TEORI PENCAHAYAAN

  1. Melukis dengan cahaya

Fotografi artinya “melukis dengan cahaya”.Tanpa cahaya, tidak akan ada karya fotografi.Maka agar bisa terjadi sebuah foto, film yang ada di dalam kamera yang kedap cahaya  haruslah disinari.

Pada film hitam putih, lapisan perak halida yang ada pada film akan menjadi ‘hangus” setelah terkena cahaya. Hitam atau abu-abu yang terjadi pada film bergantung pada banyaknya cahaya yang masuk. Kalau cahaya sangat kuat masuk, pada negatif hitam putih akan  terjadi warna hitam pekat, sementara kalau cahaya hanya sedikit masuk akan terjadi warna abu-abu.Film yang sama sekali tidak tercahayai akan berwarna bening setelah diproses (dicuci).

Pada pencetakan fotonya, warna hitam pada film akan mengahsilkan warna putih pada kertas foto, demikian pula sebaliknya.Gradasi dari hitam, abu-abu sampai putih inilah yang akan membentuk sebuah gambar. Pada foto  berwarna, proses yang terjadi lebih rumit namun pada intinya sama dengan foto hitam putih.

“Over” dan “Under”

 

Sebuah film dikatakan berhasil secara pencahayaan bila semua warna yang muncul mempunyai nada sama dengan yang diharapkan sang pemotret. Sebuah film dikatakan  over exposed (biasa disingkat over saja, “kelebihan “) yang artinya tercahayai secara berlebihan, bila warna yang terjadi lebih hitam dari pada yang diharapkaan. Film yang over terjadi akibat pencahayaan yang berlebihan pada saat pemotretan.

Sedangkan  sebuah film dikatakaan under exposed( biasa disingkat under,”kekurangan”)bila kesan yang di dapat pada film itu lebih bening daripada yang diharapkan. Foto under disebabkan kekurangan pencahayaan pada saat pemotretan.

Untuk mendapatkan pencahayaan yang tepat pada saat memotret, kita harus mengatur dengan tepat seberapa  banyaknya cahaya yang dibutuhkan untuk keperluan kita. Dan inilah inti dasar teori pencahayaan.

 

  1. Diafragma dan Rana

 

Ada dua bagian penting pada kamera yang mengatur masuknya cahaya pada kamera, yaitu bukaan diafragma dan rana.

 

PENCAHAYAAN YANG TEPAT = MENGATUR KOMBINASI YANG TEPAT ANTARA BESARNYA BUKAAN DAN LAMANYA MEMBUKA RANA

 

q  Bukaan diafragma =mengatur masuknya cahayaa ke film dengan  besar kecilnya lubang yang ada di lensa.

q  Rana = mengatur cahaya yang masuk berdasar lamanya cahaya masuk.

Untuk mudahnya, mengatur besarnya cahaya yang masuk ke dalam film bisa diibaratkan mengisi air ke  ember dari kran. Kalau kita membuka kran dengan  sebesar-besarnya, ember akan cepat penuh. Sebaliknya, kalau kita membuka kran kecil saja, waktu yang diperlukan untuk memenuhi ember pasti lebih lama.

Demikian pula dalam pemotretan, kran ibarat bukaan diafragma, sedangkan rana ibarat lamanya waktu mengisi ember.

 

Kebutuhan  cahaya pada sebuah pemotretan bergantung pada hal:

 

ISO/ASA film. Makin tinggi ASA film yang kita pakai , yang artinya makin peka, kebutuhan cahaya kita makin sedikit.

Suasana di tempat pemotretan.Terang atau gelap di tempat pemotretan yang membedakan banyak sedikitnya cahaya yang tersedia.

 

  1. “Light Meter”

 

Untuk mengukur cahaya  dapat digunakan light meter, pengukur cahaya.Kita bisa memakai pengukur cahaya yang ada pada kamera atau dengan alat yang disebut Hand Held Light Meter

 

Pengukur cahaya dalam sebuah kamera akan memberikan tanda tertentu untuk mengatakan  bahwa suatu penyetelan sudah selesai. Biasanya, tanda itu berupa bulatan hijau, atau tanda+ dan – yang muncul bersamaan, atau juga berhimpitnya  dua jarum pengukur.

Kalau kita memanfaatkan pengukur cahaya, akan kita dapati kenyatan bahwa pencahayaan yang tepat bisa diperoleh dari berbagai kombinasi setelan bukaan diafragma dan rana. Misalnya, bukaan diafragma f/5,6 dengan kecepataan rana 1/250 sama artinya dengan f/4 plus rana 1/500

1/1000 1/500 1/250 1/100 1/60 1/30 1/15
3,5 4 5,6 8 11 16 22

 

 

Untuk memudahkan kita melakukan  pengukuran pencahayaan, patokan berikut ini mungkin menolong :

 

q  Atur dulu kecepatan rana mendekata angka ASA film yang dipakai,misal dipakai ASA100, pasanglah kecepataan rana pada 1/125 detik.

q  Lalu sambil membidikkan  kamera ke arah yang akan dipotret, putar gelang diafragma sampai didapat pengukuran yang sesuai seperti disebutkan oleh penngukur cahaya.

q  Setelah itu, kita dapat mengubah kombinasi kedua pengatur itu sesuai selera berdasarkan dua tabel yang telah kita buat tadi.

 

5. Pengaturan Ruang Tajam

 

Ruang Tajam atau biasa disebut dengan Depth of Field  dalam fotografi  adalah sebuah ruang di depan kamera di mana objek yang berada di dalamnya mempunyai ketajaman yang layak dalam foto yang terekam nantinya.

Definisi  “tajam sacara layak” ini perlu ditekankan sebab secara fakta, titik fokus sebuah lensa adalah betul-betul cuma satu bidang yang mempunyai jarak tertentu terhadap bidang film. Namun, dengan pemilihan bukaan diafragma yang makin kecil(angka diafragmanya makin besar), benda yang berada di depan atau di belakang benda terfokus sering masih tampak tajam pada foto.

Hukum pencahayaan :

Bila diafragma dikecilkan,kecepataan harus dilambatkan

Bila diafragma dibesarkan, kecepatan harus dipercepat.

Misal:

Kalau kita sudah mengukur kombinasi pencahayaan f/5,6 dan kecepatan1/125 detik, maka kalau kita akan mengubah bukaan diafragma dari f/5,6 jadi f/8, kecepatan harus kita rendahkan menjadi 1/60 detik. Sebaliknya kalau kita mengubah diafragma dari f/5,6 jadi f/1,4, kecepatannya harus kita naikkan  tiga stop sehingga menjadi 1/1000 detik.

Selain besar kecilnya bukaan, ada faktor lain yang akan mempengaruhi dalamnya ruang tajam, yaitu panjang fokal lensa.

Makin panjang suatu lensa, makin tipis ruang tajamnya.

 

Besar kecilnya ruang tajam juga dipengaruhi oleh jarak obyek dengan  kameranuya

Makin jauh objek makin  dalam ruang tajam di sekitar objek

Lensa yang difokuskan ke tempat tak terhingga, mempunyai ruang tajam yang sangat panjang. Pada pemotretan sangat dekat, pemotretan mikro misalnya, bisa saja ruang tajamnya cuma seperberapa milimeter

 

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 18 September 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: