SINEMATOGRAFI III :Plot atau Alur Cerita

}  Plot atau alur cerita adalah pola dasar yang membangun situasi dan kejadian-kejadian penting dalam film.

}  Alur cerita dibangun berdasarkan keputusan-keputusan penting yang dibuat oleh tokoh-tokoh dalam film.

}  Keputusan-keputusan ini akan mengarahkan cerita dan mengarahkan konflik  yang intens.

Beberapa tipe konflik :

}  Konflik seorang melawan seorang.

}  Konflik seorang melawan kelompok.

}  Konflik kelompok melawan kelompok.

}  Konflik seorang atau kelompok melawan bencana atau wabah.

}  Konflik seorang atau kelompok melawan seekor binatang atau makhluk misterius.

}  Koflik cinta yang tidak bisa bersatu karena perbedaan status sosial atau kasta

Kriteria Konflik

}  Koflik harus menyangkut hal yang kritis, mendesak, penting, dan memiliki pengaruh-pengaruh yang besar dalam kehidupan

}  Jadi setiap keputusan-keputusan tokoh dalam film harus memiliki dampak-dampak yang besar dan penting dalam kehidupan tokoh tersebut.

Plot

}  Dalam sebuah film, terdapat beberapa plotline atau alur cerita.

}  Biasanya plotline major  didukung oleh beberapa plotline atau alur cerita minor lain. Bila plotline major berjumlah satu, maka plotline minor bisa lebih dari satu.

Plotline major

Plotline major adalah plot atau alur cerita utama. Di sini biasanya adalah menceritakan garis perjalanan cerita yang dialami oleh tokoh utama. Plotline major merupakan cerita yang melekat sebagai inti cerita pada tokoh utama dalam film.

Plotline minor

Plotline minor merupakan plotline pendukung untuk mempermanis jalan cerita secara keseluruhan.

Jenis-jenis Plot

  1. Plot sirkuler, yaitu sebuah plot yang dimulai dari A dan kembali lagi ke titik A.
  2. Plot linear, yaitu sebuah plot yang searah. Dari titik awal cerita adalah A dan berakhir di D dengan melalui titk B dan C secara berurutan.
  3. Plot foreshadowing, yaitu dimana penulis menceritakan kejadian yang akan terjadi di masa mendatang, loncat pada kejadian lain dan pada penutup menceritakan kembali cuplikan yang telah disebutkan di atas.
  4. Plot flashback,sebuah cerita yang sesungguhnya terjadi di masa lalu tetapi justru mulai diceritakan hari ini. Bisa jadi hari ini adalah klimaks atau puncak ketegangan cerita tersebut.  Dalam plot flashback ini bisa juga penulis meloncat-loncat dari masa sekarang ke masa lalu, kembali lagi ke masa sekarang,balik lagi ke masa lalu. Meski demikian para pemirsa tetap dapat melihat jalinan cerita secara utuh.

Dalam prakteknya seorang penulis cerita tidak harus terpaku pada satu jenis plot. Tetapi bisa digabungkan beberapa jenis sekaligus.

Tetapi satu hal penting yang harus diingat adalah bahwa plot merupakan salah satu upaya penulis untuk menjalin sebuah cerita. Menarik tidaknya jalinan itu, tergantung pada kretivitas penulis.

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 5 Oktober 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: