AN OVERVIEW OF CONTRIBUTIONS TO HUMAN COMMUNICATION THEORY FROM OTHER DISCIPLIN Sumber : Dance, Frank EX (ed). 1982, Human Communication Theories, New York: Harper and Row Publisher, Chapter 9

Sifat yang melekat dalam disiplin ilmu komunikasi membuat disiplin ini lebih tepat bila dikaji secara multidisipliner, artinya proses-proses komunikasi akan lebih tepat jika ditelaah dengan menggunakan beberapa disiplin ilmu lain.

Setidaknya terdapat empat disiplin yang sangat berarti kontribusinya bagi perkembangan ilmu komunikasi : psikologi,sosiologi,filsafat dan antropologi. Bersama dengan keempat disiplin limu tersebut kemudian ditambah ilmu komunikasi ujaran, yakni satu-satunya disiplin ilmu yang mengkhususkan diri dengan “komunikasi” maka jadilah satu wilayah ilmu multi faset yang kita kenal sebagai ilmu komunikasi sebagai ilmu yang multidisipliner.

Dengan melihat ilmu komunikasi sebagai sebuah disiplin  yang multidisipliner maka muncullah beberapa konsekuensi:

Pertama, karakteristik riset dan teori komunikasi harus dapat dilihat dari sifatnya yang memadukan disiplin ilmu lain yakni psikologi, sosiologi, filsafat dan antropologi di atas. Dengan demikian tahap terpenting dalam pandangan interdisliner ilmu komunikasi ini adalah dengan memahami bagaimana beberapa disiplin itu bisa masuk ke dalam wilayah komunikasi dan bagaimana kontribusinya bagi ilmu komunikasi

Kedua, pendekatan multidisipliner komunikasi membawa keuntungan tersendiri, yakni kita dapat melihat ke sebuah cakupan fenomena komunikasi yang demikian luas. Tidak ada satu teori tunggal, betapapun luasnya cakupan teori tersebut,yang dapat menyajikan gambaran yang menyeluruh terhadap fenomena komunikasi. Komunikasi adalah fenomena yang dapat dikonseptualisasikan lewat berbagai aspek.

Ketiga, pendekatan multidisipliner dalam komunikasi mensyaratkan suatu “multi method” dalam upaya mencari jawaban terhadap permasalahan yang hendak diteliti.Proses komunikasi yang demikian kaya dan majemuk tak dapat diteliti hanya dengan satu metode.

Meski memiliki keuntungan, pendekatan interdispliner komunikasi juga tak luput dari kelemahan atau persoalan;

Pertama, kesukaran dalam melakukan konseptualisasi fenomena komunikasi mengingat begitu banyaknya aspek disiplin ilmu yang melingkupinya.

Kedua, kerangka konseptual yang multidisipliner mensyaratkan penyusunan yang hati-hati,namun dalam hal ini perlu dipertimbangkan sebuah definisi yang luas sehingga memungkian menyajikan pemerian terhadap isu, tema  dan konsep yang luas

Ketiga, kerangka konseptual yang multidisipliner sulit untuk menyajikan konsistensi internal yang cukup jelas. Artinya, selalu dimungkinkan mengajukan banyak teori yang saling bertentangan dengan lebih banyak mengajukan pertanyaan ketimbang jawabannya, namun pertanyaan-pertanyaan ini sangat vital dan tidak mungkin muncul manakala hanya mengandalkan perspektif ilmu yang bersifat tunggal.

Elemen-lemen kerangka konsep ilmu yang  multidisipliner

Model multidisipliner yang kita terapkan dalam komunikasi  ini mensyaratkan empat elemen penunjang:

Pertama, asumsi-asumsi epistemologis. Epistemologis adalah ilmu yang mempelajari cara-cara kita menemukan atau menghasilkan suatu pengetahuan.Dibalik teori terletak seperangkat asumsi yang sudah dimiliki umum yang disebut pengetahuan.Kita perlu menaikkan asumsi-asumsi bawah sadar  tersebut menuju pada tingkat kesadaran untuk memahami perbedaan dan kesamaan sebuah teori.

Kedua, menyusun sebuah definisi multidisipliner yang berfungsi untuk  mengkerangkai batas-batas teori-teori komunikasi yang luas.Definisi itu harus cukup luas untuk mampu menampung kontribusi ilmu – ilmu lain tanpa mengurangi pentingnya sebuah teori yang spesifik.

Ketiga, dengan definisi yang seperti tersebut di atas maka kita akan mengembangkan seperangkat kategori tematik dimana hampir semua bidang komunikasi bisa ditempatkan.

Keempat,terakhir kita menyusun serangkaian pertanyaan teoritis yang berkaitan dengan teori-teori terkait yang hendak dituju.

 

ASUMSI-ASUMSI EPISTEMOLOGIS

Satu hal yang menyebabkan terjadinya variasi teori komunikasi adalah karena pada dasarnya terdapat perbedaan dalam hal asumsi epistemologis tentang hakikat realita.

Dalam tulisan ini akan kita pelajari dua asumsi pokok yang saling   bertolak belakang dalam melihat realita, meskipun pembedaan terhadap asumsi epistemologis hanya menjadi dua kutub ini sebenarnya juga tidak mutlak.

 

  • Kutub pertama disebut World View I
  • Kutub kedua disebut World View II

 

Dari kedua sudut pandang tersebut akan kita telaah sepuluh isu filosofis di mana terdapat pertentangan di antara kedua pandangan tersebut.

 

Fokus Isu epistemologis World View I World View II
Realitas dan pengetahuan (1)Bagaimana kita sampai pada pengetahuan? Pengetahuan adalah hasil penemuan.Tidak ada pengetahuan yang sifatnya apriaori Sebagian pengetahuan bersifat apriori.Apa yang kita ketahui merupakan hasil dari struktur yang melekat pada eksistensi manusia.
  (2) apakah realitas itu bersifat universal Realitas bersifat absolut dan kekal,tugas manusia adalah menerima dan menemukannya Realitas adalah hasil dari interpretasi manusia. Realitas senantiasa berubah dan kontekstual
  (3) bagaimana pengetahuan itu dinyatakan Pengetahuan adalah eksplisit Hampir semua pengetahuan adalah implisit dan “tacit”
  (4) dimanakah letaknya realitas Realitias ada di dalam dunia dan di luar manusia Realitas ada di dalam diri manusia
Hubungan antara yang diketahui dan yang mengetahui (5)Dengan cara bagaimana pengetahuan diperoleh Pengetahuan lahir dari pengalaman inderawi.Realitas didapatkan secara sistematis lewat obervasi yang terkontrol dari variabel yang terdefinisikan dengan jelas Pengetahuan adalah proses persepsi yang dibentuk lewat interpretasi manusia. Pengetahuan adalah konstruksi seseorang, dihasilkan dari trasnsaksi antara yang diketahui dan yang mengetahui
  (6) dengan cara bagaimana pengetahuan dalam konteks sosial diperolah Pengetahuan diperoleh oleh observer seorang diri Pengetahuan dikonstruksi secara interaksi simbolik dalam kelompok sosial
  (7) bagaimana perbedaan atau persamaan antara manusia dengan objek lain Manusia tak berbeda dengan objek, dikendalikan oleh perangkat dan kerja tertentu Manusia bertindak dengan tujuan tertentu dan karenanya sepenuhnya berbeda dengan objek-objek yang bukan manusia
Struktur realitas ( 8) apakah pengetahuan terrdiri dari pemahaman atas sebagian atau seluruhnya? Realitas  adalah pemahaman terbaik yang diperoleh lewat analisis atau pengetahuan atas bagian secara terpisah Realitas adalah pemahaman terbaik dalam konsep yang saling terkait di antara keseluruhannya
  (9) bagaimana struktur realitas Objek-objek dalam realitas memiliki struktur yang berbeda dan bisa diprediksi, berkerja bagai mesin Reality adalah proses-proses. Strukturnya tidak bisa dipaksa. Karenanya sangat bermanfaat untuk memahami proses –proses dalam konsep hubungan dan bersifat fungsional

 

DEFINISI MULTIDISIPLINER TENTANG KOMUNIKASI

 

Komunikasi dalam konsep ilmu multidisipliner seyogyanya tidak dipahami sebagai semacam tindakan semata. Komunikasi bukanlah satu konsep tunggal. Adalah lebih tepat sebagaimana dikemukakan oleh Dance (1967) bahwa konsep komunikasi adalah label untuk kelompok konsep yang didalamnya tercakup berbagai keberagaman fenomena yang setidaknya memiliki dua kualifikasi umum:

Pertama, aktivitas komunikasi  bersifat prosesual. Dengan kata lain hampir semua konsep komunikasi melibatkan seperangkat variabel yang saling berkaitan secara kompleks. Sistem seperti itu bekerja dalam suatu waktu dan dalam konteks tertentu.Komunikasi adalah serangkaian peristiwa yang berkelanjutan tiada henti dan bukan sekedar momen yang beku.

Kedua, proses komunikasi harus bersifat interaksi simbolik.Manusia menciptakan pesan dengan menggunakan simbol-simbol dan mempertukarkan pesan-pesan dalam pengaruh timbal balik hingga menghasilkan  saling ketergantungan.

Pendeknya, setiap fenomena komunikasi senantiasa merupakan proses-proses yang bersifat interaksi simbolik.

TEMA-TEMA TEORITIS

Bagaimanakah karakteristik teori dalam sebuah konsep ilmu komunikasi yang multidisipliner?

Setidaknya terdapat tiga tipe tema teoritis;

Pertama, beberapa teori berkaitan dengan sifat-sifat umum komunikasi sebagai keseluruhan, dengan maksud menggambarkan intisari persoalan.Termasuk dalam tipe ini adalah tema –tema proses dan interaksi simbolik.

Kedua, tema-tema yang berhubungan dengan kontribusi sentral yang diberikan komunikasi.  Misalnya,

  • Coding yang artinya penggunakan simbol untuk menghasilkan dan menerima pesan.Teorinya yang berkaitan dengan bahasa dan kode-kode non verbal .
  • Meaning yang berkaitan dengan pembangkitan hubungan antara simbol- orang- dan hubungan referennnya. Teori –teorinya lebih menekankan pada asal dan sifat dasar dari proses penandaan.
  • Thinking yakni manipulasi mental dari simbol-simbol untuk adaptasi personal dalam wujud konseptualisasi dan pemecahan masalah.
  • Information atau yang berkaitan dengan pesan dan ketidakjelasan dan kemampuan prediksi.
  • Persuasion meliputi proses-proses perubahan yang merupakan hasil dari interaksi simbolik.

 

Ketiga, tema yang berkaitan dengan topik-topik yang memfokuskan pada konteks-konteks komunikasiAda beberapa cara untuk mengkonseptualisasikan komunikasi namun secara garis besar komunikasi bisa dibagi dalam empat konteks:

v Interpersonal

v Group

v Organization

v Komunikasi massa

 

PERTANYAAN TEORITIS

I Tema –tema yang berkaitan dengan sifat umum komunikasi

A. Proses

1. dengan cara bagaimana komunikasi menjadi sebuah proses?

B. Interaksi Simbolik

1.Bagaimana komunikasi berkaitan dengan interaksi simbolik?

II Tema –tema yang berkaitan dengan inti komunikasi sebagai proses

A.Coding

1. bagaimana sifat dasar hubungan antara tanda dan yang ditandakan ?

2. bagaimana fungsi kode sebagai pembentuk pesan

3. bagaimana struktur bahasa

4. bagaimana bahasa diciptakan dan dipahami

5. bagaimana bahasa dipelajari

6. bagaimana perilaku nonverbal berfungsi sebagai tanda-tanda dalam komunikasi

7.  bagaimana code nonverbal dibentuk

8. bagaimana  code nonverbal dipelajari

9. bagaimana  fungsi perilaku non verbal

B. Meaning

1. Apa itu makna?

2. dengan kondisi yang bagaimanakah bisa membangkitkan makna?

3 di manakah letak makna?

C.Thinking

1. dengan mekanisme seperti apakah informasi diolah?

2. bagaimana itu berkembang?

3. bagaimana manusia menyelesaikan masalahnya ?

D. Informasi

1. apa itu informasi

2.bagaimana informasi dikirimkan?

3. Dengan cara bagaimana informasi mempengaruhi orang dan sistem

E. Persuasi

1.faktor-faktor apakah dari sumberkomunikasi dan pesan-pesan yang dapat memungkinkan adanya perubahan

2. elemen-lemen manusia manakah yang berubah karena disebabkan olah    komunikasi

3. elemen-elemen manusia apakah yang dapat memungkinkan berubah?

III Tema-tema yang berhubungan dengan konteks-konteks komunikasi

  1. Komunikasi Interpersonal
  1. 1.   elemen-elemen apakah yang memungkinkan terjadi hubungan interpersonal
  2. 2.   bagaimana sifat-sifat persepsi interpersonal?
  3. 3.   apa saja faktor-faktor dari atraksi?
  4. 4.    bagaimana memungkiankan terjadinya empati interpersonal dan pemahaman?
  5. 5.   faktor-faktor apa saja yang mengakibatkan sebuah konflik
    1. apa yang dimaksud dengan kelompok kecil?
    2. bagaimana sebuah kelompok bisa mempengaruhi individu
    3. faktor -faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan sebuah kelompok?
    4. apa yang memotivasi partisipasi dalam sebuah kelompok?
    5. bagaimana sifat interaksi dalam kelompok?
    6.  bagaimana sifat dalam pembuatan keputusan kelompok?
    7. 1.   apa yang menjadi esensi organisasi
    8. 2.   bagaimana sebuah ootoritas bisa muncul dalam sebuah organisasi
    9. 3.   faktor-faktor apa yang menyumbang keberhasilan organisasi
    10. 4.  bagaiman sifat pengambilan keputusasn dalam kelompok?
  1. Konteks kelompok
  1. Konteks organisasi

D.konteks massa

1. apa fungsi komunikasi massa

2. bagaimana informasi dan pengaruh disuntikkan dalam komunikasi massa

3. bagaimana dampak komunikasi massa dalam sebuah masyarakat

 

KONTRIBUSI ILMU LAIN TERHADAP TEORI KOMUNIKASI

Franklin Knower mencatat setidaknya ada enam belas disiplin ilmu yang berkaitan dengan komunikasi manusia. Namun dalam bab ini dibahas 12  disiplin ilmu atau kelompok sub disiplin ilmu yang secara berarti sangat berpengaruh terhadap perkembangan teoritis ilmu komunikasi yakni filsafat, psikologi ( humanistik dan klinis ), psikologi ( behavioristik dan sosial ), Psikologi kognitivis, sosiologi, antripologi dan linguistik, matematik dan linguistik,  english – literatur dan kritik media, semantik umum,psikiatri, dan managemen.

Berikut hanya beberapa teori pokok yang menggambarkan kontribusi beberapa disiplin/sub disiplin ilmu lain yang kemudian dikenal sebagai teori komunikasi juga:

 

Filsafat :

v  teori tentang tanda —- aplikasi spesifik : semiotik

v filsafat bahasa

v pragmatisme

v dan fenomenologi

 

Psikologi klinis dan humanistik:

v  teori-teori komunikasi interpersonal

v teori-teori komunikasi organisasi

Psikologi sosial dan behavioristik :

v learning theory

v attitude theory

v operant theory

v  mediational approach

v consistency theory

v dll

Psikologi Cognitive

v  Catatan : psikologi kognitif menganggap manusia adalah agen aktif yang memiliki kemampuan untuk menentukan perilakunya. Itulah sebabnya sub disiplin ini mewarnai konsep teoritis dalam kategori World View II

Sosiologi

v  Catatan : Sumbangan terbesar dan sangat berarti dalam perkembangan Ilmu komunikasi adalah konsep interaksi simbolik yang dimotori oleh pemikiran Mead( 1932, 1934,1936,1938 ), Cooley( 1930), Blumer(1955,1969 ).Tokoh – tokoh yang penulis sebut di depan umumnya yang lebih banyak dikembangkan dalam studi komunikasi kontemporer khususnya yang berparadigma konstruktivis. Sementara karya Manford Kuhn ( 1956 ) bagi penggagas interaksi simbolik dianggap “menyimpang” karena dia menggunakan pendekatan objektivis sementara interaksi simbolik mensyaratkan metode penelitian yang intersubjektivis.

v  Karya Goffman ( 1959, 1967,1971,1974 ) juga sangat berpengaruh besar bagi komunikasi dengan konsep dramaturgisnya. Goffman menyediakan analisis yang menarik tentang interaksi dalam kehidupan sehari-hari dengan berfokus pada upaya konstruksi pemahaman orang ketika mendefinisikan situasi dan ketika orang itu menampilkan dirinya di muka umum.

v  Pengaruh sosiologi dalam level komunikasi massa diawali dengan konsepsi Laswell ( 1948 ) tentang model komunikasi massa. Perkembangan cukup berarti diawali dengan pemikiran Katz ( 1960. 1968 ) yang menelorkan konsep “two step flow” komunikasi. Dari sini setidaknya komunikasi tidak lagi dilihat sebagai satu-satunya kekuatan dominan yang mempengaruhi manusia  melainkan ada faktor interpersonal yang mendapat perhatian khusus dan bahkan dianggap lebih efektif ketimbang media massa dalam hal penyebaran pesan dalam masyarakat.Konsepsi terakhir ini makin berkembang lewat pemikiran  Rogers ( 1962) dan juga Shoemaker ( 1971) yang menghasilkan teori difusi dan inovasi

v  kajian sosiologis yang mewarnai komunikasi kemudian adalah pemikiran-pemikiran kritis sebagaimana dikemukakan Bell (1956 ) yang melihat media massa dan teknologi telah menciptakan masyarakat yang “anomie” dan menimbulkan persoalan-persoalan dalam masyarakat

Antropologi dan Linguistik

v  kajian antropologi dan linguistik yang cukup menonjol dan membawa pengaruh bagi teori komunikasi adalah soal “makna” dan “ nonverbal codes”.

v Konsepsi tentang makna yang sangat terkenal adalah bahwa manusia mempersepsi dan berpikir dengan dibatasi pada kultur bahasa yang berlaku dalam konteks tertentu.Oleh Whorf, dikembangkan dengan temuan bahwa perilaku ditentukan oleh persepsi, sedangkan persepsi dikendalikan oleh struktur gramatikal yang ada dalam masyarakat.Pola yang demikian kemudian menempatkan manusia sebagai sosok yang tidak bebas dalam melakukan tindakan.

 

CATATAN PENULIS :

    1. Pelajaran penting yang bisa diambil dari bab ini adalah bahwa studi komunikasi sebagai ilmu yang multidisipliner ternyata memerlukan kehadiran perspektif ilmu lain guna melakukan evaluasi terhadap teori komunikasi sebagai proses menuju pengembangan teori komunikasi selanjutnya.
    2. Memperhatikan elemen domain teoritis akan menguji apakah dilihat dari cakupannya suatu teori komunikasi sudah cukup komprehensif
    3. Mengevaluasi world view sebuah teori akan sampai pada simpulan apakah pijakan paradigmanya sudah sesuai dengan pertanyaan teoritis yang diajukan
    4. Memperhatikan teori yang dikontribusikan oleh disiplin ilmu lain juga akan mengontrol apakah sebuah teori bisa membangkitkan penelitian hingga sampai pada temuan jawaban sebagaimana cakupan teoritis yang menjadi pijakannya ( dan bukan dijawab oleh teori lain)
    5. Terakhir perbandingan lintas disiplin ilmu juga bermanfaat dalam hal menguji validitas teori yang kita teliti

 

Bidang kajian komunikasi demikian luas cakupannya, menyentuh hampir semua tema dalam kerangka konsep multidisipliner sebuah ilmu. Komunikasi tak berlebihan bila disebut sebagai ilmu yang amat “ecletic”  ini tergambar dari seluruh bahasan bab ini. Perlu tinjauan ke belakang ke landasan filsosofi dengan berbagai posisi paradigmatik yang menyertainya. Dengan pijakan yang multidisipliner terbuka peluang untuk penerapan kontekstual,membangkitkan ketrampilan penelitian dan utamanya kesempatan untuk lahirnya teori baru.

 

 

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 14 Agustus 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: