METODE PENELITIAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Pengantar

Ada dua paradigma dalam penelitian KAB:

  1. Paradigma positivistik/fungsional (analytic reductionist-quantitative)
  2. Paradigma Interpretif ( holistic-contextual-qualitative)

Tujuan Studi

Tujuan Studi Paradigma positivisme adalah menguji seperangkat hubungan berkaitan dengan perilaku manusia yang dapat digeneralisasikan

Tujuan Studi Paradigma interpretatif adalah mengkaji interpretasi terhadap aktivitas simbolik dari para pelaku sosial (social actors)

Martin & Nakayama (2004) menyebutkan 3 pendekatan dalam studi KAB

  1. Ilmu sosial (the social science/fungsionalist)
  2. Interpretif
  3. Kritikal

Ketiga pendekatan itu didasarkan pada asumsi-asumsi ontologi, epistemologi, aksiologi dan metodologi yang berbeda.

Setiap pendekatan memberikan cara yang unik dalam memahami relasi antarkultur dengan komunikasi

Ketiga pendekatan tersebut akan berubah asumsi-asumsinya tentang perilaku manusia,tujuan penelitian, konseptualisasi kultur dan komunikasi serta metodologi penelitian

PARADIGMA POSITIVISME

Role of the researcher: berusaha mencapai objektivitas dan terpisah dari data

Design : ditetapkan sebelum penelitian dimulai

Setting : melakukan penelitian dalam latar yang terkontrol

Measurement instrument: terpisah dari penelitinya, digunakan untuk mengumpulkan data tanpa kehadiran peneliti

Theory building: menguji, mendukung atau menolak teori

PARADIGMA INTERPRETIF

Role of researcher : bagian integral dari data, tanpa keterlibatan peneliti tidak akan pernah ada data

Design :disusun selama penelitian berlangsung, dapat diubah atau disesuaikan

Setting: melakukan penelitian dalam latar yang alami

Measurement instruments: peneliti adalah instrumen

Theory building: mengembangkan teori sebagai bagian dari proses penelitian

PENDEKATAN ILMU SOSIAL

Pendekatan ilmu sosial mengasumsikan adanya realitas eksternal yang dapat dijelaskan

Pendekatan ini juga berasumsi bahwa perilaku manusia dapat diprediksi dan tujuan peneliti adalah menjelaskan dan memprediksi perilaku

Kultur menurut peneliti ilmu sosial adalah variabel yang dapat diukur. Kultur akan memengaruhi komunikasi

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memprediksi secara spesifik bagaimana kultur memengaruhi komunikasi

Contoh : peneliti akan mengukur perbedaan persepsi di antara beragam kelompok kultural guna mencoba memahami bagaimana kultur yang berbeda akan memersepsi suatu peristiwa tertentu

Gudykunst melakukan studi tentang apakah orang yang berbeda kultur akan mengubah stretagi mereka untuk mengurangi ketidakpastian pada pertemuan pertama

Dalam studinya ia menemukan bahwa perubahan strategi akan tergantung pada apakah orang berasal dari kultur individualistik atau kolektivistik

Communication accomodation theory adalah hasil penelitian yang menggunakan pendekatan ilmu sosial

Peneliti berusaha untuk mengidentifikasi bagaimana dan kapan individu-individu menyesuaikan ujaran( speech) dan perilaku non verbal mereka selama berinteraksi

Dalam beberapa situasi, individu-individu akan mengubah pola komunikasi mereka untuk menyesuaikan dengan pola komunikasi orang lain.

Kritik terhadap pendekatan ilmu sosial mengatakan bahwa komunikasi antar manusia sering lebih bersifat kreatif daripada dapat diprediksikan

Realitas tidak saja eksternal, tetapi juga dapat dikonstruksikan secara internal

PENDEKATAN INTERPRETIF

Peneliti dengan pendekatan interpretif berasumsi bahwa orang akan mengkonstruksikan realitas

Mereka meyakini bahwa pengalaman manusia, termasuk komuniksi bersifat subjektif

Perilaku manusia tidak dapat ditetapkan sebelumnya, tidak pula bisa diprediksikan dengan mudahTujuan penelitian interpretif adalah untuk memahami perilaku manusia, bukan memprediksi perilaku

Bila peneliti ilmu sosial melihat komunikasi dipengaruhi oleh kultur, maka peneliti interpretif melihat kultur diciptakan dan dipelihara melalui komunikasi

Penelitian interpretif menggunakan metoda-metoda  kualitatif seperti misalnya field study dan observasi partisipan

Peneliti terlibat secara aktif dalam proses-proses komunikasi yang sedang diteliti dan menjadi ‘sahabat’ dari para anggota komunitas yang sedang diteliti

Psikologi lintas kultural menggunakan istilah etic dan emic untuk membedakan pendekatan ilmu sosial dengan pendekatan interpretif.

Istilah-istilah tersebut dipinjam dari linguistik: etic dari phonetic dan emic dari phonemic

Peneliti ilmu sosial biasanya mencari generalisasi universal dan mengkaji kultur secara objektif dari pandangan ‘outsider’. Ini adalah cara etic

Penelitian interpretif biasanya memfokuskan pada pemahaman fenomena secara subjektif : dari dalam komunitas kultural yang partikular. Ini adalah cara kerja emic

Peneliti interpretif cenderung lebih tertarik dalam menjelaskan perilaku kultural dalam satu komunitas daripada melakukan perbandingan lintas kultural

Peneliti interpretif juga dapat melakukan studi tentag pola-pola bahasa dalam kelompok-kelompok yang berbeda atau meneliti pola komunikasi dari satu kelompok kultural

Kegunaan dari pendekatan interpretif adalah memberikan pemahaman yang mendalam tentang pola-pola komuniksi dalam sebuah komunikasi partikular

Kritik yang ditujukan kepada pendekatan ini adalah bahwa para penelitinya tidak melakukan studi tentang apa yang terjadi ketika dua kelompok melakukan kontak satu sama lain (komunikasi antar budaya)

PENDEKATAN KRITIKAL

Peneliti yang menggunakan pendekatan kritikal meyakini adanya realitas internal dan eksternal.

Menekankan pentinganya konteks dimana komunikasi terjadi ( situasi dan latar belakang).

Peneliti kritikal memfokuskan pada konteks makro: struktur-struktur politik dan sosial yang memengaruhi komunikasi

Peneliti kritikal tertarik pada relasi kekuasaan dalam komunikasi

Studi terhadap perbedaan-perbedaan kultural dalam komunikasi menjadi penting dalam relasinya dengan perbedaan-perbedaan kekuasaan.

Kultur pada esensinya merupakan suatu “lahan pertempuran”, sebuah tempat di mana beragam interpretasi muncul bersama-sama.

Tujuan dari penelitian kritikal adalah tidak hanya memahami perilaku manusia, tetapi juga mengubah kehidupab sehari-hari.

Peneliti berasumsi bahwa melalui studi tentang relasi kekuasaan dalam situasi kultural, mereka dapat membantu orang awam belajar bagaimana melawan kekuatan-kekuatan yang menindas.

Peneliti kritikal umumnya melakukan studi tentang “produk-produk kultural’ seperti media sebagai powerful voices  dalam membentuk kultur kontemporer.

TRIANGULASI DALAM PENELITIAN KAB

Triangulasi merupakan konsep yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi metode guna melakukan studi terhadap suatu fenomena

Triangulasi merupakan usaha untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang suatu fenomena, karena realitas yang sesungguhnya tidak pernah akan terungkap

Alasan menggunakan triangulasi:

1. mendapatkan beragam informasi tentang isu yang sama

2. memanfaatkan kekuatan setiap metode untuk mengetasi kekuarangan metode yang lain.

3. mengatasi ketidaklengkapan dari studi yang menggunakan metode tunggal

Tipe triangulasi ( Janesick dalam Denzin & Lincoln, 1984)

  1. Data Triangulation: triangulasi yang berkaitan dengan penggunaan beragam sumber data.
  2. Investigator Triangulation : triangulasi yang berkaitan dengan keterlibatan para peneliti yang berbeda
  3. Theory Triangulation: triangulasi yang berkaitan dengan penggunaan beragam perspektif teoritik
  4. Methodological Triangulation: triangulasi yang berkaitan dengan penggunaan beragam metode

Peneliti KAB dapat mengkombinasikan data etic (analytic-reductionist-quantitative) dan data emic (holistic-contextual-qualitative).

Caranya dengan menggabungkan kesamaan-kesamaan kultur (elemen-elemen kultur yang bersifat umum) dengan hal-hal yang unik dari kultur yang akan diteliti

 

About these ads

~ oleh Tri Nugroho Adi pada 4 November 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 108 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: