keberhasilannya , bagiamana biayanya, proyeksi keuntungan, dan tingkat efektivitasnya.

Kedua, evaluasi juga bersifat kegiatan monitoring. Artinya, suatu kegiatan penilaian untuk melihat apakah suatu intervensi sosial cocok dengan rancangannya dan apakah telah menjangkau sasaran yang dituju program.

Ketiga, evaluasi berkaitan dengan dampak program artinya menilai apakah sudah efektif dan efisien program tersebut berjalan.

Jenis Evaluasi

Ada beberapa kategori / jenis evaluasi tapi yang akan kita pelajari dalam kesempatan ini adalah jenis evaluasi berdasarkan pentahapannya.

Bilamana dilihat dari pentahapan dalam melakukan evaluasi, kegiatan evaluasi dapat dibedakan menjadi tiga  :

Pre – Program Evaluation : maksudnya adalah melakukan kegiatan evaluasi sebelum suatu proyek atau program dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk :

  1. Mengetahui kebutuhan masyarakat yang akan dikenai program. Apakah mereka betul-betul membutuhkannya atau tidak.
  2. Mengetahui potensi masyarakat.Ini menyangkut SDM yang ada jika memang hendak meliobatkan komponen masyarakat tersebut
  3. Menentukan kelayakan suatu program.

On Going Program Evaluation.

Jenis evaluasi ini dikakukan pada saat program sedang berjalan.Dengan demikian kegiatan ini sama dengan program monitoring.

Fungsi dari evaluasi jenis ini adalah :

  1. Menyarankan pemecahan masalah yang timbul dalam pelaksanaan program.
  2. Menilai apakah orang-orang yang menjadi sasaran dari suatu program benar-benar memperoleh keuntungan dari penyelenggaraan program
  3. Membantu pihak pengelola agar manajemen program dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah digariskan.

 Ex-post Program Evaluation

Jenis evaluasi ini dilaksanakan bila program telah selesai.Tujuannya ialah untuk melihat dampak program baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Model Penelitian Evaluasi

Terdapat beberapa model/ desain evaluasi salah-satunya yang dikembangkan oleh D L Stufflebeam, pada tahun 1971 dan pertamakali diperkenalkan adalah untuk evaluasi program pendidikan.

Model Evaluasi Stufflebeam ini mencakup empat tahapan pokok yakni

CONTEXT — INPUT — PROCESS —PRODUCT

Bagaimana model di atas ketika diterapkan dalam evaluasi untuk kepentingan evaluasi program anda?

CONTEXT :

Data yang diperlukan :

Apakah program tsb memang dibutuhkan oleh konsumen sasaran?

Apakah desain program sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen?

Bagaimana dengan posisi program anda dilihat dari program2 sejenis yang telah ada?

Dst. Bisa dikembangkan lagi……

INPUT

Data yang diperlukan :

Bagaimana motivasi para calon konsumen?

Harapan spesifik apa yang tertumpu pada program tsb setidaknya menurut calon konsumen?

Dst……..

PROCESS

Data yang diperlukan :

Bagaimana proses pelaksanaan program?

Bagaimana penilaian konsumen terhadap kinerja pelaksana?

Apakah pelaksanaan program sudah seperti yang diharapkan konsumen?

Dsb ……….

 

PRODUCT

Data yang diperlukan :

Bagaimana out put yg dihasilkan dari program?

Apakah dampak yang diharapkan sudah terjadi sesuai dengan tujuan semula?

Dampak laten apa saja yang muncul tanpa direncanakan?

Dst…..

 

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 16 Oktober 2011.

3 Tanggapan to “Metode Penelitian Evaluasi : Pengantar”

  1. maturnuwun mas…

  2. salam kenal mas Tri Nugroho…trimakasih atas artikelnya menarik sekali mas. kebetulan saya mau bikin enelitian evaluasi ttg pemanfaatan media sosial facebook oleh humas pemerintah. apakah model diatas bisa diterapkan mas? dan kira2 kalau mau cari rujukannya, buku siapa ya mas? trims🙂

    • salam kenal juga…. biasanya saya masih merujuk pada buku klasik Stephen, Isaac and William B Michael. 1985. Handbook in Research and Evaluation. California : Edits Publisher. di buku itu diuraikan macam-macam model penelitian evaluasi. tulisan saya hanya mencuplik dari salah satu model yang paling simpel, saya kira memungkinkan untuk diterapkan dalam rencana penelitian saudara…. Ok semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: