RUANG LINGKUP DAN PENGERTIAN FILSAFAT KOMUNIKASI

RUANG LINGKUP PENGERTIAN

FILSAFAT < PHILOSOPHIA (YUNANI) :“Cinta Akan Kebijaksanaan”

Karakteristik berpikir filsafat : (Suriasumantri, 1993).

  • Menyeluruh :
  • Melihat hakikat ilmu dalam konstelasi pengetahuan yang lainnya
  • Kaitan ilmu dengan moral
  • Kaitan ilmu dengan agama
  • Mendasar :
  • Tidak lagi percaya begitu saja bahwa ilmu itu benar
  • Mengapa ilmu dapat disebut benar ?
  • Mengapa proses penilaian kriteria tersebut dilakukan ?
  • Apakah kriteria itu sendiri benar ?
  • Lalu kata benar sendiri itu apa ?
  • Dr. Moh. Hatta :

“Usaha manusia, baik dgn pikiran maupun perasaan batin untuk mencari kebenaran tentang sesuatu”

Lima isu penting :

  1. Sampai seberapa jauh manusia membuat pilihan-pilihan nyata ?
  2. Sampai seberapa jauh manusia dapat dipahami dipandang dari segi keadaan versus ciri pembawaannya ?
  3. Sampai seberapa jauh pengalaman manusia yang pada dasarnya mahluk individu dan sebaliknya sebagai mahluk sosial ?
  4. Sampai sejauhmanakah kontekstual komunikasi ?
  5. Sejauhmana interpretasi manusia terjadi ?

EPISTEMOLOGI

Cara mendapatkan pengetahuan yang benar

  1. Sampai sejauhmana pengetahuan dapat eksis sebelum pengalaman-pengalaman ?
  2. Sampai sejauhmana pengetahuan bersifat universal ?
  3. Melalui proses apa pengetahuan itu timbul ?
  • Paham rasionalisme
  • Paham empiris
  • Paham konstruktif
  • Paham konstruksi sosial
  1. Apakah pengetahuan lebih baik dipahami sebagian-sebagian atau secara keseluruhan ?
  2. Sampai sejauhmanakah pengetahuan itu eksplisit?

Pokok-pokok isu di lapangan

  • Metatheoritical :Tingkat paling umum & termasuk asumsi dasar
  • Hypothetical: Satu gambaran realitas terlukis & kerangka pengetahuan terbentuk
  • Descriptive :Pernyataan-pernyataan yg aktual ttg operasi & penemuan sesuatu yang diobservasi

 

  Epistemological Ontological Perspectival Axiological
Meta- theory Methodological questions Metaphysical questions Definisional questions Aesthetic and value questions
Hypo- theti- cal Methods and procedures Theories, concepts, hypotheses, laws, and interpretive schemes Definitions and methaohors Ethical and moral premises and values
Des- crip- tive Instruments and techniques Observational statements Substantive focuses Judgements
Things in them selves  

Flow of event

TUJUAN MEMPELAJARI FILSAFAT KOMUNIKASI

Filsafat ilmu → landasan munculnya studi filsafat komunikasi.

Pengertian Filsafat Ilmu (A. Cornelius Benjamin) :

“That philosophic discipline which is the systematic study of the nature of science, especially its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general scheme of intellectual disciplines”. (A. Cornelius Benjamin, 1975 : 284)

(Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yg merupakan studi sistematis mengenal sifat alami dari ilmu, khususnya dari metode-metodenya, konsep-konsep dasar peranggapan-peranggapannya, dan letaknya dalam kerangka umum dari bidang-bidang intelektual).

  1. Filsafat ilmu merupakan studi sistematis (systematic study)
  2.  Filsafat ilmu merupakan studi mengenai sifat-sifat alamiah dari ilmu (the nature of science)
  3. Filsafat ilmu sebagai studi yang memiliki metode-metode (methods) tersendiri dalam menemukan obyek formalnya, penemuan sistematikanya, dsb
  4. Filsafat ilmu sebagai studi tentang konsep-konsep dan peranggapannya (its concepts and presupposition) sebuah pengetahuan untuk menjadi ilmu pengetahuan
  5. Filsafat ilmu sebagai studi tentang landasan atau struktur tempat sistematika ilmu

Dasar-dasar ilmiah suatu ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini, akan selalu berpijak pada tiga hal (issue) : Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis.

Jadi tujuan mempelajari filsafat komunikasi adalah mencari jawaban-jawaban yg berpijak dari tiga issue penting filsafat ilmu

  1. Ontologi : menjawab “Apa objek formalnya ?”
  2. Epistemologi : menjawab “Bagaimana menemukan ilmu itu ?”
  3. Aksiologi : menjawab “Mengapa demikian ?”

(Nina Syam, 1995 : 10)
Ontologi

Menekankan pada usaha utk menemukan jawaban thd apa objek formal dari ilmu kom.

(: manusia dengan pernyataannya) → pengertian ilmu kom.

Epistemologi

Menemukan pd upaya bagaimana munculnya ilmu kom. → sejarah perkembangan ilmu kom.
Aksiologi

Menekankan pd mengapa ilmu itu demikian → penilaian baik, buruk, dan kegunaan.

Tujuan mempelajari filsafat komunikasi

Richard Lenigan

Dalam bukunya “Communication Models in Philosophy, Review and Commentary” → filsafat sebagai disiplin biasanya dikategorikan menjadi sub. Bid. Utama menurut jenis justifikasinya

  • Apa yg aku ketahui (What do I know ?)
  • Bagaimana aku mengetahuinya (How do I know ?)
  • Apakah aku yakin (Am I sure ?)
  • Apakah aku benar (Am I right ?)

Metafisika : studi tentang sifat dan fungsi realita

Aristotels → objek metafisika :

  • Ada sebagai yang ada
  • Ada sebagai yang Illahi

Epistimologi : cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode dan batasan pengetahuan manusia.

Dalam proses peningkatan pengetahuan dari kognisi → efeksi → konasi, epistemologi berpijak pada salah satu/ lebih teori kebenaran :

  1. Teori Koherensi
  2. Teori Korespondensi
  3. Teori Pragmatik

Aksiologi : asas cara bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan yang secara epistemologis diperoleh dan disusun.

Logika → berkaitan dengan telaah thd asas-asas dan metode penalaran secara benar.

STEPHEN W. LITTLEJOHN

Dalam bukunya “Theories of Human Communication” → teori dan proses kom. dibagi menjadi tiga tahap dan empat tema.

Tiga tahap : Methatheoritical, Hypothetical, Descriptive.

  • Methatheoritical : spekulasi terhadap sifat penyelidikan yang melebihi atau luar isi khusus dari teori tertentu.
  • Hypothetical : tahap teori dimana tampak gambaran realitas dan pembinaan kerangka kerja pengetahuan.
  • Descriptive : meliputi pernyataan-pernyataan aktual mengenai kegiatan-kegiatan dan penemuan-penemuan yang berkaitan dengan hasil kerja tahap hipotetikal.

Empat tema : Epistimology (pengetahuan), Ontology (eksistensi), Perspective (fokus), Aksiology (nilai).

  • Tema Epistemologika → meliputi pertanyaan-pertanyaan metodologi.

Tema Epistemologikal dikaji dari tahap hipotetikal bersangkutan dengan metode & prosedur dalam menguji dugaan sementara.

Tema Epistemologikal dilihat dari tahap deskriptif menyangkut instrumen & teknik dalam rangka melakukan verifikasi sebagai penilaian terhadap posisi yang bersifat hipotetikal tersebut.

  • Tema Ontologikal : cabang filsafat mengenai sifat wujud.
  1. Teori Aksional
  2. Teori non Aksional
  • Tema Perspektival : suatu teori terdapat pada fokusnya.
  1. Perspektif Behavioristik
  2. Perspektif Transmisional
  3. Perspektif Interaksional
  4. Perspektif Transaksional
  • Tema Aksiologikal : cabang filsafat yang mengkaji nilai-nilai.

Ada 3 persoalan :

  1. Apakah teori bebas nilai
  2. Sejauhmana pengaruh praktek penyelidikan terhadap obyek yang dipelajari
  3. Sejauhmana ilmu berupaya mencapai perubahan sosial

Secara keseluruhan persoalan aksiologis ada 2 posisi umum :

  1. Ilmu yang sadar nilai
  2. Ilmu yang bersifat netral

KESIMPULAN

  • Epistemologi : teori pengetahuan yang membahas berbagai segi pengetahuan → kemungkinan, asal mula, sifat alami, batas-batas, asumsi & landasan, validitas & reabilitas sampai persoalan kebenaran.
  • Ontologi → dipandang sebagai teori mengenal apa yang ada.
  • Metodologi Ilmu : penelaahan terhadap metode khusus dipergunakan dlm suatu ilmu. Kokohnya metode menentukan validitas & reabilitas dari hasil ilmu.
  • Struktur logis dari suatu ilmu mensyaratkan agar sesuatu ilmu dlm penyimpulannya tunduk pada kaidah-kaidah logika dengan standar ketelitian logis yang tinggi

MANFAAT TEORI KOMUNIKASI DALAM MEMPELAJARI FILSAFAT KOMUNIKASI

TEORI

Kerlinger (dalam Rakhmat, 1985) : Himpunan konstruk (konsep), definisi dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis ttg gejala dgn menjabarkan relasi di antara variabel utk menjelaskan & meramalkan gejala tsb.

Konstruksi pengetahuan tentang bagaimana suatu pengalaman dpt terjadi berdasarkan observasi yg sistematis (Littlejohn, dlm Nina Syam, 1995)

Littlejohn : Konseptualisasi seseorang mengenai serangkaian kejadian yang diamati.

KERLINGER → SYARAT-SYARAT SUATU TEORI :

  1. Teori terdiri dari proposisi-proposisi
  2. Konsep-konsep dlm proposisi telah dibatasi pengertiannya secara jelas
  3. Teori harus mungkin diuji, diterima atau ditolak kebenarannya
  4. Teori harus dapat melakukan prediksi
  5. Teori harus melahirkan proposisi-proposisi tambahan yang semula tidak diduga

Teori Komunikasi → fungsi :

  1. Fungsi Mengatur & Meringkas
  2. Fungsi Fokus
  3. Fungsi Penjelasan
  4. Fungsi Observasi
  5. Fungsi Prediksi
  6. Fungsi Heuristik
  7. Fungsi Komunikasi
  8. Fungsi Kontrol
  9. Fungsi Generative

Fungsi teori komunikasi amat relevan & bermanfaat dalam mempelajari filsafat komunikasi

Manfaat teori komunikasi : memperjelas proses pencapaian kebenaran dlm ilmu kom. sebagaimana yg dicari dlm filsafat komunikasi

Sejalannya teori komunikasi & filsafat komunikasi → pendekatan umum dalam mengamati proses komunikasi :

  1. Tingkat bertanya
  2. Tingkat observasi
  3. Tingkat membentuk jawaban (teori)

 

About these ads

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 8 November 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 115 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: