CAHAYA, WARNA DAN PERSPEKTIF

Pemotret yang sudah paham dengan bahasa fotografi akan melihat cahaya dari sudut kualitatif.Hal yang harus diperhatikan dalam  melihat cahaya :

q  Arah cahaya : cahaya yang jatuh tidak langsung atau membias terlebih dahulu akan memberi efek nuansa yang lebih baik ketimbang cahaya yang jatuh langsung.

q  Intensitas cahaya dan warna cahaya. Kalau jumlah cahaya akan mempengaruhi teknik pencahayaan yang direkam pada film, maka kualitas cahaya akan sangat mempengaruhi kesan yang akan muncul dari sebuah karya foto.

WARNA

q  Warna adalah bagian dari keseluruhan komposisi sebuah foto. Pemotret harus mempelajari dan merasakan  asosiasi warna terhadap  fotonya.Ada yang harmonis tetapi ada juga yang kontradiktif. Ada warna yang saling melengkapi, yang keras dan lembut, yang dingin dan panas.

q  Pemotret harus belajar melihat warna bukan dengan mata manusia melainkan dengan mata kamera .Misalnya mata manusia akan melihat warna neon putih, tetapi mata kamera akan melihatnya sebagaai kehijau-hijauan.Warna yang di luar alami ini dikenal sabagaai warna  yang “abnormal”

 

PERSPEKTIF

q  Mata manusia memandang dengan cara yang berbeda dengan  mata kamera.Apa yang terlihat oleh mata ,akan melewati proses koreksi citra visual oleh otak dan disesuaikan dengan  “rekaman’ pengetahuan dan pengalaman selama ini.Misal kita melihat gedung tinggi dari bawah,otak mengoreksi citra visual yang dikirim oleh mata sehingga , apa yang dilihat  seakan diabaikan dan diganti dengan  apa  yang dipikirkan otak.Garis-garis yang kelihatan melengkung akan diabaikan dan memahami garis-garis itu harus tegak seperti aslinya.

 

q  Hal lain yang harus diperhatikan adalah , perbandingan antara obyek dalam sebuah  foto(skala).Misal, bila kita memotret pemandangan alam yang indah, setelah dicetak  di atas kertas foto ternyata tidak seindah aslinya.

 

Apa sebab? Pertama karena  foto dicetak dalam format yang umumnya postcard, sehingga pemandangan yang indah dan luas akhirnya hilang, karena telah dipadatkan dalam bidang kertas yang terbatas.

Kedua, karena hukum perbandingan obyek. Obyek yang besar dan luas akan menjadi kecil dan obyek foto yang kecil akan makin bertambah mungil.

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 20 September 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: