COMMUNICATION IN RELATIONSHIP

Tri Nugroho Adi

Tri Nugroho Adi

Chapter ini akan membahas teori komunikasi yang berkaitan dengan konteks komunikasi interpersonal. Konsep relationship di sini senantiasa berkaitan dengan interaksi yang terjadi dalam berkomunikasi; sifat relasi ditentukan oleh sifat komunikasi yang terjadi di antara partisipannya; relationship lebih bersifat implisit ketimbang eksplisit;relationship dikembangkan dalam sebuah proses negosiasi di antara orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Studi yang mempelajari relationship  bisa dikategorikan ke dalam dua golongan;

Pertama yang dilakukan oleh para ahli tergabung dalam Mental Research Institute yang kemudian dikenal sebagai Pragmatic of Human Communication

  • Konsep pokok yang  perlu diperhatikan dalam mempelajari relationship dalam kategori ini adalah bahwa dalam setiap relationship terkandung aturan-aturan yang implisit, yang berlaku dalam hubungan persahabatan, partner bisnis, hubungan percintaan, keluarga dan yang lainnya
  • Terdapat lima aksioma yang berlaku dalam komunikasi
  1. orang tidak mungkin tidak berkomunikasi
  2. setiap percakapan tak peduli  seberapa intensnya senantiasa mengandung  dua pesan : isi pesan dan pesan hubungan
  3. Interaksi senantiasa diorganisasikan oleh komunikatornya dalam pola-pola yang bermakna, yang disebut puntuation
  4. Orang menggunakan baik kode digital maupun analog

Kode digital bisa dibedakan secara jelas misal bahasa verbal,suara dsb. Kode analog tidak bisa dibedakan secara jelas misalnya pesan non verbal.

Penyesuaian dalam ketidakberaturan pesan dalam interaksi

  • Dalam relationship berlaku apa yang disbeut dialektik.

Dialektik adalah tegangan antara dua atau lebih elemen yang saling bertolak belakang  dalam sebuah sistem. Analisis dialektik berarti mencari tahu bagaimana sistem berkembang, berubah atau bagaimana sistem itu bergerak sebagai reaksi terhadap tegangan yang terjadi

Kedua, teori yang berkaitan dengan bagaimana melakukan managemen  dalam relationship. Teori yang masuk dalam kategori ini di antaranya :

1. Management Uncertainty and Anxiety:

  • Teori Reduksi Ketidakpastian

Mengandung dua konsep yaitu tentang kesadaran diri dan pengetahuan tentang orang-orang  lain.

Teori ini seringkali dikaitkan dengan konteks di mana seseorang sedang memulai relasi dengan orang asing yang tidak dikenal atau diketahui sebelumnya. Pada tahap awal pengenalan seseorang tersebut akan mencari informasi hal-hal yang berkaitan dengan orang yang baru dikenalnya.Semakin  kita tidak pasti terhadap orang yang kita hadapi makin tidak percaya diri kita dan lalu mengambil langkah-langkah tertentu untuk itu.

  • Anxiety-Uncertainty Management

Ini merupakan pengembangan dari teori reduksi ketidakpastian. Penerapannya dlam konteks budaya yang berbeda-beda; bahwa setiap kebudayaan memiliki cara-cara yang berbeda-beda untuk melakukan reduksi atau pengurangan ketidakpastian. Cara yang dilakukan bergantung pada jenis konteks kebudayaannya. Ada yang high context culture dimana pesan-pesan bergantung pada situasinya. Ada yang low contxt culture, dimana pesan pesan itu sangat bersifat eksplist verbal. Proses menuju pengurangan ketidakpastian juga dipengaruhi variabel lainnya di antaranya tingkat identifikasi seseorang terhadap kelompoknya.

  1. Managing Face
  • Face negotiation theory

Teori ini berkaitan dengan bagaimana seseorang mempersepsi dirinya sendiri sehubungan dengan apa yang ditentukan kebudayaan tempat kita berada.

Facework diartikan sebagai perilaku komunikasi yang dikaitkan dengan upaya mempertahankan atau membangun persepsi dirinya

  1. Managing Boundaries
  • Social Penetration Theory

Teori ini berkaitan dengan bagaimana seseorang berusaha untuk melakukan pengenalan dirinya sendiri.Asumsi teorinya, dalam berkomunikasi  relasi akan semakin intim manakala para pelaku komunikasi bisa semakin membuka diri dan saling berbagi informasi di antara mereka

  • Boundary Management Theory

Teori ini berasumsi bahwa di dalam relationship senantiasa dibuat semacam batas-batas yang berkesinambungan antara wilayah publik dan privat, termasuk perasaan dan pemikiran seseorang yang diperkenankan untuk bisa diketahui oleh orang lainnya

  • Boundary Management in the Family

Teori ini meneliti intens bagaimana di antara suami istri itu menggunakan ruang, waktu dan energi dan dengan cara yang bagaimana di antara mereka saling mengekspresikan perasaannya.

  1. Managing Conflict
  • Game Theory

Teori ini berkaitan dengan bagaimana seseorang mengenal struktur situasi dan melakukan langkah-langkah yang akhirnya akan menguntungkan bagi dirinya sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.Pertanyaan pokoknya adalah bagaimana seseorang sebagai seorang “pemain” melakukan sesuatu sehingga mendapatkan reward

Sumber :

Littlejohn,S.W.Theories of Human Communication,7th Edition,2001,Belmont,California:Wadsworth Publishing Company, Chapter 12

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 14 Agustus 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: